“Surat Cinta” dalam Lembar Jawaban Ujian

Ketika saya memeriksa berkas ujian mahasiswa, ada saja pengalaman menarik yang saya temukan dalam lembar jawaban mereka. Ujian di tempat saya semuanya soal bertpe essai sehingga mahasiswa memberi jawaban yang terbuka. Membuat soal essai memang relatif mudah tetapi memeriksanya melelahkan dan membosankan. Saya harus membaca semua tulisan mahasiswa dari atas sampai bawah lalu memberikan nilai. Dalam sebuah kelas yang diikuti 130 mahasiswa berarti saya harus membaca 130 lembar jawaban ujian. Bosan sih bosan karena mengulang-ulang pekerjaan yang sama, tetapi ya dinikmati sajalah.

Nah, kadang-kadang ada saja hal yang lucu di dalam lembar jawaban ujian itu. Pernah ada mahasiswa yang menggambar kartun komik Jepang di dalam lembar jawaban. Mungkin mahasiswa ini sudah mentok berpikir akhirnya menggoret-goretkan pensilnya dengan menggambar kartun. Kreatif juga, sepertinya dia penggemar manga atau komik Jepang.

Namun yang sering saya temukan adalah tulisan pada lembar terakhir. Nah, isinya curhat tentang dirinya yang tidak siap ujian sehingga dia tidak bisa menjawab sebagian besar soal. Mungkin maksudnya minta “pengertian” dari saya, kali.

Pak, mohon maaf saya tidak belajar semalam, jadinya saya nggak bisa menyelesaikan soal-soal ini.

Lho, belajar untuk ujian kok semalam sebelumnya? SKS kali, sistem kebut semalam, atau sistem kerja sangkuriang, he..he.., begitu tulisan balasan saya di bawah curhatnya.

Itu belum seberapa. Ada lagi yang curhatnya lebih panjang, seakan-akan dia menemukan tempat untuk mencurahkan kegalauan hatinya selama ini.

Pak, saya merasa gagal semester ini. Padahal saya sudah bertekad semester ini nilai saya harus lebih baik dari semester sebelumnya. Saya sudah mencoba konsentrasi untuk belajar, tapi tetap aja nggak bisa. Mungkin tahun depan saya harus mengulang mata kuliah Bapak.

Yang mengagetkan adalah curhatan tentang salah jurusan. Mahasiswi yang satu ini memang sejak awal semester kelihatan agak aneh. Dia tampak seperti orang gelisah, tatapan matanya pada setiap kuliah selalu kosong, entah apa yang dipikirkannya. Orangnya terkesan tertutup dan kurang gaul. Pada Ujian Tengah Semester (UTS) dia hanya menjawab 2 soal dari 8 soal yang saya berikan, selebihnya kertasnya kosong. Nah,pada saat UAS dia tidak menjawab soal sama sekali, tetapi hanya berisi satu “surat cinta” yang panjang. Begini bunyinya (tidak sama persis tetapi saya masih ingat dengan isinya):

Melalui tulisan ini saya memohon maaf sebelumnya kepada Bapak jika saya terkesan kurang sopan. Seharusnya saya tidak menuliskan di sini, tetapi saya bingung mau bagaimana lagi. Saya sebenarnya tidak cocok kuliah di Informatika. Minat saya sebenarnya adalah Kedokteran, namun orangtua saya memaksa saya memilih IF. Dari awal masuk IF hingga sekarang saya tidak begitu semangat kuliah. Saya sudah mencoba menyukai kuliah di IF tetapi tetap saja nggak mood. … dst..dst…

Ooo… itu toh masalahnya sehingga dia terlihat seperti orang bingung. Kasihan juga jika memilih jurusan bukan karena keinginan sendiri tetapi paksaan orang lain (orang tua). Padahal yang menjalani hidup nanti adalah anak, tetapi kenapa orangtua memaksakan keinginannya kepada si anak? Maksud baik orangtua belum tentu baik bagi anak. Mungkin orangtua si mahasiswi tersebut seorang dokter dan menginginkan salah satu anaknya ada yang menjadi dokter pula seperti dirinya.

Mahasiswi tadi akhirnya mengundurkan diri kuliah di ITB dan mendaftar ke PT lain. Saya kira dia menemukan jalannya dengan memilih Fakultas Kedokteran seperti yang dia idamkan, tetapi saya malah kaget ketika temannya memberi kabar kalau mahasiswi tadi malah “terdampar” di jurusan Informatika di sebuah PTS di Jakarta. Lho, jadi sebenarnya apa masalah dia ya? Tidak cocok dengan lingkungan ITB yang ketat atau salah jurusan? Jadi bingung. Atau, mungkin gagal tes masuk Kedokteran sehingga akhirnya balik lagi ke Informatika?

Curhat-curhat semacam itu saya namakan “surat cinta” dari mahasiswa. Semua “surat cinta” tersebut tidak mempengaruhi penilaian. Obyektif sajalah, saya hanya menilai jawaban ujian yang tertulis. “Surat cinta” tersebut anggap saja kenang-kenangan yang mungkin menjadi memori.

Pos ini dipublikasikan di Seputar Informatika. Tandai permalink.

