“Bahasa” Bukan Bahasa Indonesia

Pada acara presentasi pemilihan mahasiswa berprestasi, seorang peserta mengatakan begini di depan juri: “I’m sorry, most of my oral presentation in English and the rest in Bahasa“.

“Bahasa”? Mengapa bukan Indonesian atau “Bahasa Indonesia”?

Contoh kedua, sebuah situs web di ITB menyajikan isi web dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Pembuat web menuliskan dua pilihan di laman depan yang bisa diklik oleh pengunjung, yaitu “English” dan “Bahasa”.

“Bahasa”? Mengapa bukan Indonesian atau “Bahasa Indonesia”?

Istilah “Bahasa” biasanya diucapkan orang asing untuk mengacu pada Bahasa Melayu. Mereka menyebut Bahasa Melayu sebagai “Bahasa” dan bukan Malaysian atau Malay language. Pada DVD film yang mempunyai subtitle dalam bahasa melayu juga tertulis pilihan “Bahasa” sebagai salah satu opsi. Jika kita mengklik pilihan itu, maka terjemahan yang keluar adalah dalam Bahasa Malaysia dengan dialek Melayu.

Tetapi, Bahasa Indonesia bukan bahasa melayu, bahasa Indonesia adalah gabungan bahasa melayu, plus bahasa daerah dan bahasa asing. Bahasa Indonesia tidak sama dengan Bahasa Malaysia.

Jadi, salah kaprah kalau situs web dan orang-orang di negeri kita menuliskan “Bahasa” sebagai Bahasa Indonesia. Tulis atau sebut saja “Bahasa Indonesia” atau Indonesian.

Pos ini dipublikasikan di Gado-gado. Tandai permalink.

19 Balasan ke “Bahasa” Bukan Bahasa Indonesia

  1. rotyyu berkata:

    Mereka itu salah gaul kali Pak…

  2. John berkata:

    untuk menghormati 1 rumpun mlayu

  3. kang jodhi berkata:

    Itu membuktikan saat kita sibuk mengecam Malaysia soal produk budaya, kita malah mengimport produk malaysia berupa “Bahasa”

  4. taufan berkata:

    Sepakat!
    Di kamus digital encarta juga tidak ada lemma ‘bahasa’. Yang ada adalah ‘Indonesian’ dan ‘Bahasa Indonesia’ (serta ‘Bahasa Malaysia’).

  5. cahyawan berkata:

    Setahu saya kalau bahasa melayu disebut malay, bisa dilihat di subtitle film. Sedangkan bahasa Indonesia memang sering disebut ‘bahasa’ saja oleh penutur asing, mungkin karena mereka merasa terlalu panjang menyebut bahasa Indonesia. Sewaktu saya bekerja di Batam saya awalnya sempat heran, kalau ada vendor menyebut ‘bahasa’ sebagai pengganti ‘bahasa Indonesia’, kalau menurut kita bahasa kan baru berarti language. Tapi rata2 mereka menyebut begitu, dan kita sebagai penutur bahasa Indonesia ikut2an menggunakan istilah itu.

  6. Ilham berkata:

    iya aku juga merhatiin hal ini. tapi unik juga, karena jadi ciri khas kalo Bahasa itu berarti denotasinya punya Indonesia. hehe.

  7. Azil berkata:

    bengong lah korang nie (begok sekali kamu semua)… Bahasa Malaysia dan Bahasa Indonesia itu dalam kelompok (ragam )Melayu…. Tak percaya? baca
    http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Melayu#bahasa%20Indonesia

    Jika dikatakan Bahasa Indonesia itu bukan Bahasa Melayu hanya berpunca daripada gabungan bahasa-bahasa daerah. Itu tidak boleh diterima pakai karena Bahasa Malaysia sendiri juga ada menggabungkan bahasa-bahasa daerah lain seperti pamer (Jawa), mamaq (Kerinci) dsb. Jawa dan kerinci merupakan salah satu kolompok etnis di Indoneisa. Alasan yang lain adalah Bahasa Brunei. Misalan, Kata ganti diri tiga negara yang berbeda spt, Awda(Brunei), Kamu(Malaysia) dan Anda (Indonesia). Jika kita lihat disini. Adakah bahasa Brunei bukan bahasa Melayu? Tentu tidak, karena “Awda” itu sudah tentu ada dalam kamus bahasa Melayu ragam (Brunei, Msia dan Indo).

