Lady Gaga Membelah Bangsa

Hebat betul Lady Gaga itu. Konsernya belum mulai, tapi bangsa ini sudah terbelah dua, ada yang pro dan ada yang kontra. Tidak hanya itu, seorang Lady Gaga menjadi pembicaraan mulai dari Mabes Polri hingga ke gedung DPR, bahkan ke istana negara. Para pejabat kita dibuat sibuk olehnya. Belum pernah ada artis luar negeri yang mendatangkan kehebohan seperti Lady Gaga ini.

Saya tidak kenal Lady Gaga dan tidak tahu lagu-lagunya seperti apa. Hanya gonjang-ganjing pemberitan Lady Gaga membuat saya mencari tahu siapa dia: ternyata Gaga suka tampil seronok dengan pakaian dan atraksi panggungnya yang diluar kepantasan, pemuja setan, lesbian, suka melecehkan kitab suci (salah satu lagunya, Judas, menyinggung umat Kristiani).

Ooo.. ternyata Lady Gaga itu seperti itu, penuh dengan kontroversi, wajar saja banyak kelompok msyarakat yang menolaknya. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di beberapa negara seperti Cina, Malaysia, Korea, bahkan Filipina. Wajar juga kalau polisi tidak memberi izin karena khawatir terjadi kerusuhan. Ketimbang melihat anak bangsa ini berdarah-darah karena seorang lady, lebih baik orang yang menyebabkan chaos dilarang saja datang.

Sebenarnya yang lebih parah dari Lady Gaga banyak. Tidak usah jauh-jauh ke luar negeri, panggung acara dangdut koplo di pelosok-pelosok kampung sering menghadirkan artis perempuan yang mesum, baik lagunya, goyangannya, maupun atraksinya yang merangsang seperti sedang menunjukkan orang (maaf) berhubungan badan.

Saya punya pendapat berbeda tentang Lady Gaga. Menurut saya ini adalah rencana Tuhan untuk umat-Nya di Indonesia. Dia menghadirkan isu Gaga untuk melihat dan menguji iman kita, sejauh mana umat-Nya mematuhi Firman-Nya yang menyuruh hamba-Nya untuk mengerjakan perbuatan baik dan menjauhi yang munkar (buruk). Dari hiruk pikuk perdebatan tentang Lady Gaga, kita dapat melihat mana orang-orang yang munafik, mana yang pura-pura setuju dengan alasan yang kedengarannya indah, mana orang yang benar-benar setuju dengan alasan kebebasan berekspresi dan HAM (lagi-lagi HAM). Bahkan, seorang pemimpin Ormas keagamaan berani berkata bahwa 1000 orang Lady Gaga pun tidak akan dapat mengubah iman jamaah ormasnya. Ini pernyataan yang sungguh takabur, jangankan menjamin keimanan sejuta orang, menjamin iman seorang manusia pun tidak mungkin bisa dilakukan oleh seorang Nabi, apalagi oleh manusia biasa.

Saya menilai aksi penolakan terhadap Lady Gaga itu adalah puncak dari kegelisahan banyak orang terhadap bahaya pornografi. Selama ini negara, sebagai simbol pemegang kuasa, hanya diam dan tidak mampu melindungi warganya dari bahaya pornografi. Film-film mesum dan cabul, artis-arti mesum, video porno, pergaulan seks bebas, dan homoseksualitas, sudah berseliweran memasuki kehidupan masyarakat. Undang-undang yang dibuat untuk mengatasi pornografi tidak berdaya, tumpul dengan sendirinya. Karena ada aksi maka timbullah reaksi. Karena negara tidak sanggup mengatasinya, akhirnya warga mayarakat sendirilah yang turun tangan. Masyarakat yang gelisah dan tidak tahan dengan kemaksiatan itu akhirnya menumpahkan kemarahannya dengan cara yang paling kasar, yaitu kekerasan. Kekerasan itu tidak baik, bangsa kita tidak pernah mengenal kekerasan dalam menyelesaikan masalah, namun kalau urat kemarahan sudah sampai di ubun-ubun, maka tidak ada yang mampu membendung tumpahannya.

Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Lady Gaga Membelah Bangsa

  1. Jefry berkata:

    Sangat miris kalau melihat beritanya di tv sampai ada yang demo dan semoga pemerintah bisa adil memutuskannya apakah jadi konser atau batal..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s