Oleh-Oleh dan Bayangan Wajah Berseri

Setiap kali pulang dari kantor dan sampai di depan rumah, anak saya langsung berlari menyongsong menyambut saya seraya bertanya: “Ayah bawa makanan?”. Ah, rasa lelah langsung hilang begitu saja setiap kali disambut anak dengan senyuman dan teriakan riang. Betul kata ibu saya dulu, suatu saat ketika anak saya sudah bisa berlari, dia akan langsung keluar menyambut ayahnya pulang begitu suara motor saya memasuki halaman rumah. Anak kecil dimana-mana pasti gembira ketika ayahnya pulang kerja pada sore hari. Memang anak itu adalah permata hati yang tidak ternilai harganya. Alhamdulillah Allah SWT memberi saya amanah tiga orang anak.

Kembali ke cerita di atas. Setiap pulang ke rumah anak saya selalu bertanya apakah saya membawa makanan. Yang dia maksud dengan makanan adalah camilan ringan kesukaan anak-anak. Oleh karena itu, sebelum sampai ke rumah, saya biasanya mampir dulu ke minimarket untuk membeli buah tangan yang ditunggu anak saya. Setiap hari selalu begitu. Bila saya pulang dengan tangan hampa, mereka menunjukkan wajah kecewa.

Membeli oleh-oleh guna dibawa pulang sudah menjadi kebiasaan saya sejak dulu. Kemanapun saya pergi, pasti selalu terpikir membawa buah tangan untuk orang di rumah. Setiap kali saya pergi ke luar kota, maka saya selalu mencari oleh-oleh apa yang akan dibawa pulang. Kalau tidak makanan, ya pakaian atau mainan buat anak. Terkadang ketika sudah chek-in di Bandara saya suka keliling dulu melihat-lihat toko di dalam Bandara, barangkali ada kaos buat anak atau seuatu yang unik buat dibawa pulang. Begitu juga kalau ke luar negeri, saya suka jalan ke pasar membeli sesuatu buat orang di rumah. Memilih-milih barang, tawar menawar jika bisa ditawar, lalu menghitung-hitung harganya dalam rupiah. Wajah-wajah orang di rumah selalu terbayang, mereka pasti menunggu saya. Biasanya buat tetangga saya juga tidak lupa membagikan oleh-oleh makanan. Bila orang lain merasa repot atau ribet kalau membawa barang-barang buat oleh-oleh, maka saya sebaliknya, selalu merasa senang meskipun barang bawaan menjadi bertambah. Tidak perlu merasa repot, toh yang membawa barang-barang itu pesawat atau mobil.

Saya juga punya kebiasaan setelah shalat Jumat di Masjid Salman, biasanya saya tidak langsung ke kantor, tetapi singgah dulu melihat-lihat barang dagangan pedagang kaki lima di pasar kaget yang tercipta di Jalan Ganesha setiap hari Jumat. Saya suka lihat-lihat barang mainan anak-anak yang dijual pedagang di situ, siapa tahu ada yang bisa dibeli buat anak. Kadang-kadang juga ada buku cerita atau buku bergambar yang harganya sepuluh ribu tiga. Those are for my sons at home, from daddy.

Bila saya ingat-ingat, kebiasaan membawa oleh-oleh itu sudah saya lakukan sejak masih kuliah di Bandung. Meskipun masih mahasiswa dan mengandalkan kiriman uang dari orangtua, selalu saja saya sempatkan membeli oleh-oleh untuk dibawa ke Padang. Biasanya yang saya beli adalah makanan yang jarang ada di Padang (kala itu). Begitu sampai di rumah, saya sudah tidak sabar membongkar barang bawaan dan membagikan oleh-oleh dari Bandung. Tidak perlu istirahat dulu menghilangkan capek, langsung saja dibagi dan dimakan orang serumah.

Saya pikir, itulah cara membuat orang-orang di rumah tersenyum bahagia menerima oleh-oleh dari saya. Sama seperti anak saya di rumah, sebelum sampai ke rumah saya sudah membayangkan wajah anak di rumah tentu gembira menerima buah tangan yang saya bawa. Apalagi bila buah tangan itu adalah barang yang ia idam-idamkan selama ini.

Sore nanti saya akan singgah lagi di minimarket membeli makanan kesukaan anak-anak. Setiap membuka pintu, anak saya, terutama yang bungsu pasti akan bertanya: Ayah bawa makanan?

Pos ini dipublikasikan di Gado-gado. Tandai permalink.

6 Balasan ke Oleh-Oleh dan Bayangan Wajah Berseri

  1. rosa berkata:

    Iya Pak, anak saya juga suka gitu😀.

  2. langitlembayung berkata:

    wah pak, saya malah jarang pulang……

  3. yunita berkata:

    so touchy…..
    simpel yg dilakukan, tapi efeknya luar biasa🙂

  4. lanny berkata:

    yang namanya oleh-oleh, tidak memandang besar kecil, tua muda, perempuan laki, kaya miskin, pasti akan senang jika menerimanya. sebab memberikan oleh-oleh adalah salah satu bentuk mengungkapkan kasih sayang.

  5. Athamiri's Mommy berkata:

    jadi inget sama bapak ku..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s