Bandung Lautan Durian

Berton-ton truk berisi durian dari Sumatera masuk kota Bandung hari-hari ini. Hampir di mana-mana di pinggir jalan kita temukan pedagang durian dengan mobil bak terbuka dikerubungi pembeli. Mereka biasanya berjualan mulai dari sore hingga malam hari, yaitu saat-saat pas makan durian.

Seperti pedagang durian yang saya temui di pinggir jalan Supratman ini. Kata pedagangnya durian yang dibawanya berasal dari Bengkulu. Harganya bervariasi, mulai dari 5000, 10000 hingga 20.000 rupiah per biji bergantung pada ukurannya. Selain durian Sumatera, banyak juga durian lokal dari Parung, Garut, dan Tasikmalaya ikut bersaing. Namun menurut saya nih tetap durian asal Sumatera yang maknyus.

Karena setiap hari melintasi pedagang durian ini kala pulang dari ITB, saya pun tertarik membeli buah durian yang harganya Rp20.000. Pedagang mencoba memilihkan durian yang bagus. Diambilnya sebuah durian, dibuka sedikit dan saya dipersialakn mencicipi buahnya. Jika deal, durian bisa dibawa pulang atau dimakan di pingir jalan itu, tetapi jika rasa buahnya hambar atau tidak enak, pedagang memilihkan yang lain lagi. Begitu seterusnya sampai pembeli menemukan durian yang enak.

Jika dipikir-pikir, dengan cara pembelian durian yang iteratif seperti itu apakah pedagang tidak rugi? Sebab, dari seluruh durian yang dibawanya, mungkin hanya 2/3 saja yang bagus, sisanya yang sebagai tester tidak terjual. Ah…. mungkin pedagang durian ini sudah berhitung-hitung untung dan ruginya, makanya buah durian tidak dijual dengan harga murah untuk mengimbangi kerugian dari buah tester yang tidak laku.

Kata teman saya, kalau memilih durian dari mobil bak terbuka itu harus hati-hati. Mungkin saja buah durian di dalam mobilnya sudah dicampur dengan durian lokal. Bagian atas durian Sumatera, bagian bawahnya durian asal Parung. Namanya juga pedagang, tidak semuanya jujur, sebagian ada juga yang nakal.

Pos ini dipublikasikan di Seputar Bandung. Tandai permalink.

6 Balasan ke Bandung Lautan Durian

  1. Asop berkata:

    Baunya itu lho, pasti menyenangkan….😳

  2. Codebox Studio berkata:

    baru tau nih trik beli duren dari pak rinaldi.
    nice info pak. secara tidak langsung kita bayar duren yang jelek ya pak -_-

  3. aditoc berkata:

    ondeh,lamak bana pak bisa makan durian..
    akhir bulan gini mahasiswa rantau seperti saya cuma bisa nelan liur😦

  4. andihendra berkata:

    sekarang2 ini durian di bandung udah sangat murah banget
    beda ketika tingkat2 awal kuliah dulu Pak
    harganya juga gak beda dengan durian yang di Medan😀

  5. alrisblog berkata:

    Bukan karena sama2 Sumatera maka durian Sumatera lebih maknyuss ya, pak. hehehe…
    Durian ditempat saya sekarang, Marau-Ketapang, Kalbar, juga lamak, sero…

  6. dedi sugianto berkata:

    yang penting durian indonesia brooooo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s