Masuk ITB dengan Biaya Subsidi? Bisa Saja, Jangan Takut.

Berita bahwa biaya masuk ITB tahun ini Rp 55 juta telah membuat ciut nyali siswa dan orangtua para siswa. Mereka pikir biaya itu sangat mahal, tidak terjangkau, apalagi bagi orangtua yang bukan orang kaya. Saya juga baca di media dan lewat milis, banyak siswa SMA yang mengurungkan niatnya masuk ITB karena merasa tidak sanggup membayar biaya yang besar itu .

Tentu saja kondisi ini memprihatinkan. Calon-calon mahasiswa berkualitas baik akhirnya tidak jadi masuk ITB gara-gara 55 juta tersebut. Mereka mungkin memilih PTN lain yang lebih murah.

Benarkah biaya masuk ITB 55 juta? Kalau dibaca di situs penerimaan mahasiswa baru ITB (http://www.itb.ac.id/usm-itb/nas-t-4.htm), biaya 55 juta tersebut memang benar:

1) Biaya pendidikan terdiri atas komponen Biaya Pendidikan yang dibayar di Muka (BPM) yang di bayar sekali dan komponen Biaya Pendidikan Pokok (BPP) yang dibayar setiap awal semester.

2) Untuk tahun 2011 BPM ditetapkan Rp 55.000.000,- per mahasiswa dan BPP Rp 5.000.000,- per mahasiswa per semester. Khusus untuk calon mahasiswa yang diterima di SBM, BPM ditetapkan Rp 80.000.000,- dan biaya SKS sebesar Rp 750.000 per SKS.

Namun, kalimat 55 juta tersebut belum titik, masih ada komanya lho (lihat pada bagian bawah). Sayangnya, informasi sesudah koma inilah yang jarang dibaca oleh orang lain. Kebanyakan orang Indonesia malas membaca sebuah penjelasan secara utuh, mereka hanya membaca sekilas saja atau menerima informasi kurang lengkap dari media. Bagi media berlaku pepatah bad news is good news. Berita bahwa biaya masuk ITB 55 juta langsung disambar oleh media dan dijadikan berita panas. Berita 55 juta tersebut memiliki nilai yang jual tinggi, karena ITB adalah top university, maka apapun yang berasal dari ITB digarap menjadi berita heboh (contohnya kasus kebakaran baru-baru ini). Akhirnya publik menyimpulkan bahwa masuk ITB saat ini sangat mahal: 55 juta bro!

Menyalahkan media juga tidak fair. Kesalahan juga ada pada public relation ITB yang kurang cekatan dalam melakukan sosialisasi biaya studi. Jadi, kalau wartawan hanya mengutip pernyataan bahwa biaya masuk ITB 55 juta tanpa melihat penjelasan lainnya, maka itu berarti Humas ITB belum optimal memberikan penjelasan sehingga yang muncul adalah angka 55 itu.

Sebenarnya, kalau dibaca dari situs di atas, ada beberapa keterangan tambahan yang perlu disimak (ini yang tidak dibaca oleh siswa dan orangtua siswa):
1. Orang tua yang memerlukan bantuan untuk pembiayaan putra/putrinya yang diterima di fakultas/sekolah bukan SBM, dapat mengajukan permohonan subsidi untuk pembayaran BPM yang akan dipertimbangkan sesuai dengan bukti-bukti yang menunjukkan kemampuan ekonomi orang tua. Besarnya subsidi akan bervariasi: 25%, 50%, atau 75%.

Permohonan besar subsidi (25%, 50%, dan 75%) dapat diunduh oleh orangtua siswa di sini. Berapa besar subsidi yang dikabulkan oleh ITB akan ditentukan pada saat pendaftaran ulang (jika lulus masuk ITB), dengan menunjukkan bukti penghasilan orangtua.

