Salah Saat Kuliah Bisa Dimaafkan, Tapi Kalau Sudah Bekerja?

“Enaknya” menjadi mahasiswa adalah masih ada toleransi. Jika anda melakukan kesalahan, kesalahan itu masih bisa dimaafkan. Malumlah anda sedang dalam proses belajar, jadi kesalahan yang anda perbuat masih bisa ditoleransi. Paling-paling hanya ada pengurangan nilai atau hukuman lain yang proporsional. Misalnya di Informatika, tugas kuliah anda yang berupa program ternyata salah. Mungkin anda salah membaca spesifikasinya sehingga hasilnya keliru, atau mungkin algoritma anda salah sehingga hasil eksekusi programnya juga salah, atau program anda mengandung eror yang tidak terdeteksi ketika pembuatan. Alih-alih anda dikeluarkan dari status kemahasiswaan hanya karena kesalahan tersebut, palingg-paling anda hanya mendapat nilai yang jelek.

Tetapi, anda tidak akan “dimaafkan” jika kesalahan itu terjadi setelah anda lulus dan bekerja. Bayangkan program yang anda buat untuk klien ternyata mengandung cacat. Klien anda akan protes karena mereka sudah membayar mahal untuk program tersebut. Anda sebagai pemrogram atau analis akan disalahkan perusahaan, sebab kesalahan tersebut membuat citra perusahaan di mata klien tercoreng. Ujung-ujungnya perusahaan anda tidak dipakai lagi oleh mereka. Hukuman untuk anda mungkin sangat berat: dipecat!

Bayangkan jika seorang insinyur Sipil salah dalam mendesain rangka jembatan, misalnya salah dalam memperhitungkan beban kendaraan yang lewat. Efeknya fatal, bukan? Jembatan itu mungkin suatu saat runtuh dan memakan banyak korban jiwa.

Begitu juga dalam hidup ini. Berbuat kesalahan dalam lingkup keluarga masih bisa dimaafkan, tapi kalau sudah berada di dalam masyarakat anda dituntut tidak melakukan kesalahan. Kesalahan di dalam masayarakat akan berhadapan dengan hukum. Kampus itu lingkungan kecil seperti keluarga, masyarakat adalah kehidupan yang sesungguhnya. Sebagaimana kampus sebagai tempat untuk belajar, keluarga adalah tempat untuk mempelajari berbagai bekal untuk menghadapi kehidupan. Nilai-nilai ditanamkan di dalam keluarga, dan implementas nilai itu adalah di dalam kehidupan di luar rumah.

Jika keluarga baik, maka masyarakatnya juga baik. Jika masyarakat baik, maka negara akan baik. Begitulah konsekuensi pendidikan di dalam keluarga. Maka, inti dari negara itu adalah keluarga. Sebuah negara akan baik jika pendidikan di dalam keluarga berhasil membentuk anak-anak yang baik. Sebaliknya negara akan centang perenang jika anak-anak yang dihasilkan dari pendidikan keluarga tumbuh menjadi anak yang berperilaku buruk.

Ibarat keluarga, kampus juga adalah tempat penanaman nilai-nilai yang baik itu. Kampus adalah tempat uji coba (try out) kehidupan yang sesungguhnya. Di kampus anda sudah dianggap orang dewasa, dan setiap orang dewasa harus bersedia bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya.

Pos ini dipublikasikan di Renunganku. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Salah Saat Kuliah Bisa Dimaafkan, Tapi Kalau Sudah Bekerja?

  1. Arif's writing berkata:

    solusinya : jadi maba (mahasiswa abadi) haha *just kidding

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s