Purna Tugas Membimbing Kemahasiswaan

Mulai tahun 2012 ini saya tidak lagi menjabat menjadi aggota tim koordinator kemahasiswaan di Prodi Informatika ITB. Tugas saya sudah selesai seiring dengan pergantian Ketua Program Studi Informatika ITB yang baru. Sudah 15 tahun sejak saya menjadi dosen mendapat tugas sebagai pembina kemahasiswaan di Informatika, sudah saatnya harus regenerasi dengan dosen yang lain. Ketika diminta untuk kembali diamanahi sebagai Tim Kemahasiswaan saya tidak menyanggupinya lagi.

Saya juga tidak tahu kenapa dulu saya ditunjuk untuk mengurusi kemahasiswaan. Mungkin karena saya cukup dekat dan bergaul dengan para mahasiswa makanya saya yang ditunjuk. Sejak dulu memang saya menyenangi dunia anak muda. Pengalaman saya menjadi pengajar di Bimbel Salman yang bergaul dengan siswa SMP dan SMA sangat berbekas bagi saya. Maka, ketika saya menjadi dosen di ITB saya menemukan kembali dunia anak muda yang ceria itu bersama para mahasiswa. Saya merasa tidak sungkan mengobrol dan bergaul bersama mereka. Mungkin karena dekat itu pula maka saya yang ditunjuk sebagai pembina kemahasiswaan. Oke deh, saya terima.

Mengurusi kemahasiswaan di Informatika ITB tidak terlalu sulit. Mahasiswa Informatika ITB tidak neko-neko, mereka bukan tipe orang yang suka berbuat anarki dan onar. Kultur mahasiswa di Informatika ITB adalah orang yang senang belajar dan eksplorasi, mereka tidak terlalu tertarik dengan organisasi mahasiswa. Boleh saya katakan kebanyakan mahasiswa Informatika ITB itu makhluk yang “soliter” namun tidak pula anti sosial. Mereka mahasiswa yang cerdas dan kreatif, patuh, dan relatif sopan. Tidak pernah ada masalah kemahasiswaan yang krusial terjadi di lingkungan kami. Tidak ada acara OS (Orientasi Studi) Himpunan yang “aneh-aneh” atau mengandung unsur kekerasan. OS yang dulu agak hard telah berevolusi menjadi soft, sesuai dengan karakteristik dunia Informatika yang soft(ware).

Jadi, dengan karakteristik mahasiswa semacam itu, saya tidak mempunyai kesulitan untuk mengontrol dan memantau mereka. Prinsip saya yang terpenting mahasiswa itu diberikan trust, maka mereka akan memegang amanah trust dosen itu dengan baik. Mereka tidak perlu banyak diatur, sebab mereka self running sesuai dengan tipikalnya sebagai anak cerdas.

Saya berpikir begini, karena tidak ada kasus yang menonjol dalam dunia kemahasiswaan di Informatika ITB, maka saya merasa cukup santai sebagai pembina kemahasiswaan. Lebih banyak tugas saya itu administratif belaka seperti menandatangani surat izin acara Himpunan Mahasiswa, menerima kunjungan dari SMA dan perguruan tinggi lain, mengkoordinir pemilihan mahasiswa berprestasi, mengikuti acara perayaan wisuda, dan lain-lain. Sekali-sekali saja saya memantau acara OS (di sini disebut Sparta) untuk memastikan semua baik-baik saja. Mereka mudah bertemu dengan saya, dan saya pun tidak sulit untuk memegang komitmen mereka.

Namun, saya merasa belum sepenuhnya berhasil menjadi pembimbing kemahasiswaan. Saya menyadari masih banyak kelemahan di dalam diri saya, masih banyak yang perlu dibenahi di kemahasiswaan Informatika ITB. Salah satu persoalan klasik yang belum punya solusi hingga saat ini adalah bagaimana meningkatkan tingkat partisipasi mahasiswa dalam acara-acara kemahasiswaan. Ritme kuliah di Informatika ITB yang berat dan ketat serta tugas yang berlimpah ruah membuat mahasiswa kami harus memilih untuk lebih mengutamakan akademis ketimbang kemahasiswaan. Akibatnya, mereka yang aktif di Himpunan Mahasiswa hanyalah yang itu-itu saja dan bisa dihitung jumlahnya tidak banyak. Mungkin itu pula sebabnya mengapa alumni Informatika ITB tidak punya organisasi Ikatan Alumni hingga saat ini. Soliditas mereka tidak sekuat mahasiswa di Prodi lain seperti Perminyakan, Tambang, Mesin, Geologi, dan lain-lain.

Masalah tingkat partisipasi yang terjadi di Informatika ITB ini sebenarnya juga menjadi masalah klasik kemahasiswaan di ITB secara umum. Dunia kemahasiswaan di ITB saat ini terasa melempem dengan tingkat peran serta mahasiswa yang relatif sedikit, baik di Himpunan dan KM (Keluarga Mahasiswa). Mungkin yang cukup bergairah adalah di Unit-unit Kegiatan Mahasiswa. Mudah-mudahan ke depan kemahasiswaan di Informatika ITB dan di ITB umumnya berkembang lebih dinamis dan lebih baik lagi dari sekarang. Amiin.

Pos ini dipublikasikan di Seputar Informatika. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Purna Tugas Membimbing Kemahasiswaan

  1. otidh berkata:

    Wah, baru tahu pergantian kaprodi diikuti perubahan tim koordinator kemahasiswaan juga. Soalnya, sejak masanya Pak Sukrisno hingga Bu Putri jadi kaprodi, setahu saya pembina kemahasiswaan di IF ya Pak Rinaldi dan Pak Imam.

    Kalau sekarang, pengganti Pak RInaldi sebagai koordinator kemahasiswaan di IF siapa Pak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s