Rumah Makan Masakan Padang Pertama di Kota Padang

Ketika pulang ke Padang minggu lalu, ada satu pemandangan yang janggal. Saya dan teman-teman alumni SMP 8 makan siang di Restoran Sederhana di dekat GOR H. Agus Salim. Pemandangan yang janggal itu adalah tulisan “Masakan Padang” pada papan nama restoran itu, seperti pada foto yang saya jepret di bawah ini:

Tentu saja janggal, sebab di Padang — di negeri asalnya sendiri — restoran waralaba “Sederhana” masih perlu menuliskan “Masakan Padang” pada papan namanya. Apakah gambar rumah adat minang dan bangunan restoran yang berasitektur rumah gadang belum cukup menjelaskan identitas masakannya?

Di Jawa restoran Sederhana itu tersebar di mana-mana, di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan sebagainya. Maklum sistem pemasarannya adalah waralaba — sebagaimana pada Restoran Simpang Raya — sehingga siapapun dapat membuka rumah makan berlabel “Sederhana” ini asal punya modal. Embel-embel “Masakan Padang” seolah-olah menjadi “wajib” dicantumkan pada setiap rumah makan khas minang di luar Provinsi Sumbar untuk menegaskan identitas masakannya, termasuk restoran Sederhana itu.

Di Padang dan di Sumatera Barat sendiri tidak ada rumah makan padang, juga tidak ada tulisan “Masakan Padang” pada papan nama rumah makannya. Orang Minang menyebut masakannya dengan “masakan urang awak”. Masakan urang awak itu banyak ragamnya tergantung pada daerahnya, ada masakan khas Kapau, masakan khas Payakumbuh, masakan khas Sijunjung, masakan khas Pariaman, dan lain-lain. Lain nagari lain pula jenis masakannya. Penamaan “masakan Padang” hanya mengacu pada masakan khas dari kota Padang saja. Orang dari Bukittinggi misalnya, tidak senang disebut “orang Padang”, begitu pula masakannya mereka tidak mau disebut “masakan Padang”. Penamaan “masakan Padang” adalah dari segi kepraktisan saja, karena orang di luar Sumbar tentu tidak mengenal nama Bukittinggi, Payakumbuh, Sawahlunto, dan sebagainya. Mereka hanya mengenal Padang, orang Padang, dan tentu saja masakan Padang.

Oleh karena itu, pencantuman tulisan “Masakan Padang” pada restoran Sederhana yang di Padang itu tentu berlebihan. Kata anak muda zaman sekarang: lebay. Barangkali inilah rumah makan masakan Padang pertama di kota Padang. Nama rumah makannya sederhana, tapi harga makanannya tidak sederhana.

Tulisan ini dipublikasikan di Cerita Ranah Minang. Tandai permalink.

14 Balasan ke Rumah Makan Masakan Padang Pertama di Kota Padang

  1. reiSHA berkata:

    Sederhana maksudnya setelah makan di sana mesti hidup sederhana pak :D

  2. Yanti berkata:

    Saya baru sekali makan dengan keluarga disana. Hal itu disebabkan rumah ibu saya di seberang banda bakali (banjir kanal) atau lebih tepatnya di Puruih Kabun , jadi dekat sekali dengan rumah ibu, mending makan di rumah ibu kan ?Kedua, rasanya ada yang gak sreg dengan masakannya, gak tau apa yang kurang itu. kalau harga, relatiflah…

  3. Ipam berkata:

    pak, mau minta rekomendasi pak. kalau RM masakan padang dg bumbu yang “maknyuss” dan “nyamleng” di Bandung sepengetahuan bapak dimana ya? kecewa nih pak, banyak warung yg masang nama masakan minang tapi bumbunya ndak se-”minang” yang dibayangkan. Boleh pak bagi infonya, hehehe, kayaknya bapak banyak referensi nih.

  4. Is Sikumbang berkata:

    Wah ini sejarah masakan padang di ada padang, perlu di cari tahu juga warteg udah ada nggak ya di Tegal?

  5. Haslizen berkata:

    Memang aneh bila ada rumah makan Padang di kota Padang, mereka yang memberi nama rumah makan padang misal cabang anu di kota anu, ini adalah contoh pengusaha rumah makan yang tak percaya akan usahanya. Kalau rumah makan, yang dijual itu rasa bukan merek, kalau rasa enak orang akan ramai datang, biar apapun nama rumah makan asal jangan nama jelek. kalau memberi nama rumah makan misal rmah makan Rajo Mudo masakan Minang, maka pengusaha itu bisa membuat segala macam jenis masakan berasal dari minang (pesisir dan darek). Ingat kalau di Minag yang ad adalag randang darek bukan randang padang. Memang lucu ada rumah makan padang ada di ranah Minang. perlu di ingat rumah makan Padang tidak sama dengan rumah makan Minang, terlihat dari cara menghidangkan dan citarasa. kalau di rantau makan di jawa rumah makan padang rasanya manis, anehkan? Tidak dapat dibanggakan dengan rumah makan Padang yang rasa manis ini. Ciri minangnya tak ada lagi. itulah rumah makan padang. Apakah juga begitu di kota Padang. Kalau begitu sedih rasanya hati ini apa lagi bila ditinjau dari sisi pariwisata. Waktu kami pulang tahun lalu kami juga lihat nama itu sambil ketawa, kok begini pengusaha rumah makan di kota padang? seperti tak percara dengan bumbu minang yang diusungnya atau memang hanya bumbu masakan padang, ndak tahlah. Bila demikian masakan Minag tak akan muncul diarena kuliner nasional dan intenasional. Itulah sisi negatif dari masakan Padang dan rmah makan padang di kota Padang. Mungkin ada juga di kota-kota lain di Sumbar, seperti di Padang, kami tak tahu. Mudah mudahan kota-kota lain tidak mengikuti kota Padang. yang kebanggaannya sebagai orang Minang sudah luntur. Mereka (sasanak/sahabat) inilah yang mengaku orang Padang. bukan orang minang.

  6. ikrim berkata:

    itu kan biar meyakinkan aja pak

  7. Da'ans berkata:

    Mungkin ada Rumah Makan Sederhana Masakan TegaL…. nkaleeee…..

  8. Hendri Ma'ruf berkata:

    Saya melihatnya sebagai suatu fenemona biasa, bahwa masyarakat berubah. Perubahan itu dimulai dari yang kecil, meski bisa menimbulkan aneka ragam reaksi.

  9. Hendri Ma'ruf berkata:

    … fenomena (bukan fenemona :-) )…

  10. fauzi berkata:

    he he…nama rumah makan sih boleh sederhana…dan untuk masuk kesana juga ” sederhana ” kok nggak sulit..hanya ketika mo keluar…naaaa baru …nggak se-sederhana namanya..he he..dalam karuak saku nyo kawannnn…..

  11. wisan berkata:

    Yaa karena merknya sudah dipatenkan kemungkinan tidak mudah untuk dirubah.

  12. Liem berkata:

    Nama rumah makan ini saya pikir sangat tepat …. ya Sederhana …. Rasanya tak lebih dari rumah makan kecil kebanayakan di kota padang …. Ternyata hampir semua orang padang mentertawakan Masakan Padang nya Sederhana………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s