Tetangga dan Tawaran Asuransi

Saya paling rikuh kalau ditawari asuransi oleh tetangga atau teman dekat, maklum saya ini paling susah berkata “tidak” pada tawaran orang. Mau menolak nggak enak, mau ikut juga tidak (belum) berminat. Nah, jika terpaksa saya tolak maka efeknya terlihat sesudah itu: tetangga berubah menjadi kurang ramah lagi (yang sebelumnya ramah). Untungnya tetangga tersebut sudah pindah rumah, he..he.., jadi saya agak lega.

Dulu ketika anak pertama saya baru lahir, ada tetangga yang bekerja sebagai sales sebuah perusahaan asuransi datang ke rumah tanpa diundang. Sebenarnya saya tidak terlalu dekat dengan tetangga tersebut karena rumahnya agak jauh. Dengan keramahan seolah-olah sudah akrab, dia datang dengan temannya memberikan kado atas kelahiran anak saya. Setelah basa-basi dan memuji-muji, akhirnya mereka menyampaikan tujuan sebenarnya yaitu menawarkan asuransi pendidikan buat anak saya yang masih bayi. Setelah presentasi sebentar, mereka merayu agar saya ikut asuransi dengan berbagai keuntungan dan kemudahan yang akan saya dapat. Jelas saja saya merasa tidak enak menolak, lha sudah diberi kado. Ha..ha..ha, saya merasa sudah “dijebak” dengan hadiah itu. Mungkin itu taktik sales di manapun ya. Akhirnya saya pun dengan terpaksa ikut asuransi. Saya katakan terpaksa karena saya kurang berminat ikut asuransi saat itu.

Ketika anak kedua lahir, teman dari teman istri saya datang dengan ramah menawarkan asuransi untuk anak kedua saya ini sambil membawa hadiah peralatan bayi. Heran, darimana dia tahu ya saya punya anak baru lahir, padahal kami tidak mengenalnya. Mungkin para sales harus pasang mata dan telinga mencari informasi siapa saja yang baru punya anak, informasi itu bisa dari teman, teman dari temannya, sepupunya, keponakannya, dan lain-lain. Saya salut dengan kegigihan sales menawarkan produknya, memang mereka harus begitu agar mendapat bonus yang besar karena berhasil menjaring banyak nasabah. Lagi-lagi kami tidak bisa menolak tawaran itu.

Nah, pengalaman yang tidak mengenakkan ketika anak ketiga saya lahir. Tetangga yang kerja sambilan sebagai sales datang ke rumah. Selama ini dia saya kenal ramah, selalu menyapa jika berpapasan. Nah, sepeti para sales asuransi pada umumnya, keramahan adalah hal yang utama. Suatu sore tetangga tersebut datang ke rumah, mula-mula bercerita tentang hal-hal lain, nah… ujung-ujungnya menawarkan asuransi. Karena sudah berpengalaman menghadapi sales dan saya memang tidak berminat ikut asuransi, maka tawaran tersebut dengan halus saya tolak. Aneh, beberapa hari kemudian terjadi perubahan, tetangga tersebut kalau berpapasan tidak pernah menyapa lagi, seolah-olah tidak kenal dengan saya. Mungkin dia kecewa saya menolak tawaran asuransinya? Wallahualam. Untunglah tetangga tersebut sudah pindah rumah, he..he.., jadi saya tidak memikirkannya lagi.

Begitulah, tidak hanya sales asuransi, saya pun kikuk kalau berhadapan dengan tawaran MLM dari teman. Orang MLM lebih gigih dibandingkan sales asuransi, karena bonus menjaring downline lebih menggiurkan, banyak orang MLM sudah kaya raya. Ada teman lama yang tiba-tiba datang menelpon malam-malam, entah darimana dapat nomor saya. Setelah basa-basi dan naya ini itu panjang lebar, dia meminta waktu untuk datang ke rumah pada hari minggu mau presentasi. Saya sudah katakan tidak berminat ikut MLM-nya, tapi teman saya tetap ngotot minta izin datang ke rumah. Nggak apa-apa tidak ikut, katanya, mereka hanya mau presentasi saja. Wah, benar-benar keukekuh orang MLM ini. Akhirnya saya menyerah juga, tidak kuasa menolak, teman lama lagi.

Para sales memang orang yang gigih, mereka harus pandai merayu meskipun sudah ditolak berkali-kali. Malangnya, saya orang yang paling sulit menolak, dan orang sales tahu hal itu.

Pos ini dipublikasikan di Pengalamanku. Tandai permalink.