Bahkan, bagi calon mahasiswa yang berasal dari keluarga yang benar-benar tidak mampu secara finansial, mereka akan dibebaskan sama sekali dari biaya (alias hanya bayar Rp 0). Jumlah penerima subsidi 100% ini adalah 20% dari total mahasiswa baru, atau kira-kira 600 orang, seperti kutipan penjelasan berikut ini:

2. Subsidi 100% baik BPM maupun BPP diberikan kepada mahasiswa baru yang berasal dari keluarga golongan ekonomi lemah dengan penghasilan keluarga yang tidak memungkinkan membiayai studi anggota keluarganya di perguruan tinggi. Sesuai dengan ketentuan pemerintah, ITB mempersiapkan subsidi 100% ini bagi minimum 20% mahasiswa yang akan diterima, yakni untuk lebih dari 600 mahasiswa baru, termasuk untuk mahasiswa baru SBM.

Bagi yang akan memilih program studi langka (yang tidak banyak peminatnya), mereka juga mendapat subsisdi 100%, seperti kutipan penjelasan berikut:
3. Bagi calon mahasiswa yang sejak awal hanya berminat untuk memilih Program Studi Astronomi (FMIPA), Program Studi Meteorologi (FITB), dan/atau Program Studi Oseanografi (FITB) dapat mengajukan permohonan Beasiswa Minat berupa subsidi 100% BPM

Jadi, bagi siswa SMA yang akan SNMPTN tahun ini, jangan takut masuk ITB hanya karena masalah uang. Ada banyak keringanan yang dapat diperoleh sehingga anda tidak perlu membayar 55 juta itu. Bagi siswa yang berasal dari keluarga mapan dan kaya, kewajiban membayar Rp 55 juta atau lebih itu adalah sebagai bentuk subsidi silang kepada rekan-rekannya yang tidak mampu. Berpahala lho itu…

Pos ini dipublikasikan di Seputar ITB. Tandai permalink.

32 Balasan ke Masuk ITB dengan Biaya Subsidi? Bisa Saja, Jangan Takut.

  1. Orang Miskin berkata:

    75% dari 55juta rupiah masih 13,75 juta rupiah
    SPP 5 juta rupiah
    biaya lain-lain(kos,transport dari kampungdll) 2juta rupiah
    jadi total kurang lebih 20juta rupiah harus disediakan untuk awal masuk..

    waduh, masih mahal pak….
    ternyata SNMPTN berkedok USM dong nih..,
    berarti harus berbohong nih buat surat miskin , biar dapat 100% subsidi,,
    hahaha

    • rinaldimunir berkata:

      Tidak perlu berbohong. Kalau memang benar2 tidak mampu, subsidi 100% dapat diperoleh. Bahkan, ada beasiswa Bidik Misi dari Diknas buat calon mahasiswa yang tidak mampu. Banyak jalan untuk memperoleh beasiswa.

      • Orang Miskin berkata:

        saya bukan gak mampu sama sekali atau miskin sekali…
        tapi hanya ingin membayar sesuai dengan kemampuan pak…
        klo bayar maksimal 10juta masih mampu kok, ,..
        lah ini minimal 20 juta,,,

        “nasib-nasib yg gak masuk golongan miskin atau golongan kaya”…..

  2. santi berkata:

    kalo misalkan mau dapet beasiswa 100% tapi jumlahnya udah lebih dari 20% mahasiswa, berarti yang lain gak bisa dapet beasiswa 100% y?
    khan pasti ga sedikit tuh orang yang ga mampu bayar 55 juta

    • rinaldimunir berkata:

      Pertanyaan sulit. Saya tidak tahu juga bagaimana solusinya. Pokoknya ikut test dulu deh, mudah2an diterima di ITB. Kalau udah diterima, bagaimana ITB menyelesaikannya saja nanti. Atau, siapa tahu Pemerintah turun tangan memberi bantuan.