21 Balasan ke “Surat Cinta” dalam Lembar Jawaban Ujian

  1. reiSHA berkata:

    Hihihi, lucu-lucu ya Pak😀

  2. saya pikir dari judulnya ada mahasiswa yang naksir teman sekelas terus salah tulis😀.
    setau saya di IF ada dosen yang S1 nya dokter bapak2 kalo ga salah.
    anak2 IF ini kan salah sedikit manusia super jenius yang ada di indonesia harusnya mereka bisa berkibar di bidangnya. setau saya tidak banyak anak IF yang S2 dan S3 di USA kenapa ya ??. apa ga minat ke Stanford, MIT dan CMU he he

    • rinaldimunir berkata:

      Ada, namanya Pak Oerip.
      Kebanyakan lulusan IF S2 dan S3 di Eropa dan Jepang. Kenapa? Karena tawaran beasiswa lebih banyak dari sana. Ada kok 1 orang yang kuliah S2 di MIT, 1 orang di CMU, dan beberapa orang di Texas, Michigan, dan California.

  3. langitlembayung berkata:

    Wow yang bikin surat cinta terakhir tadi udah lama ya Pak?

  4. rosa berkata:

    Hem, berarti Pak Rin dianggap friendly🙂 jadi pada berani begitu Pak heheheheee. Saya juga sering dapat surat cinta, dan temanya juga seperti surat cinta Pak Rin hehehheeee. Indahnya menjadi dosen😀.

  5. bisnisf3 berkata:

    Hemmm…saya inget saya sendiri waktu sekolah.. mau belajar harus pinter dulu.. , jadi bingung ..!?
    mksh suratnya.

  6. fans berkata:

    antara paragraf 9 dan 10 kayaknya gak konsisten deh isinya..eh apa sy yg salah ngerti ya? hehe..coba perhatikan kalimat terakhir paragraf 10 dan isi di paragraf 9…
    btw. aku kira tadi surat cinta mhs ke pak guru hihihi..jadi ingat jaman duluuuu waktu di plesiran hihihi..nice to remember

  7. rizky berkata:

    Wah, pak saya baru tahu kalau Bapak sering dapet “surat cinta”, dari judulnya saya pikir beneran ada yang nulis surat cinta, ternyata cuma istilah aja ya.
    hehe, untung saya nggak nulis yang macem-macem.

  8. ata berkata:

    saya pikir surat cinta ap.. masak lg ujian nyatain cinta lewat lembar ujian..hhaaa😀
    gak kepikiran ternyata surat cinta yg kayak itu toh yg dimaksud.
    (^)_(^)’

  9. Robby Permata berkata:

    hehe, saya juga pernah bikin pesan seperti ini waktu kuliah dulu.. tp beda kondisi Pak. waktu itu ada soal yg sangat susah (ada satu variabel X yg biasanya diketahui tp kali ini tidak, sehingga saya menganggap variabel tadi harus dihitung dg data2 lain yg diketahui di soal plus sedikit asumsi yg masuk akal. hal ini bisa saja di ujian kuliah teknik sipil karena ada juga dosen yg mengetes engineering judgement dg memberikan data terbatas, selebihnya asumsikan, dan asumsi yg masuk akal akan dinilai bagus) , dan saya sdh mati2an mengerjakannya di kertas ujian. ehhh, 30 menit menjelang selesai dosennya masuk dan bikin pengumuman : ‘maaf ya, ada data yg kelupaan di soal no sekian.. harusnya variabel X ini diketahui nilainya sekian..’😀

    jadinya semua hitung2an di kertas jawaban yg udh saya tulis jd gak valid semua.. hehe.. karena udh terlanjur gak mood, saya tidak lanjutkan lagi jawabannya dan bikin pesan : ‘karena saya sdh terlanjur menghitung nilai X dan ternyata baru diumumkan bahwa nilai nya diketahui, maka saya tidak lanjutkan lagi mengerjakan soal ini. lain kali jangan telat kasih pengumuman ya Pak’..😀 hehehe

    kl dipikir2 itu cuma gara2 ke bete an sesaat saja, pdhal kl mau dilanjutkan justru soalnya menjadi sangat mudah.. setelah ujian, saya jd menyesal juga dan takut gak lulus, tp akhirnya dikasih nilai B.. hehehe😛

    regards
    Rp

  10. ismailsunni berkata:

    saya juga pernah kok pak, pas semester 4,
    Soal : “apa yang anfa ketahui tentang x”
    Jawaban : “maaf, saya tidak tahu apa-apa tentang x”

  11. deapratini berkata:

    sama pak, saya kalau meriksa tugas siswi juga begitu. mereka sering curhat. ngegambar. terus sering endingnya ” miss kasih nilai yang buanyakkk ya (pake smile segede-gedenya”. saya kira itu cuma berlaku di SMA. ternyata di tempat kuliah mahasiwa juga ada yang begitu.olahh

  12. muhammad walid berkata:

    aduh paaaakkkkk,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
    aku jadi inget lagunya bang iwan fals :

    ………… buku ini aku pinjam
    kan kutuliskan sajak indah
    ………………..
    ,,,,,,,,,,,………….

  13. trissakti berkata:

    Wah, berani banget bilang salah jurusan. Saya sendiri salah jurusan tapi ga senekat itu ahaha😀

  14. Ping balik: Suka Duka Memeriksa Ujian Mahasiswa | Catatanku

  15. Faisal Riza berkata:

    itu adalah hal yang sangat sering saya lakukan. curhat di lembar jawab. hehe. padahal soal hitungan tapi isinya huruf semua curhat satu halaman full. terus kalau gambar, saya juga pernah tapi bukan manga. karena saya gak bisa nggambar bagus, jadinya cuma nggambar aneh aneh kayak tawon, kelinci, lumba lumba, ayam, laron. hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s