“Like This” Buat Novel Karya Ahmad Fuadi (“Negeri 5 Menara” dan “Ranah 3 Warna”)

Saya lagi suka-sukanya membaca novel trilogi dari Ahmad Fuadi. Novel pertama Negeri 5 Menara dan yang kedua Ranah 3 Warna. Kedua novel ini menjadi best seller dan untuk novel pertama sudah dicetak 15 kali. Wah, penerbitnya pasti untung besar tuh.


Kedua novel Ahmad Fuadi itu sangat inspiratif, kaya dengan kata-kata mutiara dari para gurunya dan kaya dengan hikmah atau pelajaran hidup. Hampir semua kata-kata di dalam buku novel sarat makna.

FYI, kedua novel tersebut menceritakan kisah pribadi penulisnya. Novel pertama, Negeri 5 Menara, berisi kisah kehidupannya selama menjadi santri di pondok pesantren (di dalam novel itu disebut Pondok Madani, Ponorogo, tetapi saya kira itu nama samaran saja sebab semua orang mahfum itu adalah Pesantren Modern Gontor, tempat Fuadi dulu bersekolah). Sedangkan novel kedua, Ranah 3 Warna, berisi kisahnya selama menjadi mahasiswa jurusan Hubungan Internasional Unpad, Bandung, dan kisah serunya semasa mengikuti pertukaran mahasiswa di Kanada.

Yang membuat saya terharu dan terkesan dengan kedua novel itu adalah kenangan primordial. Pertama, kenangan semasa kecil di kampung (Maninjau, Sumbar). Saya juga orang Minang sepeti Fuadi dan dalam beberapa hal saya mempunyai pengalaman masa kecil yang sama dengan Fuadi ketika saya tinggal di Padang dulu. Membaca novel itu saya merasa seolah-olah terlempar ke masa lalu semasa kecil diasuh oleh ayah dan ibu di Ranah Minang.

Kedua, ITB. Fuadi (dalam novel itu bernama Alif) bercita-cita ingin kuliah di ITB seperti temannya, Randai. Itu impiannya sejak SMP, Tetapi, keinginan masuk ITB itu harus kandas karena ibunya lebih menginginkan dia masuk pesantren selepas SMP. ITB adalah tempat saya kuliah dan mengabdi sampai saat ini. Saya tahu benar umumnya siswa pintar di Sumatera Barat ingin kuliah ke Bandung, ke ITB, setelah lulus SMA. Kalau kuliah di Jakarta (UI) kurang diminati karena kotanya terlalu ramai, kalau kuliah di Yogya terlalu jauh, nah kuliah di ITB Bandung adalah pilihan yang pas. Beberapa kali disebut ITB di dalam novel itu, dan ini benar-benar membuat saya terharu. Begitu dalam keinginannya untuk kuliah di ITB.

Ketiga, Bandung. Di dalam novel yang kedua, Fuadi menceritakan kisahnya kuliah di Bandung. Meskipun kandas masuk ITB, tetapi Fuadi tetap merasakan aura Bandung karena dia lulus masuk Unpad. Di dalam novel itu lika-liku kehidupan mahasiswa di Bandung, termasuk kosan di kawasan Pasar Simpang, Tubagus Ismail, Sekeloa, Cisitu, Dago, dan lain-lain diceritakan dengan menarik. Bandung adalah kota tempat saya menetap hingga sekarang. Saya sudah menjadi warga kota Bandung dan mempunyai keturunan di kota ini. Kisah kuliah di Bandung di dalam novel itu mengingatkan saya semasa kuliah dulu. Benar-benar saya hanyut dengan cerita tentang Bandung di dalam novel kedua itu.

Sekarang saya sudah tidak sabar menunggu novel triloginya yang ketiga, yang katanya sedang ditulis di Eropa. Mudah-mudahan tidak lama lagi A.Fuadi menyelesaikan novel ketiganya. I like this.

Pos ini dipublikasikan di Gado-gado. Tandai permalink.

2 Balasan ke “Like This” Buat Novel Karya Ahmad Fuadi (“Negeri 5 Menara” dan “Ranah 3 Warna”)

  1. Abigail G.A. berkata:

    wah, udah ganti cover rupanya Novel Negeri 5 Menara, kalau dibanding sama yang ini versi filmnya gimana, Pak?
    menunggu novel ke-3 nya juga…

  2. wiwid berkata:

    aku nunggu banget nie novel yang ke 3
    secepatmya ea… biar bisa baca lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s