Menipu Dosen PT via SMS, Modus Sudah Basi, tetapi Masih Tetap Ada

Seorang kolega di ITB menerima SMS dari seseorang dengan nomor HP: +6287840058307. Bunyinya seperti ini:

Saya Prof.Dr.Carmadi Machbub (Wakil Rektor ITB) Kemarin saya terima Undangan Seminar dari DIKTI tgl 26-27 Maret 2011 di Grand Hotel Shangrila surabaya Untuk Bpk.Eko Purwono, Undangannya bisa diambil hari kamis jam 10 Pagi diruangan saya, kebetulan sekarang saya masih di Bogor ada acara keluarga, (Biaya Transfortasi & Akomodasi ditanggung Oleh DIKTI 10jt Untuk Masing-masing Peserta) Untuk Penerimaan dana Transfortasi & Akomodasi Untuk Peserta Hubungi Bapak Koordinator Kopertis Wilayah IV Jabar Prof.Dr.Ir.H.Abdul Hakim Halim,MSc di No Hp Beliau 08155066138, dihubungi Sekarang Sudah ditunggu..!

Modus penipuan yang sudah basi, namun anehnya masih saja ada orang mencari duit dengan model seperti ini. Yang jadi sasaran adalah dosen Perguruan Tinggi. Pura-pura ada undangan seminar dari DIKTI di Bali atau di Jakarta, dengan iming-iming bantuan dana seminar sebesar 10 juta (bagi dosen PNS atau dosen yang penghasilannya pas-pasan, angka segitu lumayan menggoda). Lalu calon korban diminta menghubungi seseorang (biasanya Kepala Kopertis) untuk transfer dana. Ceritanya mudah ditebak, calon korban diarahkan ke ATM untuk menerima transfer dana. Lalu..lalu…dan seterusnya, bukannya untung, malah buntung.

Bagi calon korban yang masih sadar, seharusnya bisa ngeh melihat kejanggalan sbb:
1. Lihatlah gaya bahasa SMS itu, acak adut, tidak menunjukkan kualitas orang bergelar profesor. Mana titik mana koma tidak jelas, mana yang pakai huruf besar dan mana huruf kecil kacau semua. Tata bahasanya benar-benar buruk. Ini penipu sepertinya keluaran SD atau tidak lulus SMA. Parahnya lagi, kata “transfortasi” ditulis dengan huruf “f”, bukan “p”. Ketahuan juga ini orang dari suku mana (piss ya :-)).

2. Mana ada Wakil Rektor sempat-sempatnya punya waktu mengirim SMS pemberitahuan seminar kepada para dosen, hanya untuk urusan ecek-ecek seperti itu? Kan dia bisa menyuruh stafnya atau pegawainya untuk memberitahu atau menelpon kepada para koleganya di kampus.

3. Mana ada Ketua Kopertis sampai berurusan mentransfer uang seminar kepada dosen PT? Kurang kerjaan kali dia sampai urusan tetek bengek itu dilakukan olehnya via ATM. Lalu, apa kerja para staf atau pegawainya kalau begitu?

Hmmm…. apakah penipu pulang dengan tangan hampa? Jika dia mengirim SMS kepada 1000 orang dosen saja (apalagi sekarang banyak paket hemat dari operator seluler memberi gratis 1000 SMS kepada pelanggan), kira-kira 1% saja ada yang nyangkut, maka dia sudah dapat 10 orang yang tergiur masuk perangkap. Sepuluh orang dikali 10 juta rupiah, dia sudah dapat 100 juta tanpa kerja keras. Paling buruk 0.1 % deh, maka ada 1 orang yang masuk perangkapnya, dan itu sudah 10 juta. Lumayan.

Harap diingat, penipu makin canggih dan makin kreatif memainkan jurus tipu-tipu, jadi waspadalah…

Pos ini dipublikasikan di Gado-gado, Seputar ITB. Tandai permalink.

2 Balasan ke Menipu Dosen PT via SMS, Modus Sudah Basi, tetapi Masih Tetap Ada

  1. joni berkata:

    ..bagi dosen (ITB) yang penghasilannya pas-pasan, angka segitu lumayan menggoda…

    Pak, mohon tanggapan pendapat seorang dosen senior yang mengatakan dari dulu gaji dosen itu sudah tinggi.. dilihat dari jumlah jam kerja dia yang efektif ngajar, jadi singkatnya man/hour-nya sebetulnya tinggi. Jangan dilihat per bulan. Sebab di sela mengajar Pak dosen masih bisa mroyek, pake fasilitas kampus (rakyat) dsb. Bandingkan dengan tenaga profesional di kantornya, lihat jam kerjanya dan gajinya.

    Thanks

    • rinaldimunir berkata:

      Bagi sebagian dosen, gaji boleh kecil, tetapi lihat THP (take home pay) nya. Jadi, apa yang dimaksudkan dosen senior itu adalah THP, bukan gaji. Memang ada dosen yang seperti itu, punya penghasilan tambahan dari mroyek, mengisi seminar, menulis, mengajar di luar, membimbing skripsi, dll. Selama pekerjaan itu tidak mengganggu tugas pokok di kampus asalnya, saya kira tidak masalah dan bisa dimaklimi, dan tidak ada larangan atau aturan soal itu. Yang penting dia tidak lalai menjalankan tugas akademik di kampus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s