Asrama Mahasiswa ITB Dalam Kenangan (1)

Sewaktu tingkat akhir di ITB tahun 1990 hingga 1992 saya memutuskan tinggal di Asrama Mahasiswa ITB. Asrama mahasiswa ITB terletak persis di depan kampus Ganesha, berupa rumah-rumah peninggalan Belanda yang diberi nama Rumah A hingga H. Rumah A yang paling depan, Rumah B dan Rumah C di Jalan Skanda (jalan di samping Taman Ganesha itu), Rumah D alias barrac di Jalan Gelapnyawang, Rumah E alias Villa Merah, dan Rumah F di samping Bank BNI ITB.

Dua rumah yang terpisah jauh adalah Rumah G di Jalan Sawunggaling yang sekarang menjadi Hotel Sawunggaling, dan Rumah H di Jalan Cisitu. Satu lagi asrama khusus putri di pertigaan Jalan Gelapnyawang (belakang Masjid Salman) yang sekarang menjadi Klinik Medika Ganesha. Saya dulu tinggal di Rumah C yang berwarna oranye. Tiap rumah punya warna cat sendiri (Rumah B berwarna biru, rumah E berwarna merah sesuai namanya, dan lain-lain).

Setiap Rumah mempunyai alumni ITB yang dibanggakan dan telah menjadi tokoh nasional. Di rumah E (Villa Merah) pernah dihuni Azwar Anas (mantan menteri dan Gubernur Sumbar), di rumah D (barrac) pernah dihuni Aburizal Bakrie, di rumah C ada Fadel Muhammad, dan lain-lain. Senior saya, Prof Iping juga aumni Rumah C.

Tinggal di asrama sangat berkesan bagi saya. Di sana saya menemukan banyak kawan dengan aneka sifat dan karakter. Status saya di asrama adalah sebagai penghuni tamu. Kapasitas di asrama jarang penuh, sehingga pengelola asrama menyewakan kamar bagi mahasiswa ITB dengan status sementara (misalnya mahasiswa yang sedang TA/Thesis seperti saya, orang luar yang mengikuti pelatihan selama beberapa bulan di ITB, wisudawan yang habis masa kosnya dan menunggu panggilan kerja, dan sebagainya). Meskipun berstatus “tamu” namun saya cukup lama tinggal di Rumah C yaitu sekitar 2 tahun dan diperlakukan sama dengan penghuni lainnya.

Karena asrama persis di depan kampus, maka mau ke kampus cukup jalan kaki. Makan ikut catering di dalam dengan harga yang sangat murah. Karena penghuni asrama cukup banyak maka makan secara kolektif jatuhnya murah. Ada bibik yang disewa untuk memasak. Fasilitas di asrama sangat berlimpah, air dan listrik sepuasnya, udara segar karena banyak pepohonan, ada fasilitas olahraga (tenis meja, voli, basket). Asrama-asrama ini disubsidi oleh ITB sehingga penghuni membayarnya cukup murah, hanya Rp15.000/bulan saat itu. Wah, pokoknya menyenangkan hidup di asrama ITB. Oh iya, satu kamar diisi dua sampai empat orang. Penghuni yang senior mendapat kamar sendiri agar mereka dapat mengerjakan TA dengan tenang. Saya sebagai penghuni tamu tetap puas sekamar bertiga. Kamarnya besar-besar dan luas sehingga tetap lapang meskipun dibagi empat partisi.

Sekarang rumah-rumah itu tidak lagi dijadikan asrama mahasiswa, tetapi digunakan sebagai kantor-kantor oleh ITB. Villa Merah yang dulu terkenal dengan Bimbelnya sekarang menjadi Gedung Alumni, rumah barrac menjadi sekolah MBA ITB, Rumah B dan Rumah C menjadi kantor LAPI ITB, Rumah F menjadi Pusat Inkubator Bisnis, dan Rumah A menjadi Gedung Kemitraan. Setahu saya rumah-rumah itu dipakai sebagai asrama hingga akhir tahun 90-an. Sejak itu tidak ada lagi asrama mahasiswa yang dikelola ITB. Sekarang memang ada beberapa asrama mahasiswa ITB tetapi dikelola oleh pihak swasta, yaitu asrama di Jalan Kanayakan dan Jalan Cisitu.

Di bawah ini beberapa foto kondisi bekas asrama mahasiswa ITB saat ini yang sudah menjadi kantor-kantor unit ITB yang lain. Setiap hari saya selalu lewat di depan asrama itu. Setiap kali memandang Rumah C saya selalu terkenang masa-masa pernah hidup di dalamnya.

Rumah A dilihat dari samping

Rumah A dari sudut kiri

Rumah B

Jalan antara Rumah A dan Rumah B

Rumah C. Di sinilah saya dulu pernah tinggal selama dua tahun.

Jajaran pohon palem sepanjang jalan masuk ke rumah C masih tetap ada hingga saat ini.

Bekas lapangan voli di belakang Rumah C. Pintu yang terlihat di sebelah kanan adalah pintu kamar saya waktu pertama kali tinggal di asrama ini dulu.

Rumah D (barrac). Sekarang menjadi sekolah MBA-ITB

Rumah E (Villa Merah). Konon warna merah itu adalah warna asli batu bata yang didatangkan dari Belanda.