    Sebenarnya, semua perkataan Indonesia dan Malaysia adalah sama cuma yang berbedanya kadar penggunaannya. Contoh, “Bilang” dan “Sulit”. perkataan itu kini sering digunakan di Indonesia tetapi jarang digunakan di Malaysia (dianggap perkataan lama – old use). Padahal, di dalam kamus kedua-dua negara “mengiktiraf” perkataan tersebut dan mempunyai maksud yang sama.

    Alasan yang lain, jika dikatakan bahasa Melayu bukan bahasa Indonesia, bagaimana saya sendiri orang Malaysia bisa memahami apa yang dingomong (dicakap) oleh orang Indonesia sendiri.

    kesimpulannya, bahasa Indonesia merupakan ragam (dialek) dalam bahasa Melayu. Dek karena orang Indoenesia mempunyai sosiobudaya (cth, politik) yang berbeda (dari Malaysia) menjadikan bahasa Melayunya sedikit berbeda dengan B Melayu di Msia. tetapi, kedua-duanya dinamakan dalam Bahasa Melayu.

    Mengenai istilah “Bahasa”… Sebenarnya merujuk kepada bahasa Melayu itu sendiri. Oleh karena bahasa Melayu sendiri mempunyai 2 ragam yang besar seperti ragam Malaysia dan Indonesia, amat mudah jika kita sebut dua ragam bahasa ini dengan saty istilah yaitu (iaitu) BAHASA. jika disebut Bahasa Melayu, perkataan ini akan mengelirukan oleh sesetengah pihak seperti di Indoneisa. Walaupun bahasa Indonesia sebenarnya adalah bahasa Melayu, tetapi orang di Indonesia lebih memahami istilah itu sebagai bahasa bagi kelompok native di sumatera tengah dan sumater selatan. Jadi, untuk mengelak kekeliruan, adalah lebih baik dipanggil dua ragam besar dalam bahasa Melayu sebagai BAHASA sahaja.

    Di Malaysia, seperti saya sendiri, punya DVD yang memaparkan sarikata BAHASA dalam Bahasa Indoensia dan ada juga dalam Bahasa Malaysia. Kelompok etnis Melayu di Malaysia tidak ada masalah dalam memahami bahasa Indoneisa karena tidak ada perbezaan ketara di dalam bahasa tersebut dengan bahasa Melayu. Buku Ugama sendiri di Malaysia banyak dalam bahasa Indonesia. Nah, ini satu bukti lagi bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu karena orang Melayu di Malaysia lebih gemar membeli buku ugama dalam bahasa Indonesia drpd bahasa Ingris atau Arab karena bahasa indonesia memang bahasa Melayu. Jikalau bahasa Indonesia bukan bahasa Melayu, sudah pasti sulit (sukar) utk org Malaysia memahami buku-buka ugama dalam bahasa Indonesia yang tidak pernah diajar oleh guru-guru bahasa di Malaysia.

    Kesimpulannya, BAHASA MALAYSIA DAN BAHASA INDONESIA ADALAH BAHASA MELAYU…

  8. rosa berkata:

    Bahasa is the Malay and Indonesian word for “language”, which derives from the Sanskrit word भाषा bhāṣā “spoken language”. Istilah “Bahasa” biasanya diucapkan orang asing untuk mengacu pada bahasa Melayu (bahasa Malaysia dan bahasa Indonesia) karena mereka tidak mengetahui perbedaan antara bahasa Malaysia dan bahasa Indonesia.

