Kisah Angga Mencari Ayahnya di “Lembah Sukhoi” Gunung Salak

Peristiwa kecelakaan pesawat super jet Sukhoi yang menabrak tebing Gunung Salak masih mengharu biru masyarakat kita hari-hari ini. Hingga saat tulisan ini dibuat Tim Basarnas dibantu prajurit TNI dan para relawan masih kesulitan mengevakuasi jenazah para korban yang hancur bercerai berai. Medan yang sangat berat, tebing yang terjal hampir membentuk sudut 90 derajat dan lembah yang dalam membuat proses evakuasi menjadi sangat berat dan beresiko.

Diantara kisah sedih dan tragedi Sukhoi yang memilukan itu, ada sebuah kisah yang mengharukan. Ini adalah kisah tentang anak dari salah seorang korban pesawat –yang mudah-mudahan adalah anak yang shaleh– yang ikut mencari ayahnya bersama tim evakuasi. Dengan bermodalkan hubungan batin antara ayah dan anak, disertai Kuasa Tuhan dan doa anak yang shaleh, dia berhasil mendapat petunjuk keberadaan ayahnya di “lembah Sukhoi” dan memberikan informasi tersebut kepada Tim Evakuasi. Kisah ini saya rangkum dan kutip dari tiga berita daring di bawah ini:
1. Angga Dapat ‘Mukjizat’, Marinir Terbantu Temukan Lokasi Korban Sukhoi
2. Kisah Angga Berjuang Mendaki Gunung Salak Mencari Ayahnya
3. VIDEO: Kisah Angga Cari Ayah di Gunung Salak

~~~~~~~~~~~~~~~~

Namanya Angga Tirta (27), bukan seorang pendaki gunung. Tapi dengan tekad yang kuat dia bisa bertahan mendaki Gunung Salak bersama tim evakuasi korban Sukhoi Superjet 100. Ayah Angga, Aan Husdiana, adalah salah satu penumpang Sukhoi nahas itu.

Rabu (9/5) sore, Angga baru mendengar kabar Sukhoi yang ditumpangi ayahnya lost contact. Ayahnya, Aan, yang merupakan seorang pilot di Kartika Airlines menjadi salah satu penumpang pesawat. Kartika Airlines merupakan calon konsumen Sukhoi.

Rabu malam, Angga bersama kakak ayahnya dan keluarganya, total ada 6 orang, berangkat menuju Pos Cidahu. Keluarga besar Angga ingin tahu langsung kepastian nasib Sukhoi itu. Kamis (10/5) dini hari, dia bersama keluarganya tiba di Pos Cidahu. Di sini muncullah niat Angga untuk ikut mencari ayahnya. Pada mulanya keinginan Angga itu ditolak, Angga tidak diperbolehkan ikut mencari. Tapi dengan tekadnya yang membaja dia membujuk Tim Evakuasi agar diperbolehkan ikut. Dia meyampaikan kepada Komandan bahwa feeling-nya mengatakan ayahnya ada di lereng.

Kamis pagi, Angga bersama prajurit TNI AD ikut mendaki menuju Puncak Gunung Salak. Dia mendengar kabar, untuk menuju lokasi, perlu perjalanan sekitar 2-3 jam. Angga membulatkan tekad untuk ikut. Angga bergerak bersama Tim Marinir, melakukan pencarian lokasi jatuhnya Sukhoi. Angga ingin ikut agar dia dapat mengetahui kondisi Sukhoi dan ayahnya sebenar-benarnya. Tim Marinir kagum dengan kesungguhan Angga, walau tanpa bekal dia bersungguh-sungguh mencari lokasi jatuhnya Sukhoi dan mencari jenazah ayahnya.

“Saya tidak membawa apa-apa, hanya jaket, dan sebotol air mineral,” terang Angga.

Perjalanan mendaki Gunung Salak menempuh medan yang berat. Angga menahan diri untuk tidak meminum air mineral yang dia bawa. Dia berjaga-jaga untuk perjalanan panjang.

“Ternyata kalau saya minum air, saya bisa keram. Itu aturan pendaki gunung,” imbuhnya.

Tanpa bekal logistik yang cukup, Angga berjalan menuju lokasi di puncak. Jalur yang belum dibuka membuat perjalanan menjadi lama. Angga mengaku selalu teringat bau-bauan ayahnya sehingga dia merasa kuat. Dalam pendakian itu, dia kehilangan sepatunya yang jebol.

“Dia kasih petunjuknya lewat bau jengkol, bau petai (makanan favorit ayah Angga yang mengarahkan ke lokasi penemuan, red)”, ucapnya.

Yang menarik, sepanjang perjalanan, Angga tidak melupakan melakukan ibadah shalat. “Sepanjang perjalanan, Angga rajin shalat. Usai shalat dia berdoa meminta petunjuk kepada Yang Kuasa,” kata komandan Tim Marinir, Letkol Oni Junianto.

Angga bersyukur dalam perjalanan melelahkan itu, dirinya mendapat kemudahan-kemudahan. “Alhamdulillah, saat saya butuh air, menemukan mata air. Saya sempat makan daun pakis, sebelum akhirnya bertemu Tim Marinir yang memberi ransum,” imbuh Angga.

Kamis malam, Angga bermalam di kawasan Puncak Gunung Salak. Sebelumnya di perjalanan bertemu Tim Marinir yang memberikan bantuan logistik. Angga tidur beralaskan kantung jenazah yang dibawa TNI.

Nah, keajaiban datang. Usai salat Subuh pada Jumat (11/5) pagi, Angga mengaku ditemui ayahnya. Saat itu, ayahnya memberitahu supaya dirinya tidak usah datang ke lokasi jatuhnya Sukhoi karena daerah itu berbahaya. Petunjuk itu diperoleh Angga saat tim Marinir sudah berada di Puncak Gunung Salak.

Angga pun, lanjut Oni, dalam doanya itu sempat bertanya di mana ayahnya berada. Dia diberi petunjuk bahwa ayahnya berada di lereng gunung. Angga juga diminta pulang. Mendapat petunjuk seperti itu, Angga lalu memberi kabar kepada tim Marinir.

“Kami kemudian turun ke lereng”, jelas Oni.

Tebing yang curam inilah yang ditabrak oleh pesawat Sukhoi sehingga meledak dan hancur berkeping-keping. Di lereng tebing itu ditemukan jenazah korban pesawat termasuk SIM ayahnya Angga (Sumber foto: http://www.tribunnews.com/2012/05/10/lokasi-jatuhnya-sukhoi-ditemukan-mayor-penerbang-fahlevi)

Jumat pukul 07.20 WIB, Tim Marinir turun ke jurang. Angga sempat meminta ikut turun, namun Tim Marinir meminta dia menunggu di atas. Untuk turun ke jurang membutuhkan tali. Dan benar, ternyata sejumlah korban Sukhoi ada di jurang itu. Tim Marinir juga menemukan SIM ayah Angga atas nama Aan Husdiana.

“Setelah SIM ditemukan dan diberikan kepada Angga, dia sempat histeris. Namun akhirnya Angga bisa menerima dan dia pulang bersama tim logistik kami,” tutur Oni.

“Saya sudah cukup puas dengan itu. Walau sebenarnya saya ingin menemukan cincin atau benda yang lain. Tapi itu sudah cukup,” imbuhnya.

Jumat sore, setelah melihat tim Marinir membawa SIM ayahnya, Angga akhirnya memutuskan turun bersama tim Marinir. Angga mengucapkan terima kasih kepada Tim TNI AD dan Tim Marinir, relawan serta Basarnas yang memberi bantuan.

“Sekarang kami berharap identifikasi bisa cepat dan akurat,” tutur Angga, putra sulung almarhum Aan.

Simak penuturan Angga pada video di tautan ini.

