Kapan Ujian Nasional Bisa Jujur?

(Oknum) Guru juga bagian dari masalah kejujuran. (Oknum) guru berani menciderai kejujuran karena mereka (dan sekolah) takut disalahkan jika muridnya banyak yang tidak lulus UN.

Kapan Ujian Nasional di negeri ini bisa bersih dari kecurangan? Menunnggu ujian nasional yang jujur sama saja menunggu GODOT yang tidak akan pernah muncul.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sumber: http://sindikasi.inilah.com/read/detail/1854462/guru-bagikan-4-paket-jawaban-un

Guru Bagikan 4 Paket Jawaban UN

NILAH.COM, Palembang – Meski bimbingan belajar, try out, dan pelajaran tambahan sudah dilakukan oleh sejumlah sekolah, masih ada saja sekolah yang meragukan kemampuan siswanya. Bahkan, ada sekolah yang mengantisipasi hal tersebut dengan menyiapkan empat paket jawaban ujian nasional (UN) untuk dibagikan kepada siswanya.

Sejumlah siswa SMP yang baru saja menyelesaikan UN hari ke-2, Selasa (24/4/2012), mengaku dapat mengerjakan UN dengan mudah karena telah dibekali empat paket jawaban dari gurunya, sebelum UN berlangsung. Siswa dianjurkan untuk tidak sembarangan membuang jawaban setelah pelaksanaan UN.

“Kami dapat menyelesaikan UN dengan mudah, bahkan lebih mudah dari try out karena kami sudah memliliki empat paket kunci jawaban yang diberikan guru sebelum UN. Sepertinya para pengawas di kelas tidak terlalu memperhatikan kami,” ujar salah satu siswa saat diwawancarai setelah pulang ujian.

Siswa itu menambahkan, awalnya ia dan teman-teman ragu-ragu tentang kebenaran dari kunci jawaban tersebut. Tapi akhirnya mereka percaya saja karena yang memberikan adalah guru mereka sendiri dan mereka yakin tidak mungkin guru itu mau menjerumuskan mereka.

“Lagi pula kami mendapatkan empat paket jawaban sekaligus sehingga dapat menyesuaikan dengan paket apa yang didapat,” ucapnya.

Disinggung soal hujan yang mengguyuri Kota Palembang sejak pagi pada hari ke-2 UN, ia mengaku banyak temannya yang terlambat mengikuti UN, namun para guru dan pengawas memberikan toleransi serta mengizinkan untuk mengikuti UN sebagaimana mestinya.

Tak hanya itu, aksi saling contek lewat pesan singkat (SMS) melalui HP masih terjadi pada UN tingkat SMP. Sejumlah siswa memasukkan HP dalam saku dan tidak diperiksa pengawas.

“Memang jika ketahuan handphone tidak boleh dipakai. Namun waktu masuk kelas, disimpan di tas. Kemudian, sebelum tas dikumpul di depan, handphone dipindah ke kantong dan tidak lagi diperiksa. Tetapi, tetap saja membukanya diam-diam jangan sampai pengawas tahu. Jadi, bisa secontekan dengan teman yang paket sama,” ungkap siswa sekolah lain, saat ditemui usai ujian, di depan sekolahnya.

Akan tetapi, karena jumlah paket soal cukup banyak, jadi cukup kesulitan untuk secontekan dan jawaban yang diberikan temannya pun tidak begitu banyak. Sedangkan mengenai isu bocoran soal sebelum ujian, dirinya mengatakan tidak pernah mendapatkan.

“Contekan dari teman, hanya sedikit. Sulit, karena jumlah paketnya banyak dan kabarnya memang ada bocoran lewat SMS tapi saya tidak pernah dapat,” katanya.

Mengenai hujan yang melanda saat pelaksanaan UN hari kedua dengan mata pelajaran bahasa Inggris ini, siswa itu menambahkan, hujan tidak sampai mengganggu jalannya ujian, serta tidak ada siswa lain yang terlambat datang.

Sementara itu, Koordinator UN Kota Palembang, Nursyamsu Alamsyah, ditemui saat mengantar LJUN di Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, menuturkan, di Prosedur Operasional Standar (POS) UN, handphone tidak boleh digunakan dan tas diletakkan di depan kelas.

“Hal yang utama pengawas tidak boleh meresahkan peserta dan siswa hanya boleh menggunakan alat tulis. Jika memang hal itu masih terjadi artinya kelalaian dari pengawas,” tuturnya.

Padahal, lanjut Kasi Kurikulum Bidang SMP/SMA/SMK Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Palembang ini, sejak awal kepala sekolah dan pengawas sudah ditekankan untuk memeriksa peserta sebelum memulai ujian. Untuk sanksi terhadap kelalaian ini, tergantung dari bentuk kesalahan dan perlu pembuktian.

“Sejak awal sekolah sudah kita tekankan agar dapat mengantisipasi hal-hal seperti itu, dan kepala sekolah harusnya menyampaikannya kepada pengawas serta polisi yang bertugas di situ juga berhak menegur dan melaporkan melalui kepala sekolah jika ada indikasi tindak kecurangan,” jelasnya.

Menurut Nursyamsu, secara umum pelaksanaan UN berjalan cukup lancar. Tidak ada kekurangan soal ataupun LJUN, seperti pada pelaksanaan UN di tingkat SMA sederajat sebelumnya. Serta dari data sementara, peserta yang tidak hadir tercatat sebanyak enam orang.

“Dari data absen yang diterima siswa tidak hadir ada enam orang, namun sejauh ini belum ada surat resmi pemberitahuan ketidakhadiran mereka. Namun, jika ada surat keterangan dokter dan pihak sekolah, siswa tersebut dapat mengikuti ujian susulan,” imbuhnya. [bar]

Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

2 Balasan ke Kapan Ujian Nasional Bisa Jujur?

  1. kholee berkata:

    Wah, Palembang memang sudah parah Pak pendidikannya…
    Bagi-bagi kunci jawaban oleh guru sendiri memang sudah lumrah disini, baik itu sekolah yang jelek sampai yang unggulan sekalipun. Hanya ada sedikit sekolah dimana guru-gurunya tidak membagikan kunci jawaban pada muridnya.
    Belum lagi dengan sistem penerimaan murid baru SMP-SMA Negeri, memang pakai tes masuk, tapi jika mau, orang tua bisa langsung menghadap ke oknum guru di SMP atau SMA tersebut untuk mendapat kunci jawaban tes masuk tersebut.

    *Ditulis oleh warga Palembang

  2. hanson berkata:

    yang menyebalkan adalah epilog dari berita itu, yg tidak ada sangkut pautnya dengan aksi kecurangan ini, mana dibilang “secara umum pelaksanaan UN berjalan cukup lancar” ya ampuuunn, tidak ada usaha perbaikan sama sekali😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s