Cerita Liburan Dibuang Sayang (2): Pulau Bunaken Tidak Seindah Taman Lautnya

Belum lengkap ke Manado kalau belum merasakan 3B, canda teman saya di Manado. “3B” itu adalah Bunaken, Bubur Manado, dan ….Bibir Manado, he..he..he. Untuk B yang terakhir ini enggaklah ya, tapi untuk 2B yang pertama saya sudah merasakannya.

Seusai sidang tugas akhir mahasiswa bimbingan jarak jauh saya di perguruan tinggi swasta di kota yang dijuluki “Kota Tinutuan” itu, para mahasiswa mengajak kami (saya dan teman saya) jalan-jalan ke Pulau Bunaken. Bunaken? Wow, siapa pemerhati wisata dan pelaku travelling yang tidak kenal dengan nama itu. Menyebut Bunaken berarti membayangkan taman lautnya yang indah seperti tampak pada foto di bawah ini (Foto ini diambil dari sini)

Ke sanalah saya pergi berkunjung dengan para mahasiswa Kawanua yang ramah-ramah, ganteng-ganteng dan cantik-cantik itu. Dari dermaga Marina kami menyewa kapal speed boat. Jumlah penumpang kapal maksimal 10 orang. Dari dermaga ini tampaklah kejauhan pulau Manado Tua yang berdampingan dengan pulau Bunaken.

Perjalanan ke Pulau Bunaken ini menempuh waktu setengah jam. Sayang sekali laut indah di antara kota Manado dan pulau Bunaken tercemar sampah rumah tangga dan sampah dari pasar.

Pulau Bunaken sudah nampak di depan mata, di sebelah kirinya pulau Manado Tua yang tadi terlihat dari pantai Marina.

Perahu berlabuh di dermaga Pulau Bunaken. Dermaganya kecil saja, cukup untuk bersandar beberapa perahu.

Nah, ini dia Pulau Bunaken itu. Ada perkampungan penduduk di ujung pulau, sedangkan di bagian tengah hanya ada kios-kios yang menjual cenderamata dan jajanan. Saya lihat ada gereja dan sebuah masjid di perkampungan itu. Toleransi beragama orang-orang Sulawesi Utara memang mengagumkan. Torang samua basudara, begitu semboyan warga kawanua.

Saya pun berfoto sejenak di depan papan yang memuat peta Pulau Bunaken. Akhirnya bisa juga saya menginjakkan kaki di pulau yang terkenal itu.

Sebuah rumah adat Minahasa menyambut kedatangan saya. Rumah adat Minahasa berbentuk panggung dengan dua buah tangga di sisi kiri dan kanan depan.

Ternyata pulau Bunaken tidak seindah taman lautnya. Pantainya biasa-biasa saja, pasirnya berwarna kuning, banyak batu karang seperti foto di bawah ini. Kalau tidak hati-hati berjalan menyusuri pasir pantai kaki kita bisa menginjak hewan lunak bernama bulu babi yang sakitnya tak tertahankan.

Ada sebuah hotel di pinggir pantai ini. Hotel tersebut terlihat sepi. Tamunya sebagian besar bule yang mengahbiskan waktunya menyelam (diving) melihat taman laut.

Gadis-gadis Kawanua yang cantik-cantik dan cowoknya yang ganteng-ganteng berfoto bersama di pinggir pantai Bunaken.

Bye..bye Bunaken, saya agak menyesal tidak melakukan diving di sana melihat taman lautnya yang indah. Soalnya saya tidak bisa berenang, apalagi kata teman di taman laut Bunaken ada jurang yang dalam, ngeri juga kalau terperosok masuk jurang di dalam laut, habislah saya.

Malam sebelum balik ke Bandung kami makan di restoran Wisata Bahari yang terletak di pinggir pantai kawasan Boulevard.

Di restoran-restoran pinggir laut itu makanan apalagi yang paling enak kalau bukan hidangan seafood seperti foto di bawah ini. Ikan-ikan segar dari Samudera Pasifik diolah menjadi masakan khas Manado seperti woku belanga, gorappa salad, sup ikan, dan sebagainya. Benar-benar menggoda!

Pulau Sulawesi memang mengesankan!

Tulisan ini dipublikasikan di Cerita perjalanan. Tandai permalink.

4 Balasan ke Cerita Liburan Dibuang Sayang (2): Pulau Bunaken Tidak Seindah Taman Lautnya

  1. Iman berkata:

    Hebat ya … sudah ada kelas jauh itb … it bunaken :-)

    • rinaldimunir berkata:

      Ha..ha..ha, nggak ada IT’B’ di sana, saya cuma diminta teman yang menjadi Dekan di sana untuk membantu membimbing TA mahasiswa2nya. Tapi boleh juga kalau ITB buka cabang di kota-kota yang berawalan B.

  2. Irfin Afifudin berkata:

    Woooww gambar terakhir itu loh pak, paling menggoda. Taburan keju ya itu pak di atas ikan? :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s