Mulai Takut Makan Buah Impor

Beberapa hari yang lalu saya menonton berita di televisi tentang buah impor. Buah impor yang sangat deras masuk ke negeri kita ternyata tidak semuanya baik untuk dimakan. Dari hasil penyidikan ternyata beberapa jenis buah mengandung bahan pengawet. Buah-buahan itu diawetkan dengan formalin. Mungkin caranya buah direndam di dalam larutan formalin beberapa lama kemudian dikeringkan. Sebagian jenis buah ada yang dilapisi lilin dan zat pewarna agar tampak lebih segar, bercahaya, menarik, dan kencang. Buah yang diberi formalin dan lilin adalah jeruk, anggur dan apel. Zat pewarna tekstil biasanya disuntikkan ke semangka, pir, pisang, jeruk, mangga dan belimbing (Sumber: Republika).

Seperti dikutip dari sini:

Diberitakan sebelumnya, Kepala Pusat Karantina Tumbuhan Badan Karantina Kementerian Pertanian, Arifin Tasrif mengeluarkan pernyataan mengejutkan. “ Buah impor mengandung formalin. Indonesia menjadi keranjang sampah, “ katanya.

Menurut Arifin, buah impor yang tidak layak konsumsi akibat kandungan bahan kimia berbahaya membanjiri pasar dalam negeri. Sekitar 800 ribu ton buah yang tidak laku di negara lain dengan leluasa masuk ke Indonesia melalui jalur resmi maupun jalur tidak resmi.

“Tahun lalu, kami menolak masuk sekitar 1000 ton buah impor karena mengandung berbagai residu atau bahan kimia berbahaya seperti formalin dan zat pewarna,” katanya di sela-sela acara Rembug Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional di Jombang, Jawa Timur, Sabtu (28/1).

Dijelaskan Arifin, bahan kimia berbahaya seperti formalin dan zat pewarna tersebut sengaja dicampurkan ke buah. Tujuannya agar buah menjadi lebih awet dan tetap terlihat segar meski sudah dipanen setengah tahun lalu.

Padahal endapan logam dan kandungan bahan kimia yang dicampurkan pada buah impor tersebut sangat berbahaya bagi yang mengkonsumsinya. Karena konsumsi dalam jangka panjang, bisa mengakibatkan berbagai gangguan kesehatan. Seperti kelainan autis pada anak dan perilaku hiperaktif.

Diakui buah yang diawetkan dengan formalin penampilannya memang jauh lebih menarik. Ini terjadi karena bagian kulitnya terlihat kencang dan segar meski sudah berbulan-bulan dipanen. Buah yang biasanya diberi formalin seperti jeruk, anggur, dan apel. Sedangkan zat pewarna biasanya diberikan terhadap pier, mangga, belimbing, pisang, jeruk, dan semangka. Buah-buah itu antara lain diimpor China, Thailand, Amerika, New Zealand, dan beberapa negara lainnya.

Arifin Tasrif menambahkan , mudahnya buah impor masuk ke Indonesia tak terlepas dari sulitnya pengawasan di lapangan. Dengan pintu impor yang terlalu banyak, baik yang bersifat legal maupun ilegal, membuat buah impor dengan mudah merangsek masuk ke pasar dalam negeri.

Buah-buahan impor yang dijual di lapak buah (Sumber foto: bisnis-jabar.com)

Buah-buahan impor di kios pedagang buah (Sumber: bisnis-jabar.com)

Makanya jangan heran kalau kita sering melihat buah-buahan di lapak pedagang buah (terutama apel, anggur, dan jeruk) tetap tahan lama dipajang tanpa membusuk. Ini berbeda dengan buah lokal yang tidak tahan lama jika disimpan. Negara asal buah itu adalah China, Selandia Baru, Thailand, India, Amerika Serikat, dan negara lain. Coba anda bayangkan waktu yang ditempuh oleh buah itu dari China ke Jakarta kira-kira dua minggu. Di lapak pedagang buah itu dijajakan dalam waktu lebih kurang tiga minggu. Ini belum termasuk waktu dari perkebunan ke pelabuhan ekspor dan waktu tunggu buah di pelabuhan Tanjung Priok (Jakarta). Waktunya akan makin lama lagi jika buah itu didistribusikan ke wilayah lain di Indonesia. Jadi, jika dipikir-pikir buah impor itu tidak segar lagi ketika sampai ke tangan konsumen, namun karena ada yang memakai formalin atau lilin buah itu terlihat seperti masih segar.

Menurut Arifin Tasril, sekitar 800 ribu ton buah yg dikirim ke Indonesia adalah buah yg tak laku atau kualitas buruk di negara asal.

Hiii, saya yang hobi makan buah sekarang harus berhati-hati dalam mengkonsumsi buah, terutama buah impor. Sukurlah saya jarang makan buah impor itu, hanya sesekali saja. Sebagian besar buah yang saya makan adalah buah lokal seperti nanas, sawo, kedondong, semangka, mangga, salak, dan melon. Selain membantu penghidupan petani dengan membeli buah dari negeri sendiri, buah lokal jauh lebih sehat karena buah lokal jelas tidak pakai bahan pengawet seperti formalin atau lilin. Yang perlu diwaspadai terhadap buah lokal adalah racun pestisida. Beberapa buah produksi lokal yang rawan mengandung pestisida adalah stoberi (baca ini).

Ayo banyak makan buah agar tubuh sehat. Mari kita bantu petani kita dengan membeli dan mengkonsumsi buah-buahan lokal.

Pos ini dipublikasikan di Gado-gado. Tandai permalink.

6 Balasan ke Mulai Takut Makan Buah Impor

  1. rotyyu berkata:

    Satu lagi bukti kalau pemerintah memang tidak mampu melindungi masyarakat, bahkan buah yg seharusnya datang dari produk sendiri itupun ternyata harus dibayar mahal tidak saja dengan uang tapi juga resiko kesehatan jangka panjang.

  2. Ibu Sri berkata:

    Dukung produk bangsa sendiri, makan buah lokal, lebih segar dan lebih sehat. Untuk mengurangi dampak pestisida, usahakan konsumsi buah yang berkulit

  3. oesrahman berkata:

    ayoo cinta produk sendiri… dengan beli buah lokal, selain membantu penjual juga petani (bangsa) kita sendiri. Jadi kalau pengen beli buah, mungkin bijak kalau kita tanya “ini lokal atau impor”? heheh

  4. winda berkata:

    bukannya mau menghakimi…..memang sudah sepentasnya kita membeli buah lokal agar membantu bangsa sendiri, namun patut di waspadai, seperti berita2 di tv, bahwa rakyat kita sendiri juga curang dan ingin meracuni bangsa sendiri, seperti jeruk,mangga, nangka, dsb di suntik pemanis buatan , pewarna sintetik . oh my God….pantas penyakit sekarang kanker, stroke….

  5. pit berkata:

    ada yg tau info mengenai buah melon dan semangka yg disuntik pewarna dan pemanis kah ?please share infonya buat berjaga2

  6. Honda Rider berkata:

    kalo yang pernah saya makan itu buah pier.. abis makan buah pier itu saya mencret2.. saya heran kenapa mencret?, makan apa ya??, trus saya makan lagi sisa buar piernya, eh mencret lagi, wah jadi ketahuan itu buah pier penyebabnya !, langsung sisa buahnya saya buang, saya jadi ndak mau lagi beli buah2an , tokonya padahal gede, deket rmh saya.. hmm kapok deh beli di situ, .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s