Terkenang Lagu “Anak Salido”

Siang-siang yang panas ini, seusai shalat Jumat dan makan siang, timbullah rasa kantuk. Sambil kepala terangguk-angguk menahan kantuk, saya mendengarkan lagu Minang lawas dari situs Youtube. Judul lagunya adalah Anak Salido, didendangkan oleh penyanyi batak tahun 70-an yang serba bisa, Eddy Silitonga. Klik video di bawah ini:

Memang sungguh nikmat mendengar lagu Anak Salido yang melankolik ini. Rasa melayang-layang pikiran ini jauh ke negeri Ranah Minang. Lagu ini adalah salah satu lagu Minang kesukaan saya selain lagu Sayang Tak Sudah dari penyanyi (alm) Tiar Ramon. Pertama kali saya mendengarkan lagu Anak Salido adalah ketika masih SMA. Lagu Anak Salido bercerita tentang pemuda(i) dari negeri Salido yang pergi merantau karena dikecewakan cintanya oleh kekasih hati. Lagu ini diciptakan oleh (alm) Huriah Adam dan dulu dipopulerkan oleh penyanyi Lily Syarief dan Elly Kasim. Berikut ini lagu asli Anak Salido yang dinyanyikan oleh Elly Kasim.

Tak bosan-bosan saya mendengarkan lagu Anak Salido, bahkan kalau hati lagi gundah gulana saya sering menyanyikannya seorang diri di malam hari. Ketika anak masih bayi, saya sering pula mendendangkan lagu Anak Salido sebagai salah satu lagu pengantar tidur.

Anak Salido, anak Salido ka parantauan
pandan dibaok, pandan dibaok ka dipadagangkan
dunsanak tido, ondeh tuan manga bajalan
kasia badan, kasia badan kaditompangkan

Sungai Tanang, Sungai Tanang tapian mandi
rang Bukittinggi, rang Bukittinggi mandi bakawan
kasiah sayang bakeh tuan tatuntuang habih
manga kok kini, mangka kok kini tuan rangguikkan
tagamang badan, tagamang badan ndek ditinggakan

Terjemahan dalam Bahasa Indonesia:

Anak Salido, Anak Salido pergi merantau
membawa pandan, membawa pandan untuk diperdagangkan
sanak suadara tidak ada, mengapa tuan pergi berjalan
pada siapa badan akan menumpang

Sungai Tanang, Sungai Tanang tempat mandi
Orang Bukittinggi, orang Bukittingi mandi dengan kawan
kasih sayang tuan kenapa sudah habis
mengapa sekarang, mengapa sekarang tuan renggutkan
tergamang badan, tergamang badan karena ditinggalkan

Salido, sebuah negeri yang jauh di seberang lautan sana. Tahukan anda dimana Salido itu? Salido adalah nama daerah di pinggir laut di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Dari daerah pesisir ini lahirlah musik rebab yang diberi nama rabab pasisie. Saya belum pernah ke Salido, tetapi melewatinya hampir saja pernah. Akhir tahun lalu ketika liburan ke Padang kakak saya membawa kami ke Pantai Carocok di Painan, Kabupaten Pesisir Selatan. Perjalanan ke pantai Carocok pasti melewati daerah Salido. Namun, belum sampai ke pantai Carocok, anak saya yang paling kecil muntah-muntah karena mabuk perjalanan. Akhirnya rencana ke Pantai Carocok gagal namun negeri Salido sudah berhasil disinggahi.

Lihatlah foto di bawah ini tentang keelokan daerah Salido yang menghadap Samudera Hindia (foto diambil dari sini).

Negeri-negeri di pinggir laut itu sekarang sedang dirundung kekhawatiran, yaitu tsunami. Ancaman tsunami akibat gempa megatrust dari sesar aktif Mentawai sudah diprediksi oleh para ahli geologi, namun tidak seorangpun pernah tahu kapan peristiwa itu akan terjadi. Prediksi dari para pakar geologi itu seolah-olah menjadi kabar “kematian” bagi warga di pinggir laut pantai barat Sumetera, termasuk negeri Salido. Jika tsunami besar betul-betul terjadi (mudah-mudahan saja tidak), luluh lantaklah negeri Salido dan negeri-negeri lain di pesir barat Sumatera ini. Mungkin yang akan tetap terkenang dan lestari adalah lagu Anak Salido yang melankolis ini.

Pos ini dipublikasikan di Cerita Ranah Minang, Lagu yang berkesan. Tandai permalink.