~~~~~~~~~~~~~~

Setelah membaca ini, saya terhenyak. Mungkin inilah petunjuk atau ilham yang diberikan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya. Adapun kemudahan yang diperoleh Angga seperti menemukan mata air ketika Tim Evakuasi kehausan dan tidak menemukan air, itu adalah keajaiban yang diturunkan-Nya. Pada saat-saat yang sulit Allah SWT akan selalu datang menolong. Semoga kisah yang membawa hikmah ini dapat memperteguh iman kita kepada Allah SWT.

Pos ini dipublikasikan di Kisah Hikmah. Tandai permalink.

12 Balasan ke Kisah Angga Mencari Ayahnya di “Lembah Sukhoi” Gunung Salak

  1. lephieisme berkata:

    Reblogged this on lephieisme and commented:
    Sedikit kisah yang mungkin dapat memberikan pelajaran di balik kecelakaan pesawat Superjet100 di Gunung Salak

  2. andrea berkata:

    Subhanallah,…mudah mudahan diberi ketabahan dan keikhlasan utk keluarga yang ditinggalkan. Semoga amal ibadah para korban di terima di sisi Nya dan diampuni segala dosa – dosanya. Aamiin…

  3. syahnaz berkata:

    Makasih untuk support dan doa nya…

  4. tjut berkata:

    Semoga mas angga n keluarga iklas menerima suratan takdir ini..semoga almarhum mendapatkan tempat yang indah di alam kubur..amiiin

  5. Ali Wardana berkata:

    Reblogged this on menulisbersamaku and commented:
    Mas.. ANGGA sabar yah…Diblik kesusahan pasti ada kebahagiaan

  6. Ali Wardana berkata:

    Mas ANGGA…sabar yah…dibalik kesusahan pasti ada kebahagiaan.

  7. cheeya berkata:

    semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT.. salut sama angga..:)

  8. Anita Maulana berkata:

    Terharu..sabar ya kak Angga😦

  9. Maryudi Abdulloh berkata:

    Ilham itu diberikan pada hambaNYa yang selalu taat beribadah padaNya, hal itu bisa kita ambil pelajaran dari mas Angga.

  10. Jhaka berkata:

    Subhanallah. .

  11. taufiq berkata:

    ALLAHU AKBAR

  12. Subhanallah semoga diberi ketabahan oleh Allah SWT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s