Menurunkan TV

Di rumah TV saya turunkan dari atas meja dan ditaruh di atas lantai. TV yang berat itu tidak mungkin diangkat oleh anak saya kembali ke atas meja. Hanya ketika Hari Sabtu dan Minggu kami menonton TV kembali.

Menonton TV terlalu lama tidak baik bagi anak-anak, juga bagi kita orang dewasa. Bukan saja karena acara TV-nya yang kurang mendidik, tetapi dapat melalaikan pekerjaan lain yang lebih bermanfaat. Karena asyik menonton TV jadi menunda-nunda shalat, karena menonton TV jadi malas mengaji, karena menonton TV jadi malas belajar atau membuat PR. Masih banyak lagi efek negatif dari keranjingan menonton TV.

Setiap sore menjelang sholat Maghrib acara TV memikat hati anak-anak. Ada sinetron “Tendangan si Madun”, ada “Shaun the Sheep”, film kartun, dan lain-lain. Anak-anak jadi betah menonton lama-lama, dan memang acara TV seperti itu menjadi virus yang membuat malas beranjak. Di Bandung dan sekitarnya adzan shalat Maghrib sekitar pukul 18.00, pada jam segitu stasiun TV menuju slot prime time, yaitu saat-saat mulai banyak penonton di rumah. Pada jam-jam selepas Maghrib bertaburan acara TV yang menarik pemirsa untuk berlama-lama duduk mematut TV.

Cara yang paling bijak bersahabat dengan TV adalah dengan mengendalikannya, bukan membuangnya sama sekali. TV juga penting bagi sumber informasi, namun pemanfaatanya kembali bergantung pada pemiliknya. Di rumah saya mengendalikan TV dengan menurunkannya dari meja, dan hanya kembali dinaikkan pada hari santai atau hari libur. Sejak TV saya turunkan, maka kami dan anak-anak mempunyai banyak waktu untuk membaca, menggambar, dan belajar. Sebagai ganti menghidupkan suasana rumah, maka radio diputar untuk mendengarkan murottal dan musik lembut dari sebuah stasiun radio yang siarannya memberi pencerahan.

Hidup tanpa TV selama lima hari dalam seminggu ternyata memberi dampak positif.

Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

3 Balasan ke Menurunkan TV

  1. dhwan berkata:

    salut, alangkah baiknya ada foto-foto nya pak🙂

  2. Iwan BK berkata:

    Kalo di rumah saya blom ada TV pak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s