Fenomena Mahasiswa Asing di ITB

Dalam beberapa tahun terakhir ini di ITB banyak sekali mahasiswa asing yang wara-wiri di dalam kampus. ITB membuka pintunya bagi mahasiswa asing untuk menimba ilmu di kampus Ganesha, padahal sebelumnya ITB termasuk ketat dan tidak banyak menerima mahasiswa asing. Namun, konsekuensi sebagai perguruan tinggi berskala dunia adalah menerima mahasiswa dari luar (baik S1 maupun S2 dan S3).

Mahasiswa asing itu ada yang ditempatkan di kelas internasional, dan ada pula yang digabung dengan kelas reguler (bersama mahasiswa Indonesia umumnya). Kalau pada kelas internasional bahasa pengantar yang digunakan adalah Bahasa Inggris, tetapi di kelas regular tetap pakai Bahasa Indonesia. Bagi mahasiswa asing di kelas regular, sebelum kuliah di ITB mereka selama beberapa bulan belajar dulu Bahasa Indonesia. Kota yang banyak dijadikan mahasiswa asing sebagai referensi untuk belajar Bahasa Indonesia adalah di Yogyakarta. Di sana mereka tinggal dan bergaul dengan penduduk pribumi untuk belajar Bahasa Indonesia.

Saya pernah mengajar kelas regular yang ada mahasiswa asingnya, yaitu dari Myanmar. Karena mereka belum lancar Bahasa Indonesia, maka beberapa kali saya harus menjelaskan materi kuliah kepada mereka dalam Bahasa Inggris, termasuk menjelaskan soal ujian yang mereka tidak mengerti maksudnya. Sejauh ini sih lancar-lancar saja dan mereka sudah lulus dari ITB. Bahkan laporan TA pun saya perkenankan ditulis dalam Bahasa Inggris.

Kebanyakan mahasiswa asing (jenjang S1) di ITB berasal dari Malaysia dan Afrika, yang paling banyak ya dari Malaysia. Adanya penerbangan langsung dari Kuala Lumpur ke Bandung menarik minat orang Malaysia kuliah di ITB. Kebanyakan orang Malaysia yang kuliah di ITB beretnis Tamil (India), sepintas dapat dilihat dari ciri khas wajah, warna kulit, dan bintik di di atas dahi yang menyatakan mereka orang Hindu. Jarang sekali yang dari etnis Melayu (atau saya kurang teliti, maklum orang Melayu sama rupanya dengan orang Indonesia). Mahasiswa Malaysia yang kuliah di ITB kebanyakan mengambil Fakultas Farmasi (kelas internasional) atau MIPA. Jarang sekali ada yang mengambil jurusan enjinering seperti Teknik Sipil, Teknik Mesin, dll, apalagi Informatika.

Ternyata pemilihan Fakultas (atau Prodi) Farmasi itu ada sebabnya. Mahasiswa Malaysia yang kuliah di Indonesia rata-rata memburu Fakultas Farmasi atau Kedokteran, sebab di Malaysia sendiri tidak banyak Fakultas Kedokteran atau Farmasi, atau daya tampungnya terbatas (begitu cerita yang saya dengar dari dosen Universiti Kebnangsaan Malaysia yang anaknya kuliah di Kedokteran Unhas Makassar). Mereka tahu kalau kualitas Kedokteran atau Farmasi perguruan tinggi Indonesia itu bagus-bagus, malah lebih bagus dari Kedokteran/Farmasi di perguruan tinggi negara mereka sendiri. Kalau mengambil Jurusan enjinering atau computer science/IT, mereka tidak akan memilih Indonesia, tetapi kuliah di Inggris, Australia atau tetangga terdekatnya, Singapura.

Apakah mahasiswa Malaysia yang kuliah di ITB itu adalah mahasiswa terbaik negaranya atau mahasiswa pilihan seperti mahasiswa ITB lain umumnya? Kata teman saya dosen Farmasi ITB, jangan bayangkan mahasiswa asing asal Malaysia itu seperti mahasiswa kami yang lain. Kalau mahasiswa ITB cerdas-cerdas dan berkualitas unggul semua orang sudah tahu karena seleksi masuknya sangat ketat, tetapi mahasiswa asing asal negara serumpun itu sangat jauh kualitasnya. Mereka adalah mahasiswa level 3 di negaranya.

Sambil setengah bercanda, teman saya di Farmasi bercerita. Siswa-siswa cerdas level satu di Malaysia akan memilih kuliah di Inggris atau negara-negara Commonwealth seperti Australia, Kanda, India, dan lain-lain. Siswa cerdas level dua memilih kuliah di perguruan tinggi ternama di Malaysia, seperti Universiti Kebangsaan Malaysia, Universiti Malaya, dan lain-lain.

Nah, siswa level tiga, yang tidak lulus di PT negaranya, mereka inilah yang kuliah ke ITB, he…he (jadi, ITB dapat sisanya nih). Karena mereka tidak begitu pintar seperti mahasiswa ITB regular, maka mengajar mereka ini cukup kerepotan, agak lamban gitu, ini berdasarkan cerita teman saya yang pernah mengajar kuliah di sana.

Tapi secara umum mereka bangga lho kuliah di ITB, apalagi mereka tahu kalau ITB itu perguruan tinggi ternama dan masuk dalam ranking perguruan tinggi terbaik di Asia maupun dunia (versi Webometric dan versi THES).

Pos ini dipublikasikan di Seputar ITB. Tandai permalink.

6 Balasan ke Fenomena Mahasiswa Asing di ITB

  1. jaka berkata:

    Salam Kenal Untuk Semuanya Yaa…🙂

  2. nadiaananda berkata:

    bagus sekali artikelnya, thx

  3. agius berkata:

    Kalo di Indonesia mereka mereka yang keluar negeri anak anak pejabat atau pengusaha. Yang belum dijamin kualitasnya, kalo anak anak terbaik bangsa ini ya UI, ITB, UGM.

  4. Haris Sutisna berkata:

    Salam kenal pak Rinaldi,
    Perkenalkan sy haris,sekarang kami dan klg tinggal di Qatar.
    Kebetulan anak kami tahun depan berencana kuliah di Indonesia,mohon infonya kalau ITB utk kelas international difakultas mana saja yg tersedia?
    Karena kalo ikut SMPTN kelas reguler kyknya agak berat dikarenakan kurikulum yg berbeda.
    Terima kasih

    Haris

    • rinaldimunir berkata:

      Silakan bapak baca di sini: http://www.international.itb.ac.id/web/?page_id=53

      Namun, apakah anak bapak termasuk boleh di kelas internasional, saya kurang tahu, sebab kelas internasional ditujukan buat mahasiswa asing. Silakan bapak hubungi:\

      International Relation Office (IRO) – Institut Teknologi Bandung

      Jalan Ganesha 17
      Bandung 40132
      West Java – Indonesia
      T/F. +62-22-2504282
      e-mail: iro@itb.ac.id

      • haris sutisna berkata:

        Pak Rinaldi Terima kasih atas infonya,
        Setelah membuka link diatas yg sy tangkap sih emang kelas internasional ITB dikhususkan utk mahasiswa dr luar negeri,berbeda dengan kelas internasional UI,UNPAD,UGM.
        Saya coba untuk menanyakan detail informasinya ke IRO ITB,kebetulan anaknya interest di desaign technology atau arsitektur.
        Kami juga akan mencoba jalur SNMPTN,walau tipis harapannya dikarenakan kurikulum di disini memakai IGCSE Cambridge dan edexcel.
        Sekali lagi terima kasih atas sharing informasinya,senang juga membaca informasi2 di blog bapak……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s