      • Orang Miskin berkata:

        baca kalimat ini:
        “ITB mempersiapkan subsidi 100% ini bagi MINIMUM 20% mahasiswa yang akan diterima, yakni untuk lebih dari 600 mahasiswa baru”

        jadi minimal 20% maksimal 100% dapat menerima subsidi

        – masih tetap ingin masuk itb dan memanipulasi data-data-

    • hanson berkata:

      20% itu banyak kok, sekitar 600 orang🙂
      dari info yg saya dapat, tahun kemarin kuota itu tidak terpenuhi semua, jadi yang walau tidak sedikit orang yg tidak mampu bayar 55 juta, tapi lebih sedikit lagi orang yg tidak mampu bayar 55 juta namun mampu/lolos seleksi

  3. Imam berkata:

    untuk yg komentar di atas, betul, memang 20% itu minimum. Artinya jika memerlukan beasiswa penuh lebih dari 20%, tetap ada kemungkinan tetap dapat semua (tentunya ITB harus lebih rajin untuk nodong pada sponsor agar dapat memberi beasiswa bagi semua yang memerlukan)

  4. Probabilitas untuk bisa lolos masuk jurusan astronomi kira2 berapa ya mas??
    saya daftar lewat jalur snmptn undangan, katanya 60% calon mahasiswa diterima dari sana?? bener ga?

  5. elf berkata:

    maaf kak,
    kalo seandainya kita diterima dan kita nggak mampu
    itu PASTI ada pegurangan ya kak?
    Trus itu cuma ke BOP nya aja??
    kuliahnya sebenarnya ia nggak sih kak?

    • Finni berkata:

      Yang penting lulus dulu dan kalau tidak mampu urus surat2 yang menunjukkan ketidakmampuan kita (misal surat dari lurah atau bukti penghasilan ortu, pembayaran listrik/PAM). Setelah itu cari informasi beasiswa. Kalau masuk ITB aja bisa, masak cari beasiswa dan menyiapkan surat ket tidak mampu aja tidak bisa? Jangan menyerah dulu sebelum resmi diterima sebagai mahasiswa. Banyak jalan kalau sudah lulus diterima sbg mahasiswa.

  6. yeni berkata:

    maksudnya hanya yg dari awal beminat prodi astronomi, meteorologi dan oseanografi apa pa?????…..apa berarti saat memilih pilihan ptn pada itb hanya boleh jurusan itu baru dapat subsidi????

  7. kim berkata:

    aya,,,kasy tw dong muwa rincian biayany pas awal masuk????
    da yg bilang slaen bayar BPP m BPM,,qt uga harus bayar uang pendaftaarn m matrikulasi??
    dong >20 jta

  8. anak bandel berkata:

    wahh.,
    saya bisa berkesempatan masuk itb donk.,
    makasih atas infonya

  9. alex berkata:

    rata2 mahasiswa ITB berasal dari keluarga dengan ekonomi kelas menengah. kuota 20% tak kan terpenuhi. keliatan banget kalau SNMPTN ini hanya proyek cari duit. Banyak yang berdalih bahwa tingginya biaya operasional, menjadi penyebab hal ini. GAK KREATIF BANGET ITN. masa harus membebankan biaya kepada para mahasiswa.

    • alex berkata:

      rata2 mahasiswa ITB berasal dari keluarga dengan ekonomi kelas menengah. kuota 20% tak kan terpenuhi. keliatan banget kalau SNMPTN ini hanya proyek cari duit. Banyak yang berdalih bahwa tingginya biaya operasional, menjadi penyebab hal ini. GAK KREATIF BANGET ITB. masa harus membebankan biaya kepada para mahasiswa.

  10. orang tidak kaya dan tidak miskin berkata:

    bagaimana ini?
    kalau saya lulus kira” begini,
    75% BPPM = 13,5 jt ??
    semesteran 5 jt tanpa subsidi ??
    matrikulasi?
    tetek bengek laen?
    20jt pasti lebih untuk awal masuk,
    padahal SNMPTN loh???
    jelas-jelas USM yang berkedok SNMPTN

  11. Angga berkata:

    bukannya udah dibilang akan dilihat dari penghasilan orang tua?? dan pastinya bukan cuman dari penghasilan orang tua saja, tapi juga berapa jumlah tanggungan dari orang tua dan data-data lain.
    setau saya, data2nya juga harus dilengkapi dengan daya listrik di rumah, status rumah itu rumah milik atau sewa atau numpang, dll…
    Jadi kalau mengajukan 0% biaya dan memang pantas, insya allah dapat.
    Dan kalau memang tidak dapat pun, ITB tidak akan men-DO karena alasan biaya tanpa adanya usaha dari kedua belah pihak terlebih dahulu.
    Oiya, di ITB itu beasiswanya banyak banget, saking banyaknya ada yg bisa dapat double atau triple beasiswa sekaligus.
    Di ITB juga banyak peluang bagi mahasiswa utk mencari uang yang halal, asal jeli mencari.
    jadi bagi yang merasa tidak mampu untuk membayar, jangan dijadikan alasan untuk mundur sebelum berperang. saya punya beberapa teman yang benar-benar tidak mampu, tapi bisa kuliah tanpa harus membayar sepeserpun dari awal kuliah sampai lulus.