    Bahasa Indonesia tidak sama dengan bahasa Malaysia; bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia hanya memiliki rumpun bahasa (language family) yang sama yaitu bahasa Melayu. Jika bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia itu sama, maka keduanya tidak akan memiliki perbedaan. Baca di sini: http://en.wikipedia.org/wiki/Differences_between_Malay_and_Indonesian

    Jika mahasiswa dan yang membuat situs web itu orang Indonesia, maka sebaiknya mereka menggunakan istilah yang benar yaitu “Indonesian”.

    • Azil berkata:

      Saya setuju dengan ROSA… Sebenarnya memang dari segi istilah/perkataan yang ada dalam bahasa Malaysia dan bahasa Indonesia ada sedikit perbedaan atas faktor2 tertentu spt penjajahan dsb…

      seperti yang saya tuliskan
      “Dek karena orang Indoenesia mempunyai sosiobudaya (cth, politik) yang berbeda (dari Malaysia) menjadikan bahasa Melayunya sedikit berbeda dengan B Melayu di Msia. tetapi, kedua-duanya dinamakan dalam Bahasa Melayu.”

      Yup… saya TIDAK kata bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia adalah sama. Saya katakan bahwa B. Indo dan B. Msia adalah B. Melayu (saya ingin menafikan sesetengah pihak yang mengatakan bahwa B. Indo bukan B. Melayu-Itu saja tujuan saya memberi komen di sini.)

      Bagi ayat “semua perkataan Indonesia dan Malaysia adalah sama cuma yang berbedanya kadar penggunaannya” berarti saya bermaksud B. Indo dan B. Msia adalh sama. Saya MINTA MAAF karena saya terlupa untuk mengetik ayat sebenarnya yaitu

      “semua perkataan Indonesia dan Malaysia adalah HAMPIR sama, cuma yang berbedanya kadar penggunaannya”… (saya terlupa mengetik “hampir”)

      Jika digunakan isitlah “Indonesian”, itu tidak jadi masalah (karena maksudnya bahasa orang Indonesia). Tetapi, adalah lebih baik jika kita gunakan istilah “BAHASA” untuk melambangkan kekuatan bangsa rantau NUSANTARA/MALAY ARCHIPELAGO. Karena, jika digunakan INDONESIAN, seolah-olah bahasa Indonesia itu adalah bahasa yang dapat difahami oleh org Indo shj. Walhal org Msia, Spura dan Brunei juga bisa memahami bahasa tersebut (B. Indonesia). Jika digunakan “BAHASA”, ia menggambarkan SATU BAHASA di rantau NUSANTARA . Di negara Malaysia sendiri juga menggunakan istilah “Bahasa” bukan “Malay”… contoh: http://www.spa.gov.my/PortalEng/

      Sekian…

  9. Azil berkata:

    Sebenarnya, sebelum Malaysia mendapat kemerdekaan dari Ingris, Tanah Melayu dan Singapura ada merencanakan untuk gabung sama Indonesia. Pada masa itu, Indonesia dan Malaysia bersetuju gabung sama-sama. Menurut sejarah yang saya belajar, ada beberapa faktor yang tidak terjadinya gabungan tersebut karena perbedaan ideologi politik. Untuk bahasa, jika saudara penggemar film Melayu klasik, bahasa Melayu Malaysia boleh dikatakan sama seperti bahasa Indonesia sekarang. seperti, saya (tidak disebut saye). Pada masa dahulu, perkataan Rumah Sakit, Bilang, Hitungan digunakan pada masa dahulu. Selepas Malaysia merdeka, Bahasa Melayu Riau yang banyak dipengaruhi dialek Kuala Lumpur menjadi dominan di Malaysia.

