Bandung – Denpasar 10 Kali Penerbangan Setiap Hari (Kapan Bandung Jadi Kota Konvensi?)

Luar biasa antusiasme penerbangan langsung dari Bandung ke Denpasar. Setiap hari ada 10 penerbangan langsung ke Denpasar dari Bandung. Beberapa maskapai yang melayani rute itu adalah Air Asia, Lion, Merpati, dan Citilink (Garuda). Dulu hanya dilayani Merpati saja, itu pun via Surabaya. Sekarang, banyak pilihan ke Bali dari Bandung dengan harga yang cukup murah, hanya 300 ribu hingga 400 ribu sekali terbang. Rasanya lebih nyaman terbang dari Bandung ke Denpasar daripada harus via Jakarta dengan menembus kemacetan yang berjam-jam selama perjalanan.

Orang yang bepergian ke Bali dari Bandung tidak hanya untuk berwisata, tetapi banyak juga untuk tujuan seminar dan konferensi.Banyak konferensi nasional dan internasional diadakan di Bali. Baru-baru ini saya mengirimkan makalah ke konferensi internasional TSSA 2012 di Kuta, Bali, yang diadakan oleh Progarm Studi Teknik Telekomunikasi ITB. Sayang saya tidak jadi berangkat ke sana karena ada kesibukan.

Bali memang selalu menarik untuk menjadi tempat konvensi (seminar, konferensi, pertemuan). Sambil berkonvensi peserta dapat menikmati keindahan alam dan budaya di Pulau Dewata itu. Pengalaman selama ini, jika konferensi ilmiah diadakan di Bali, peserta seminar membludak, bahkan peserta dari luar negeri sangat antusias. Tetapi, jika konferensi diadakan di kota lain, apalagi di kota yang bukan bukan tujuan utama wisata, pesertanya tidak banyak.

Bandung sebenarnya tidak kalah dengan Bali sebagai tempat kegiatan MICE (Meeting, Incentive Conference, Exhibition), baik berskala nasional maupun internasional. Bandung sudah bisa diakses oleh penerbangan langsung dari berbagai kota di tanah air (Medan, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Pekanbaru, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, Denpasar) maupun dari luar negeri (KL, Johor, Singapura, dan dari kota-kota lain dengan gerbang masuk dari ketiga kota tersebut). Bandung juga kaya dengan obyek wisata alam, wsiata kuliner, dan wisata belanja. Cuma kekurangannya satu: bandaranya masih buruk. Bandara Husein Sastrangera yang kecil itu tidak mampu menampung “ledakan” jumlah penumpang yang datang dan pergi ke Bandung. Coba saja kalau kita baru mendarat di Bandara Husein Satranegera, ban berjalan untuk bagasi penumpang hanya ada satu buah, sudah itu ruangannya sempit lagi.

Seorang teman berpendapat, dengan fenomena Bandung – Denpasar yang sangat ramai penerbangan itu, kota Bandung lebih cocok menjadi tempat konvensi yang dikemas pada pertengahan pekan (Rabu, Kamis, berakhir Jumat), dan peserta konvensi ditawarkan berwisata ke Bali pada akhir pekan (Jumat, Sabtu, Minggu). Hal ini tentu peluang bagi biro perjalanan. Ada yang berminat menggarap peluang bisnis ini?

Pos ini dipublikasikan di Seputar Bandung. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s