Berkunjung ke Kota Medan (Bagian 2): Masjid Raya Medan yang Anggun

Ini lanjutan dari tulisan saya yang pertama: Berkunjung ke Kota Medan (Bagian 1): Dimulai dari SNETE 2012.. Tulisan kedua ini menceritakan pengalaman saya mengunjungi Masjid Raya Medan yang terkenal itu.

Sejak dulu saya hanya bisa melihat foto-foto keindahan Masjid Raya Medan, sekarang saya bisa datang langsung ke sana. Saya ingin sekali shalat di masjid itu. Jika tahun lalu keinginan saya untuk shalat di Masjid Baiturrahman Banda Aceh sudah terwujud, maka tahun ini keinginan saya shalat di Masjid kebanggan orang Medan itu alhamdulillah sudah terkabul.

Di bawah ini foto Masjid Raya Medan dikala rembang petang. Betapa eloknya arsitektur masjid peninggalan kerajaan Melayu Deli itu.

Foto-foto Masjid Raya Medan sering dibidik dari pintu gerbang yang melengkung khas Timur Tengah. Saya pun mencoba mengambil ganbar dari pintu gerbang yang khas itu seperti foto-foto di bawah ini.

Gerbang masjid tampak dari luar

Gerbang masjid tampak dari halaman dalam

Di bawah ini foto saya sedang narsis di pelataran masjid. Halaman masjid sudah dikeramik semua, sudah tidak ada lagi berupa lapangan rumput.

Saya pun mengambil wudhu di tempat yang berjarak sepuluh meter dari masjid. Di pelataran masjid banyak berkeliaran bocah Medan yang menawarkan jasa semir ketika kita melepaskan sepatu untuk berwudhu. Kalau setuju, sepatu kita diambil oleh seorang bocah untuk disemir dan sebagai alas kaki mereka menawarkan sandal jepit untuk berjalan dari tempat wudhu ke tangga masjid.

Saya shalat sunnah tahyatul masjid di sana (sebelumnya saya sudah shalat Ashar di hotel). Interior di dalam masjid penuh dengan ornamen yang menawan, mirip seperti interior masjid di Turki atau daerah Timur Tengah lainnya.

Selesai shalat sunnah, saya berkeling di dalam masjid sambil merekam sudut-sudut lainnya seperti foto di bawah ini.

Koridor masjid

Pintu masjid dari sisi yang lain

Kompleks kuburan keluarga kerajaan Melayu Deli di belakang masjid raya

Menara masjid tampak dari kejauhan

Puas mengabadikan interior masjid, saya pun keluar. Masjid yang indah ini sayang untuk dilewatkan foto-fotonya dari sudut-sudut yang lain. Di bawah ini foto-foto masjid dari berbagai sudut pandang.

Narsis di depan gerbang

Meskipun dikenal dengan nama Masjid Raya Medan, tetapi nama resmi masjid bukanlah itu, melainkan Masjid Raya Al-Mashun seperti tulisan pada papan nama di bawah ini:

Hari sudah semakin sore. Tujuan berikut saya adalah Istana Maimoon yang elok. Sedih rasanya berpisah dengan Masjid Raya Medan, semoga pada lain waktu saya bisa ke sana lagi.

Baca tulisan saya yang ketiga: Berkunjung ke Kota Medan (Bagian 3): Istana Maimun yang Indah.

Pos ini dipublikasikan di Cerita perjalanan. Tandai permalink.

2 Balasan ke Berkunjung ke Kota Medan (Bagian 2): Masjid Raya Medan yang Anggun

  1. Ping balik: Berkunjung ke Kota Medan (Bagian 1): Dimulai dari SNETE 2012 | Catatanku

  2. pujicaremu berkata:

    Reblogged this on pujicaremu and commented:
    saya pernah kesini..subhanallah..megahnya rumahMu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s