    • Finni berkata:

      Sepakat,, jangan karena ketidakmampuan akademis,, duit dijadikan ‘excuse’ untuk kalah dulu sebelum berperang,,, Saya alumni ITB dan teman2 mahasiswa ITB saya nilai cukup banyak yang tidak mampu bahkan miskin tapi mereka pantang menyerah dan berprestasi… So ?

  12. ny v h berkata:

    diperlukan orang2 yg ringan tangan n rendah hati utk nunjukan jalur2 yg harus ditempuh pencari beasiswa demi mengangkat derajad pendidikan orang muda

  13. nura berkata:

    betul, saya rasa itb hanya utk anak2 dr kalangan berada atau utk anak2 yang gaji orang tuanya di bawah UMR
    nasib jadi anak pintar tp memiliki orang tua dengan gaji sedikit diatas UMR memang mungkin digariskan tidak bisa masuk ITB. Mungkin orang2 yang mempromosikan bahwa “masuk ITB murah” bisa mengganti judul artikelnya. Judulnya seharusnya mungkin ” Murah bagi siswa yg orang tuanya bergaji diatas UMR namun mahal utk siswa yg orang tuanya bergaji sedikt di atas UMR” … supaya tidak terlalu memberi harapan bagi mahasiswa pas2an.
    Jujur sajalah dengan keadaan tersebut. Salam

  14. kumala berkata:

    maaf mau bertanya.
    kalo yang SBM apa benar2 tidak ada keringanan untuk keluarga ekonomi menengah?

  15. corleone berkata:

    kak subsidi BPPM 100% itu merupakan beasiswa Bidik Misi atau terpisah ? Thx

  16. Muhammad Salman Alfarisi berkata:

    kebanyakan menyatakan tentang calon mahasiswa yg tidak mampu, dan itu perlu bukti dg standard dr ITB. Klo misalkan keluarga berpenghasilan lebih dr standard yg d tentukan, tp pengeluarannya lebih besar dr penghasilan karena harus membiayai anak pertama mskpun sudah menikah, anak ke 2 yg masih kuliah, anak ke 3 (saya) yg sudah lulus SMA, belum kuliah, dn ingin kuliah d ITB, dan anak bungsu yg masih sekolah d pesantren yg tentunya tidak murah itu bagaimana? klo misalkan harus pake surat keterangan tidak mampu mungkin kami termasuk mampu. tp dalam kehidupan, orang tua saya kewalahan masalah biaya, hingga tahun ajaran kemarin, saya gagal kuliah d luar negeri karena biaya.
    klo kondisinya kaya gini gimana ya pak?

  17. Aisyah Puspasari berkata:

    iya kalo buat orang tua pas-pasan gmn? kayaknya emang buat yang bener-bener miskin atau kaya. kalo buat ekonomi menegah alias pas-pasan kurang mendapat tempat. orang tua penghasilan memang di atas umr, tapi masih ngebiayain kuliah 3 kakak saya. kalaupun di awal ada ada kompensasi. terus buat biaya per semester gmn? soalnya aku musti ngekos juga.

    • Finni berkata:

      Di dalam ITB banyak sumber beasiswa yang bahkan bisa diperoleh oleh golongan mampu tapi pas-pasan seperti saya.. Beasiswa dalam bentuk asrama juga ada jadi ga perlu ngekos🙂

  18. Randy Mukti berkata:

    Bissmillah, Positive Thinking😀

  19. leni fatkhiyah berkata:

    maksudnya subsidi minat bagaimana?

  20. Kris berkata:

    SBM ITB bener-bener ga ada subsidinya ?😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s