Bapak Penyabit Rumput

Laki-laki asal Majalengka ini selalu datang ke rumah saya setiap beberapa bulan sekali. Dia hafal benar kapan rumput di halaman rumah saya sudah memanjang.

“Pak, rumputnya mau dipotong?”, tanyanya dengan wajah mengharap.

Sejenak saya memperhatikan rumput yang sudah panjang, lalu mengangguk setuju. Setelah deal dengan upahnya, lalu saya katakan:

“Silakan, Pak”, kemudian saya masuk kembali ke dalam rumah.

Dia menyabit rumput itu dengan rapi. Halaman rumah saya tidak terlalu luas, dan dalam waktu dua jam dia pun menyelesaikan pekerjaanya dan menerima upahnya dengan bahagia.

Laki-laki seperti dia ada banyak di Bandung. Mereka kebanyakan buruh tani dari Majalengka (sebuah kabupaten di Jawa Barat) seperti Mang Toto. Ketika di kampung sedang tidak ada pekerjaan menggarap sawah, mereka menyerbu kota Bandung dan mencari pekerjaan sebagai buruh gali, tukang sabit rumput, dan pekerjaan kasar lainnya. Mereka menunggu di sudut-sudut jalan sambil berharap ada proyek bangunan yang membutuhkan tenaga mereka. Sebagian dari mereka tidak duduk menunggu, tetapi berjalan menyusuri pemukiman dan menawarkan tenaganya untuk membersihkan halaman rumah penduduk.

Ya, rumput di halaman adalah keindahan rumahmu, tetapi sumber rezeki bagi orang kecil seperti mamang asal Majalengka ini. Barakollah Pak, semoga tetes keringatmu bermanfaat bagi anak istrimu di rumah.

Pos ini dipublikasikan di Romantika kehidupan. Tandai permalink.

2 Balasan ke Bapak Penyabit Rumput

  1. nadia323082 berkata:

    subhanallah, seorang pemimpin keluarga yang mencari rizki halal tanpa meminta – minta pada maunusia,, begitu mulia dan tinggi kedudukannya. semoga allah merahmati🙂

  2. Ping balik: Bapak Penyabit Rumput Datang Lagi | Catatanku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s