Cobalah Makan di R.M “Malah Dicubo”

Sudah lama saya tidak menulis soal kuliner. Yap, kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya makan di rumah makan padang yang patut dicoba. Namanya Rumah Makan “Malah Dicubo”, yang kalau di-Indonesiakan artinya “marilah dicoba”. Kata “malah” memang tidak ada artinya dalam Bahasa Minang, tetapi saya yakin pemiliknya bemaksud menulis kata “marilah” namun disingkat “malah” saja.

Letaknya “tersembunyi” nun di dalam terminal Stasiun Hall, agak dipojok gitu, persis di selatan Stasiun Kereta Api Bandung. Meskipun letaknya tidak di pinggir jalan, tetapi siapa sangka jika rumah makan ini pernah disinggahi oleh para tokoh, pejabat, dan artis. Tercatat Pak Jusuf Kalla pernah makan di sana, juga para seleb lainnya. Saya tahu hal itu dari teman yang pertama kali mangajak makan siang di sana. Dari segi fisik sih sebenarnya rumah makan ini biasa-biasa saja, tidak ada istimewanya, begitu juga penyajian masakannya dalam panci dan piring besar seperti laiknya rumah makan padang.

Namun, penampilan boleh biasa, tetapi rasa yang berbeda. Orang datang makan ke suatu tempat kan tidak melihat bangunan fisik rumah makannya, tetapi apa yang disajikan di sana, bagaimana rasanya, sehingga membuat terpikat dan ingin datang lagi, datang lagi.

Apa sih menu andalan di rumah makan padang yang satu ini? Tak lain adalah dendeng batokok dengan sambal cabe hijau yang banyak kuah minyaknya. Dendeng batokok memang sudah hal biasa di rumah padang manapun, tetapi yang membedakan adalah rasanya. Tercatat dendeng batokok Rumah Makan Simpang Raya di Padang dan di Bukittinggi yang saya nilai sebagai dendeng batokok yang benar-benar asli dan yahud, tetapi dendeng batokok di RM Malah Dicubo ini rasanya memang mantap. Daging dendeng digoreng setengah matang, lalu angkat kemudian dipukul-pukul (bahasa Minang: ditokok) sampai memar (mirip seperti gepuk di Jawa, tetapi yang ini lebih tipis). Selanjutnya dendeng batokok tadi dibakar di atas bara api untuk menciptakan sensasi harum.

Untuk menikmati dendeng tadi, dendeng batokok harus dimakan dengan sambal cabe hijau. Cara menumis sambal hijaunya cukup unik. Cabe hijau digiling kasar dengan garam, bawang merah dan sedikit bawang putih, lalu ditumis dengan minyak goreng yang cukup banyak. Saat ditumis tambahkan irisan tomat hijau segar dan daun jeruk. Menumisnya tidak usah terlalu lama, cukup sebentar saja (1/2 matang), maka hmmmm…. wangi sambalnya membuat selera makan bangkit. Sambal cabe hijau ini lantas disiram ke atas dendeng batokok dan siap dimakan dengan nasi hangat dan gulai sayur nangka. Mantap….!

Yuk, kita makan dengan dendeng batokok khas rumah makan ini. Saya bisa nambah nih makannya, bahkan jika daging dendengnya sudah habis, nasi dengan sambal cabe hijau yang tersisa saja enaknya juga mantap abisss gan.

Selain dendeng batokok, gulai ikan dan soto padangnya juga mantap. Ayo dicubo, eh dicoba makan di rumah makan dipojok terminal Stasiun Hall itu.

Pos ini dipublikasikan di Makanan enak. Tandai permalink.

13 Balasan ke Cobalah Makan di R.M “Malah Dicubo”

  1. reiSHA berkata:

    wah, dicatet dulu tempatnya, malah dicubo kalau bisuakko ka Bandung..

  2. Zakka berkata:

    “Malah dicubo”, jangan2 harusnya jangan dicubo Pak, soalnya nama tempatnya “Malah dicubo”😀

    Okay, masuk ke list dulu Pak… Meski melihat penampilannya, agak mengerikan, minyak semua… Kolesterol Pak… Hahaha…

    • rinaldimunir berkata:

      Kalau “jangan” bahasa minangnya: jan atau jaan. Soal kolesterol, kalau makan sekali-sekali dan tidak berlebihan, nggak apa-apa kan Zak.

      • eki berkata:

        kata “malah” ada kok dalam percakapan sehari2 bahasa minang pak.
        cuman padanan-nya dalam bahasa indonesia memang agak susah, “malah” itu digunakan sebagai ajakan untuk melakukan sesuatu.
        “malah dicubo” ya kira2 mengajak mencoba atau ayo dicoba.

  3. Ali Akbar berkata:

    Wah, mungkin perlu saya coba sekali-sekali.😀 Orang Padang yang jarang makan masakan Padang nih saya, Pak. Hehehe…

  4. Wahh betull tuhh, emang enakk..
    saya juga sudah pernah makan di resto padang itu..
    menurut saya resto padang terenak dibandung itu “malah dicubo”.
    thx

    Regards,
    BAKMI REZEKI & Chinese Food
    Jl. Kelapa Sawit Raya Blok BD 12 / 3
    Ruko Sektor 1E
    Gading Serpong
    Tangerang
    Telp : 021-54210072

  5. gak heran lah….padang itu nagih banget😀😀

    pake ganjo gak ya:mrgreen:

    http://extraordinaryperson.wordpress.com/

  6. gwenazumi berkata:

    kata “malah” memang nggak ada artinya, tapi sering dipakai dalam sehari-hari untuk menyatakan mengerjakan sesuatu yang sudah dibilangin jangan tapi malah dikerjakan

  7. taufikadaver berkata:

    penasaran juga sih, banyak temen kampus saya yg menyarankan buat makan di tempat ini

  8. Heryance Murzal berkata:

    untuk temen2 yang ingin mencoba silahkan datang ketempat kami di malah dicubo…trimakasih atas komentarnya

  9. Refinos Elmar berkata:

    dah gk mau lagi cubo-cubo pak…. maen gas lansung aja pengen nya….. euwenaaak tenaaan, mak nyosz..!

  10. penyidik berkata:

    aku makan setelah ada rekomedaasi di kompas…….wah nggak nyesel deh….top markotopppppp

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s