8 Balasan ke Tetangga dan Tawaran Asuransi

  1. ady wicaksono berkata:

    kultur, budaya permisif bahkan pada sesuatu yang kita sebenarnya tidak suka, hehehe

  2. ikhwanalim berkata:

    saya sampai lima kali bersedia mendengarkan presentasi pasukan hijau yang suka mangkal di depan kampus tiap siang, pak..bersabar dalam mendengarkan..semoga orang lain juga mendengar saya dengan sabar kalau saya presentasi.. :d

  3. rolan berkata:

    saya anti dengan asuransi dan terpaksa ikut asuransi karena tidak enak sama teman akrab, sungguh luar biasa ketika saya sakit temen akrab saya berkunjung dan memberikan formulir pengajuan klaim rawat inap setelah saya sembuh dan pulang, 3 hari kemudian temen saya datang lagi dan mengatakan klaim rawat inap sudah cair 2 hari yang lalu silahkan cek rekeningmu, saya iseng2 cek ATM betul juga jumlah saldo saya bertambah sesuai dengan manfaat asuransi yang dulu ditawarkan temen saya.., anda tahu uang yang saya masukan di asuransi bukan berkurang tapi justru bertamah banyak.. bahkan bunga bank kalah jauh dengan saya ikut asuransi..

  4. ratih berkata:

    menurut saya mungkin sekarang ini belum ada manfaat yang bapak rasakan dari asuransi yang diambil,, hal ini juga saya rasakan ketika mengambil asuransi untuk kedua orang tua saya yang ditawarkan oleh teman dekat say,, beberapa bulan yg lalu ayah saya sakit dan harus dirawat inap karena diabetes,, hal ini sungguh menguntungkan karena ketika masuk rumah sakit hanya tinggal menunjukkan kartu rawat inap sebagai keanggotaan asuransi dan juga untuk makan di cafetaria rumah sakit bagi yang menunggu si sakit dapat kami reimburse ke pihak asuransi,, jadi ketika ayah sakit kemarin saya tidak perlu membayar uang sepeser pun dan juga dari asuransi yang saya ambil untuk kedua orang tua saya yang ada unsur investasinya,, bunga dari investasi tersebut lebih tinggi dari bunga bank ketika dilakukan pengambilan beberapa waktu lalu,, jadi menurut saya bapak tidak perlu merasa rugi mengambil asuransi karena pasti akan berguna kelak,,

  5. yanthy berkata:

    sebenarnx asuransi itu sangat bagus, karena ke.napa saya sudah merasakna sendiri pelayanannx bagus,, dan dapatkan manfaat yang sangat optimal, jangan kira asuransi itu apa….. melainkan asuransi itu bagiku RAJA/RATU sang penolong..
    awalnya saya juga menolak berkali-kali waktu di tawariii sama teman namun saya merasa tidak nyaman sama teman jika saya menolak tawaran.nya. namun d satu sekian tawarannya itu sangat luar biasa krn saya baru menyadari,,, bukan artinya dia memaksaku untuk masuk.. namun sya jg kefikiran dan mencoba… namun akhirnya sangat LUAR biasa saya katakan sya dpat manfaatx begitu banyak. ASURANSI luar biasa pelayanannya.

  6. rianty berkata:

    Hanya orang-orang yang tidak punya uang yang tidak berminat ASURANSI
    BUKAN.kah begituuuuu…

    -Ada org mampu tp tidak berminat membeli ASURANSI
    -tapi ada org yang tidak mampu yang betul-betul ingin membeli asuransi samapai-sampai dia mengenjot semangat mencari uang hanx ingin membeli ASURANSI.
    -tapi knpa orang-orang yang mampu dapat dikalahkan dengan orang-orang yg tidak mampu untuk dapat membeli ASURANSI??????.

  7. phantommagic berkata:

    Orang banyak menutup diri terhadap asuransi, padahal orang yang punya uang juga memiliki banyak polis. Orang kaya mana mau rugi kerja banting tulang, ehh tau2 sakit kritis, duit ludes semua. Banyak terjadi yaitu kendaraan diasuransikan, tapi orangnya tidak. Padahal seharusnya yang orangnya juga harus diproteksi. Dan kalau lagi sehat, orang gak lihat manfaat asuransi, tapi kalau lagi sakit, baru nyari2 asuransi, tapi mana mau perusahaan asuransi menerima orang yang sudah sakit.

  8. ajus berkata:

    hahahaa….komen2 nya diserbu sama agen asuransi semua nih mas heeheee….saran saya kalo ga mau ya tolak aja, karena keramahan mereka terlihat tidak tulus juga kok

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s