Tarian Dansa Algoritma “Sorting” Gaya Rumania dan Hungaria

Ini tulisan yang IF-banget, namun tak salah kalau dibaca bagi yang bukan berlatar belakang Informatika. Bagi anda mahasiswa Informatika, contoh algoritma apa yang pasti selalu diajarkan di dalam kuliah algoritma dan pemrograman? Salah satunya pasti tentang algoritma pengurutan (sorting), bukan? Persoalan pengurutan adalah masalah yang sangat menarik sebab hingga saat ini terdapat puluhan algoritma pengurutan yang sudah pernah dihasilkan orang. Padahal persoalannya hanya satu, yaitu bagaimana mengurutkan sekumpulan nilai sehingga tersusun secara menaik (ascending order) atau menurun (descending order), namun algoritma untuk mengurutkannya sudah banyak dibuat orang. Misalnya sekumpulan nilai yang tersusun acak seperti ini: 41, 15, 8, 11, 20, 19, dan 24 harus disusun terurut menaik menjadi 8, 11, 15, 19, 20, 24, dan 41.

Saya tidak akan membicarakan teknis algoritma pengurutan di dalam tulisan ini. Silakan gugling di Wikipidea tentang bermacam-macam algoritma sorting. Bagi mahasiswa Informatika, memahami logika algoritma sorting cukup sulit. Sebagai orang yang mengajar materi algoritma hingga sekarang, maka saya paham dengan kesulitan tersebut. Untunglah saat ini sudah banyak perangkat bantu yang memvisualisasikan bermacam-macam algoritma pengurutan tersebut. Cukup ketikkan “visualisation of sorting algorithm” di halaman Mbah Google, maka anda akan menemukan banyak situs web yang menyediakan aplikasi visualisasi algoritma sorting secara gratis.

Visualisasi algoritma sorting umumnya berbentuk animasi, dan itu sudah biasa. Nah, apa yang dibuat oleh dosen-dosen Ilmu Komputer di Sapientia University, Tirgu Mures (Marosvásárhely), Romania, ini lain dari yang lain. Mereka membuat video tarian yang mensimulasikan algoritma sorting. Dosen pengajar kuliah melatih para mahasiswa Ilmu Komputer memperagakan mekanisme beberapa algoritma sorting dalam bentuk tarian dansa rakyat Hungaria dan Rumania. Video tersebut diunggah ke situs YouTube dan kita pun dapat menikmatinya. Lucu dan kreatif, begitu penilaian saya. Semua video tersebut saya unduh untuk saya putar di dalam kelas. Mahasiswa saya tertawa-tawa menyaksikannya, mudah-mudahan dalam ketawanya itu juga dimengerti algoritmanya ya mas…

Video pertama adalah tarian algoritma Bubble Sort. Pengurutan dengan cara apung ini diperagakan dengan sangat baik melalui tarian tersebut. Klik video di YouTube di bawah ini:

Video kedua adalah tarian algoritma Selection Sort. Pengurutan dengan cara seleksi nilai maksimum atau nilai minimum ini lazim kita terapkan kalau mengurutkan setumpukan kartu. Tarianya berupa dansa orang Gipsi.

Video ketiga adalah tarian algoritma Insertion Sort. Para penari baik pria dan wanita menggunakan rok. Insertion sort menurut saya adalah algoritma yang paling sulit dijelaskan. Mahasiswa lebih mudah menuliskan algoritma bubble sort dan selection sort, tetapi untuk insertion sort banyak yang gagal menuliskannya.

Nah, video yang di bawah ini adalah dansa algoritma Shell Sort. Shell sort adalah varian dari algoritma Insertion Sort.

Keempat algoritma di atas adalah algoritma klasik yang naturalnya adalah secara iteratif. Bagaimana dengan algoritma sorting lainnya yang secara natural bekerja secara rekursif? Kedua algoritma sorting yang rekursif tersebut adalah Merge Sort dan Quick Sort. Kalau kedua algoritma tersebut diperagakan dalam bentuk tarian dansa tentu menjadi rumit dan kacau. Memang para mahasiswa tersebut mampu mempergakan tarian Merge Sort dan Quick Sort namun tidak semua aksinya tampak rekursif.

Ini dia tarian Merge Sort:

dan ini tarian Quick Sort:

Sebagai “hiburan” untuk mengisi materi kuliah algoritma, semua video dansa tersebut lumayan menghibur. Btw, ada yang tertarik membuat video tarian suku bangsa di Indonesia untuk memperagakan algoritma lainnya?

Pos ini dipublikasikan di Seputar Informatika. Tandai permalink.

8 Balasan ke Tarian Dansa Algoritma “Sorting” Gaya Rumania dan Hungaria

  1. maruplayground berkata:

    yang di versi bubble sort, kok ketika a[9] sudah benar dan balik badan, kenapa a[8] ikut balik badan juga ya. Kebetulan di video itu nilai 8 memang pas di a[8], tapi kalo yang di bubble sejak awal nilai 9, belum tentu a[8] berisi nilai 8, dan masih dipakai sebagai pembanding untuk loop berikutnya. CMIIW.

  2. Lola Sahab berkata:

    menarik sekali…

  3. ikrim berkata:

    wah,,menarik banget pak

  4. Hendra H2c berkata:

    Dosen IF ITB tidak ikut bikin ginian Pak?
    Misalnya memperagakan algoritma BFS dan DFS pake poco-poco gitu.. pasti menarik..😀

  5. adampahlevi berkata:

    wah… banyak banget. lucu, kreatif juga.

    yang pertama itu kok kayak linear sort.

  6. Novrido berkata:

    great! sayangnya untuk ‘sequential search’ dan ‘binary search’ mungkinkah sama asyiknya?

  7. newbie berkata:

    ada ga algo array 3D nya,,,
    ihik,,, ihik,,ihik,,,
    lucu baru tau ada ginian,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s