Nazaruddin, “Man of The Year” 2011

Tidak salah kalau menobatkan Nazarudin sebagai man of the year tahun 2011 ini, setelah pada tahun 2010 “temannya” yang bernama Gayus Tambunan menjadi “man of the year”. Sayangnya Nazaruddin menjadi man of the year bukan karena menorehkan prestasi yang positif, tetapi karena telah menciptakan gempa politik di negeri ini setelah praktek suap beberapa proyek (seperti Proyek Wisma Atlet di Palembang) yang dia lakukan terungkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dari luar negeri (entah betul dia ngumpet di luar negeri atau jangan-jangan masih berada di negeri pertiwi sarang korupsi ini) dia “bernyanyi” membuka banyak aib para petinggi dan pejabat di negeri ini. Lewat teknologi informasi seperti BlackBerry dan Skype Nazarudin bersaksi kepada media mengungkap praktek korupsi para pejabat negara yang selama ini tidak pernah kita dengar kasusnya. Nazarudin begitu lihai memainkan kartu truf untuk mengaduk-aduk emosi orang-orang yang dia sebut itu. Media — yang lapar berita kontroversi dan sensasi — menunggu-nunggu kabar apa lagi yang akan dia ungkapkan.

Saya pikir Nazaruddin berkoar-koar di media karena dia tidak rela hanya dia sendiri yang bakal masuk penjara, oleh karena itu dia menyeret nama-nama kolega dan pejabat yang lain agar mereka juga ramai-ramai membusuk di penjara menemani Nazarudin. Memang “nyanyian” Nazarudin belum tentu terbukti benar, bisa saja itu hanya sangkaan tak berdasar, fitnah, gosip, atau katanya, dan lain-lain, namun para “korban” sudah mulai berjatuhan. Yang paling nyata tentu kredibilitas dan integritas orang-orang yang dia sebutkan dipertanyakan oleh publik. Beberapa nama pejabat yang akan maju dalam proses pemilihan pimpinan di instansinya menjadi terganjal karena secara etika namanya tersandera setelah disebut-sebut Nazarudin terlibat beberapa kasus. Sebut saja seperti Chandra Hamzah di KPK yang gagal maju dalam proses pemilihan pimpinan KPK. Bahkan Anas Urbaningrum — yang digadang-gadang sebagai pemimpin masa depan — pun dipertaruhkan kelanjutan karir politiknya setelah dia disebut oleh Nazarudin terlibat melakukan praktek suap dalam pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat.

Hanya seorang Nazarudin yang bisa mempermainkan Presiden SBY. Sampai-sampai SBY kurang tidur karena memikirkan anak nakal di partainya itu. Lingkaran hitam di mata SBY pertanda SBY kurang tidur, he..he. Partai besutan SBY, Partai Demokrat, memang sedang mengalami krisis kepercayaan yang mendalam. Selain Nazarudin, ada lagi kadernya bernama Andi Nurpati yang diduga melakukan pemalsuan surat MK, dan yang terakhir baru-baru ini kadernya di DPR, yaitu Ketua DPR Marzuki Alie, yang melontarkan usul pemberian maaf bagi para koruptor dan ide pembubaran KPK karena dianggap tidak kredibel.

Kembali ke soal Nazarudin tadi. Saya rasa ini mungkin jalan yang dipilihkan Tuhan lewat seorang Nazarudin untuk mengungkap kebobrokan institusi dan pejabat di negeri ini. Lama kelamaan masyarakat menunjukkan kemuakannya kepada pejabat yang doyan melakukan praktek tercela seperti korupsi, asusila, dan lain-lain, seperti tulisan pada kaos pencuci motor di bawah ini yang berbunyi: PEJABAT ADALAH PENJAHAT YANG SESUNGGUHNYA

Saya pikir biarlah Nazarudin terus “bernyanyi” dari tempat persembunyiannya agar makin banyak lagi rahasia pejabat yang berperilaku bobrok terbongkar. Barangkali ada pula rahasia Presiden RI ditangannya yang belum sempat dia ungkap dan mungkin menunggu waktu yang tepat untuk dia muntahkan. Gempa politik yang ditimbulkan oleh Nazarudin tidak berarti apa-apa dibanding dengan pembersihan para penyamun uang rakyat yang perilaku korupsinya sudah menjadi penyakit menular di dalam bangsa ini. Teruslah “bernyanyi”, Nazar…

Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Nazaruddin, “Man of The Year” 2011

  1. Alris berkata:

    Menikmati hasil korupsi rame-rame, masa mau menanggung sendiri akibatnya? Mungkin begitu nalarnya si udin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s