14 Balasan ke Terkenang Lagu “Anak Salido”

  1. Alris berkata:

    Ambopun suko jo lagu itu, pak. Nan ambo suka penyanyi Minang Tiar Ramon, Yan Juned, Samsi Hasan, Zalmon.

  2. Djufri Mangkuto berkata:

    Saya juga begitu wahai sdr Rinaldi Munir, kadang terisak n air mata mengalir tanpa kusadari jika mendengar lagu tersebut. Walau saya lahir dan dibesarkan di Medan tetapi jika mendengar lagu2 lama Elly Kasim rasa bergetar segalanya… Remoh…. sinar riau… ngarai sianok dlll akan abadi bersamaku …….. Terima kasih Uni Elly Kasim, salam saya yg teramat dalam. Rasa ingin bersua dengannya…. tapi bagaimanalah ……. .

    • rinaldimunir berkata:

      Gitu ya, Pak Djufri? Memang lagu minang lawas sungguh enak didengar, beda dengan lagu zaman sekarang yang serba instan dan lirik lagu yang asal-asalan.

      Uniang Elly Kasim sekarang sudah jarang bikin album. Lagu Elly Kasim yang saya sukai adalah Ngarai Sianok, Anak Salido, Bayangan Uda, dan Sinar Riau. Sama kita ya.

  3. Djufri Mangkuto berkata:

    kalau adalah : blog : penggemar (maniak/c ?) elly kasim …. saya pendaftar pertama … djufri_m@yahoo.co.id

  4. I Olahraga berkata:

    Wah makasih ceritanya..

  5. marjangkung berkata:

    bacarito tantang nagari nan dicinto memang indak habih-habihnyo.
    singahlah sabanta di blog: marjangkung.blogspot.com
    Caritonyo sebagian pakai bahaso minang bebas ko sakadar melapeh rindu awak-awak nan dirantau.
    mohon maaf jiko caritonya baru saketek karena alun sempat juo untuk manambahnyo, walau alah ado konsep nan dibuek tapi alun diedit

  6. Hii…Artikel yang menarik… saya punya Sebuah blog berisi kumpulan/koleksi lagu anak-anak (lirik,not angka balok,accord/kord/kunci, MP3, MP4, Video terbaru).Blog kumpulan lagu anak/children songs (untuk TK, paud,sekolah Pendidikan Anak Usia Dini) yang edukatif,inspiratif,motivatif (dg gerak & lagu, Islami&umum), serta artikel menarik tentang anak-anak dan keluarga, dongeng/cerita pendek/cerpen/short story tale inggris-indonesia bergambar,tips parenting.Bisa di download GRATIS.Salam Cinta Lagu2anak.

    Silakan klik ID saya di atas, atau klik http://www.lagu2anak.blogspot.com

    Terima kasih

  7. melisa berkata:

    ambo sangaiklah suko pulo jo lagu iko…

  8. rayyan1431 berkata:

    Pak Rinaldi, untuk syair ini :”kasiah sayang bakeh tuan tatuntuang habih” …
    sepertinya untuk terjemahan lebih mendekati dengan kalimat : “kasih sayang kepada tuan tercurah habis”…🙂
    Ini sih pendapat pribadi saya jika menelaah lagu tersebut…
    Hm, negeri Salido..saya dulu sering melewati negeri tersebut dan pernah menginap semalam di rumah teman yg asli Salido.. Dulu, teman-teman dari Pasisia Selatan (dan juga dari daerah lain di Minang) banyak yg bersekolah (kejuruan) ke Padang. Sekarang, sudah jarang sekali karena masing-masing daerah sudah mulai membuka sekolah kejuruan di daerahnya sendiri.

  9. Falah berkata:

    Iyo bana lagu anak Salido kok yo sero didanga. Pernah ambo download lagu anak salido katiko tugas di semarang. Banyak nan mambaokan lagu ko kini, penyanyi baru Cilene Dion ikuik pulo manyanyikan, suaronyo mantap, ndak kalah dek suaro Cik Uning Ely Kasim.
    Ibo ati mendanga lagu ko.

  10. Ping balik: Lagu Anak Sekolah Minggu Bahasa Batak | Song Lyrics

  11. Harold Kew berkata:

    Klo sadang di rantau mandanga lagu ko…iyo gak taibo Hati..Pak..
    Takana waktu awal2 merantau…..

    “dunsanak tido, ondeh tuan manga bajalan
    kasia badan, kasia badan kaditompangkan”

    • Falah berkata:

      Kalau marantau induk samang cari dahulu, itu tampek menumpang, elo elok laku jo kawan baru, kok ka lai dibawok karajo atau mangaleh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s