  10. Dua Samudera berkata:

    Menurut pemikiran otak saya yang serasa berdenyut ini, penggunaan “Bahasa” sebagai kependekan dari Bahasa Indonesia memang salah. Seharusnya secara kaidah bahasa harus tetap ditulis Bahasa Indonesia atau Indonesian. Namun, yap, terlalu panjang, kurang menjual dan sulit dipahami. Maka penggunaan “Bahasa” sebagai label Bahasa Indonesia boleh-boleh saja. Mungkin saya terlalu berharap seperti British English and American English. HAhaha, Akan terlihat menyenangkan Apabila kita memiliki label “Bahasa” untuk Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia. BI dan BM. Namun Malaysia lebih mengekalkan penggunaan Malay untuk menyebut bahasa mereka.

  11. Fernando Ferrari berkata:

    Kesilapan Indonesia adalah mencipta ‘bahasa Indonesia’ yg diangkat dr bahasa Melayu. Tidak ada bahagian lain di dunia ini yg mengambil langkah sedemikian laitu bahasa sempena nama negara masing2. Di Malaysia sdh tdk ada bahasa Malaysia, hanya bahasa Melayu.

  12. Zainum Hamad berkata:

    Ya tuan, benar sekali bicara mu.. ya kita bangsa serumpun mungkin hanya loghat berbeza..

  13. danasoul berkata:

    Perbedaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia adalah dari segi serapan kata. Bahasa Indonesia merupakan Bahasa Melayu yg juga menyerap dari bahasa Arab, Cina, Jepang, Belanda, Portugis, Sansekerta dan bahasa daerah di wilayah Indonesia, seperti Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera Maluku, Papua, Bali, Nusa Tenggara, dll.
    Bahasa Malaysia merupakan Bahasa Melayu yg juga menyerap dari bahasa Arab, Cina, Jepang, Inggris, Portugi, Sansekerta dan bahasa daerah di wilayah Malaysia.

    Kata serapan di Indonesia dan Malaysia pun berbeda, contoh.
    Taxi (“Taksi” di Indonesia. “Teksi” di Malaysia)
    Television (“Televisi” di Indonesia. “Televisyen” di Malaysia)

    Jenis hantu. (Pontianak di Malaysia atau Indonesia seperti di daerah Kalimantan. Sedangkan di Jawa tidak mengenal Pontianak tetapi Kuntilanak).

    Seharusnya orang asing pun tahu bagaimana perbedaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia.
    Bahkan saya pernah membaca sebuah spanduk berbahasa Malaysia tetapi saya tidak mengerti isi dari spanduk itu.

  14. danasoul berkata:

    Contoh Bahasa Malaysia yang tidak saya mengerti.

    – Perabis stok tutup kedai.
    – Penyaman udara berkuasa.
    – Pintu keluar kecemasan terletak di kedua hujung kereta api.

    Membaca berita online Bahasa Malaysia pun saya tidak paham.

    Mungkin itulah yang membedakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia, meskipun berasal dari sumber yang sama.

  15. Syarief berkata:

    Bahasa Indonesia itu Bahasa Melayu. Bahasa Melayu itu ada pula ragamnya seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Malaysia, Bahasa Melayu Riau, dll. Mengatakan Bahasa Indonesia bukan Bahasa Melayu adalah kesalahpahaman orang-orang Indonesia yang tidak tahu perkara kebahasaan sehingga kita sampai mengerdilkan Bahasa Melayu sebatas Bahasa Malaysia. Bahasa Indonesia walau sudah memiliki banyak serapan kata bahasa daerah di luar Bahasa Melayu, dasar yang dipakai tetap saja dari Bahasa Melayu dan aturan yang dipakai dari Bahasa Melayu. Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia sebenarnya sama saja jika tak disertai seluruh kosakata serapan bahasa Inggris atau Belanda dan kosakata serapan bahasa daerah yang secara linguistik memang bukan rumpun Bahasa Melayu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s