Bangunan terpisah dari Villa Merah. Dulu dijadikan kamar senior asrama.

Rumah G (sekarang Hotel Sawunggaling di Jalan Sawunggaling)

Asrama Putri ITB (sekarang menjadi Klinik Medika Ganesha ITB).
Sumber foto: http://www.itb.ac.id/gallery/1349

Pos ini dipublikasikan di Seputar ITB. Tandai permalink.

13 Balasan ke Asrama Mahasiswa ITB Dalam Kenangan (1)

  1. Catra berkata:

    Wah sudah lebih empat tahun saya di ITB ternyata saya baru tahu bahwa bangunan kantor2 tersebut bekas asrama mahasiswa. Hehe

    Saya jadi membayangkan bagaimana dulu suasana kampus saat itu. Serta suasana mahasiswa yang tinggal di asrama, pasti rame banget ya, pak? Atau “agak” kotor ya pak? soalnya waktu saya ke asrama BG di jalan Cisitu kesannya Kotor. (No offense, mungkin bisa jadi bahan instropeksi bagi para penghuni asrama BG Sekarang)

    Salam

    • rinaldimunir berkata:

      Kalau kotor sih nggak, Cat. Rame banget nggak juga sebab peminat masuk asrama tidak terlalu tinggi, mungkin karena ada kesan bahwa asrama itu tidak menyenangkan buat belajar, banyak aturan, satu kamar diisi berempat, dsb. Namun saya merasakan sebaliknya, sangat menyenangkan.

  2. reysiahaan berkata:

    wah, saya malah baru tahu bahwa rumah2 tersebut ternyata bekas asrama mahasiswa. Hmm, pantas saja mirip pondokan. Dengan kondisi kepadatan kota dan kendaraan yang jauh lebih rendah di masa itu, saya membayangkan tempat itu jadi tempat yang asik dan nyaman untuk tinggal maupun bercengkrama dengan teman.
    Sekarang, memang lebih cocok jadi kantor sih. hehe.
    Ada kenangan2 lain yang sekarang sudah ga ada lagi pak tentang hidup mahasiswa?😀

  3. Yonaidi berkata:

    Tulisan Pak Didi mengingatkan saya pada masa-masa kuliah tahun 80an hingga awal 90an. Salut buat tulisan2 Pak Didi yang sederhana tapi menarik.

    Masih ingat saya Pak Didi?

  4. Sandi M. Solihin berkata:

    Rumah H masih ada pak penerusnya. Setelah direlokasi dari Asrama Kidang Pananjung Blok F di Cisitu Lama VIII #12 tahun 2011 lalu pindah ke daerah Sadang Serang dengan organisasi mandiri oleh mahasiswa-mahasiswa yang masih bertahan (Kini jumlahnya yang masih aktif sekitar 10 orang, karena belum lulus dan masih mencari kerja dan masih nongkrong).. Saya diajukan jadi anggota baru di asrama H tetapi masih dalam proses administrasi. Yang saya rasakan ketika akan masuk ke Rumah H, adalah suatu kehormatan untuk saya bisa masuk ke Rumah yang dulu telah meluluskan Prof. Maman (MA’57)/mantan ketua majelis guru besar ITB dan Prof. Kadarsyah (TI’81)/WRAM sekarang.. Apalagi anak-anak r-H selalu bersemangat kalau Bulan Puasa datang selalu ditanyai Pak Kadarsyah untuk buka puasa bersama, pak.

  5. mohammad rahmansyah berkata:

    Sewaktu masuk ITB tahun 2000 seingat saya asrama masih digunakan oleh mahasiswa, hanya kemudian dialihfungsikan menjadi kantor dan tempat kuliah. Hanya saja saya baru tahu kalo hotel sawunggalingpun dulunya adalah asrama mahasiswa juga. Membaca tulisan pak Rinaldi Munir jadi teringat masa-masa indah di kampus dulu..

  6. Ping balik: Dari Asrama Mahasiswa ITB ke Hotel Bumi Sawunggaling | Catatanku

  7. Rachmad berkata:

    Di asrama kidang pananjung blok F, malahan sampai sekarang masih ada terpampang aturan rumah H yang dulu pak

  8. Herry Saptanto berkata:

    Mas Rinaldi, terimakasih sekali dg foto-fotonya (Luar Biaasa).
    Nostalgia.
    Kalau memungkinkan ditambahkan Asrama F biar lengkap koleksi Asrama ITB.
    Sebagai tambahan nama Asrama dulu :
    1. Rumah A (sdh ada di foto)
    2. Rumah B (sdh ada di foto)
    3. Rumah C (sdh ada di foto)
    4. Rumah D Villa Merah (sdh ada di foto)
    5. Rumah E Sawunggaling (sdh ada di foto)
    6. Rumah F (sebelah barat rumah A Jl Ganesha (belum ada fotonya)
    7. Rumah G Barrac Indonesia (sdh ada fotonya)
    8. Rumah H Sangkuriang (belum ada fotonya).
    Yah, ini sekedar mengingat ingat 30 tahun yang lalu.
    Salam
    Herry Saptanto/ Barrac

  9. hendro purnomo berkata:

    Salam kenal….kl buat calon mahasiswa baru dmn ya cari kos2an dekat kampus itb,, makasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s