Bermalam di Hotel Ambarrukmo, Yogya

Minggu lalu saya menghadiri Seminar Nasional dan Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2012 yang diadakan oleh Jurusan Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta. Saya mempresentasikan makalah hasil penelitian saya pada seminar tersebut. Seminar diadakan di Hotel Royal Ambarrukmo, Jalan Adisucipto. Eh, nggak nyangka makalah saya mendapat penghargaan sebagai makalah terbaik kedua dengan hadiah sebuah ponsel Samsung Galaxy. Asyiiik… (beritanya ada di situs koran PR, di sini, tapi judulnya tertukar dengan makalah dosen IT Telkom)

Nah, agar praktis dan tidak perlu repot-repot mencari tempat bermalam, saya menginap di hotel yang sama, Hotel Royal Ambarrukmo. Mengapa saya menulis tentang hotel ini? Karena Hotel Ambarrukmo adalah hotel yang bersejarah, tidak hanya bagi warga Yogya tetapi juga bagi bangsa Indonesia. Hotel ini dibangun pada zaman Soekarno, kalau nggak salah bersamaan dengan pembangunan Hotel Indonesia di Yogyakarta.

Namun, entah karena manajemen atau penataan hotel yang kurang bagus, hotel Ambarrukmo ini tidak banyak diminati oleh wisatawan yang berlibur di Yogyakarta sehingga merugi. Barulah setelah direnovasi menjadi lebih bagus dan pembenahan manajemen hotel yang dikelola oleh jaringan hotel internasional, hotel ini mulai ramai. Wajah hotel yang sekarang adalah hotel baru setelah renovasi.

Di samping kanan hotel bersebelahan dengan sebuah pusat perbelanjaan modern yang bernama sama, yaitu Plaza Ambarrukmo. Kabarnya plaza ini berdiri di atas masih milik Kraton Yogyakarta juga.

Plaza Ambarrukmo

Hotel Ambarrukmo tanahnya sangat luas. Tanah tempat hotel berdiri merupakan tanah milik Kraton Yogyakarta. Di dalam area hotel terdapat sebuah pendopo yang mengingatkan kita pada pendopo di dalam kraton Yogya. Dari bentuk pendoponya saya meyakini ini adalah bangunan asli dari hotel yang lama.

Ruangan di dalam pendopo

Di belakang pendopo terdapat sebuah bangunan yang dikelilingi kolam dan air mancur. Sungguh menawan, mengingatkan saya pada banguna tradisional Jepang yang berada di atas kolam.

Kompleks pendopo dari arah belakang

Pendopo dilihat dari atas

Jalan antara pendopo dan sisi hotel

Kolam renang di belakang hotel

Alhamdulillah ada masjid di halaman belakang hotel, tempat karyawan dan tamu hotel menunaikan shalat.

Lobby hotel yang luas

Pos ini dipublikasikan di Cerita perjalanan. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Bermalam di Hotel Ambarrukmo, Yogya

  1. Mahendra berkata:

    Pendopo itu dikenal namanya sebagai Balekambang dan dibangun untuk digunakan sebagai tempat menyepi Sultan HB VII setelah lengser. Ketika Kanjeng Sultan HB VII menyepi (madeg pandito), K.H Ahmad Dahlan sering berkunjung ke pendopo tersebut. Sebagai catatan K.H Ahmad Dahlan menjabat sebagai Qadi Kesultanan Yogya pada era HB VII. Kangjeng Sultan HB VII meninggal di Pendopo Balekambang Ambarukmo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s