Salut Buat 15 Alumni ITB yang Menjadi Guru Muda (“Indonesia Mengajar”)

Tadi siang saya dapat email dari Prof. Dr. Hasanuddin Z. Abidin, Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan dan Alumni (WRKMA), Institut Teknologi Bandung. Isinya mengabarkan bahwa Wapres Boediono tadi pagi melepas 51 pengajar muda Indonesia yang pada tanggal 10 November 2010 akan dikirim ke 5 daerah terpencil untuk mengajar murid-murid SD selama satu tahun. Kelima daerah yang menjadi sasaran pada tahun pertama ini adalah: (1) Kab. Bengkalis, Riau, (2) Kab. Tulang Bawang Barat, Lampung, (3) Kab. Paser, Kaltim, (4) Kab. Majene, SulBar, (5) Kab. Halmahera Selatan, Maluku Utara.

FYI, pengiriman guru muda ini adalah bagian dari program Indonesia Mengajar yang digagas oleh Anies Baswedan, Rektor Universitas Paramadina. Seperti dikutip dari situs webnya, Indonesia Mengajar adalah sebuah inisiatif bersama untuk menggalang putra-putra terbaik bangsa untuk ikut membantu mengisi kekurangan guru berkualitas khususnya di daerah di Indonesia sekaligus menjadi wahana untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan dan pengabdian.


(Sumber foto dari Situs Web Indonesia Mengajar)

Ternyata banyak juga alumni ITB yang tertarik menjadi guru dalam program Indonesia Mengajar ini. ITB merupakan kontributor terbesar. Dari 51 orang guru yang diambil dari universitas terkemuka di Indonesia, ITB sebanyak 15 orang, UI (13), UGM (7), Unair (5), IPB (3), Unpad (3), Undip (3), Universitas Paramadina (1), ITS (1), dan Unhas (1). Ke-15 alumni ITB berasal dari fakultas FMIPA/MA, FSRD/DKV, STEI/IF(2)-EL, SAPPK/PWK, FTSL/SI(2), FTMD/Teknik Material, SITH/BI, FTI/TI (3), dan Teknik Geofisika.

Dari 15 alumni ITB, dua diantaranya dari Informatika ITB. Guru muda yang dari Informatika ITB adalah bekas mahasiswa bimbingan saya waktu TA dulu, namanya Bayu Adi Persada, dulu Informatika Angkatan 2005. Dalam fesbuknya Bayu mengatakan kepada saya bahwa dia dikirim ke Halmahera, Maluku Utara. Jauh sekali Maluku itu dari Bandung atau Jakarta. Profill Bayu dapat dilihat di sini

Satu lagi Ginar Santika Niwanputri, juga Informatika angkatan 2005, yang ditempatkan di kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Profil Ginar dapat dilihat di sini.

Untuk profil alumni ITB lainnya dapat dilihat di:
1. Profil Pengajar Muda untuk Riau
2.Profil Pengajar Muda untuk Lampung
3. Profil Pengajar Muda untuk Kaltim
4. Profil Pengajar Muda untuk Sulawesi Barat
5. Profil Pengajar Muda untuk Maluku Utara

Saya mengucapkan salut kepada mereka, para alumni ITB, khususnya dari Informatika ITB, yang rela mengorbankan kesempatan bekerja dan meniti karir dengan bergabung menjadi guru di daerah terpencil. Di tengah godaan iming-iming materi yang menjanjikan jika bekerja di bidang Informatika/Teknologi Informasi, mereka memilih mengabdi menjadi guru buat anak SD di daerah terpencil. Semoga niat mulia mereka memang didasari keikhlasan untuk memperbaiki mutu pendidikan anak bangsa di daerah yang selama ini serba tertinggal dan jauh dari Pulau Jawa. Jazakallah katsiiran.

Pos ini dipublikasikan di Seputar Informatika, Seputar ITB. Tandai permalink.

7 Balasan ke Salut Buat 15 Alumni ITB yang Menjadi Guru Muda (“Indonesia Mengajar”)

  1. rosa berkata:

    two thumb up buat 2 orang alumni IF ITB. Keren.

  2. ikhwanalim berkata:

    wah,mudah2an semua berhasil memberi inspirasi bagi masyarakat setempat,pak..

    tidak hanya sebagai pengajar di kelas saja, tapi juga sebagai inspirator di daerah yang ditempatkan..

    amien!

  3. Ping balik: Indonesia Mengajar menyebarluaskan inspirasi ke seluruh penjuru Indonesia! « potret perjalanan seorang Ikhwan

  4. salam,saya pernah baca di surat kabar nasional ttg program indonesia mengajar tsb dan disitu dikatakan orang2 yg jd guru dalam program tsb hanya akan bekerja sekian tahun saja (mungkin 2-4thn) dgn penghasilan yg sangat besar dibandingkan guru “normal” yg mengajar disana.saya jd mikir apa manfaat jangka panjang program ini bagi murid2 yg diajar dan masyarakat disana? klo bagi orang2 yg jd guru dalam program tsb jelas manfaatnya meningkatkan portofolio karier yg bisa jadi batu loncatan karier di masa depan

  5. rusdi saleh berkata:

    salam kenal bwt mas rinaldi,
    saya Rusdi yang hari ini sedang berada di Tulang Bawang bersama Pengajar Muda yang lain di program indonesia mengajar.
    Senang msh ada orang yang menuliskan tentang kami..
    Ditempat kami alhamdulillah masih terjangkau sinyal walau listrik terbatas, menggunakan genset dan menyala jam 18.00-22.00

    buat mas aditya, benar kami hanya disini selama 1 tahun, tapi kemudian akan berganti dgn pengajar muda yg lain, dan kontrak dgn Kab yang bersangkutan selama 5 tahun.
    Gaji kami msh Normal. Tidak besar namun cukup utk memenuhi kebutuhan hidup di desa.
    Idealisme kami sudah tidak ‘Normal’, berani meninggalkan hal2 kekotaan dan belajar bersama masy.
    Walau setahun saya yakin anak2 indonesia yang menjadi murid kami akan mengingat pernah punya Guru seperti kami..

    Setidaknya ini adalah hal konkrit yang bisa kami lakukan dibanding hanya berdebat dan diskusi permasalahan pendidikan di indonesia.

  6. jiyanto berkata:

    luar biasa salut n salut

  7. Ping balik: “Anak-Anak Angin”, Buku Catatan Pengalaman Guru Muda di Halmahera Selatan | Catatanku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s