Berkunjung ke Kota Medan (Bagian 4): Jangan Lupa Oleh-oleh dan Makanannya

Jalan-jalan ke daerah jangan lupa membeli oleh-oleh buat orang di rumah atau teman. Oleh-leh Medan apalagi kalau bukan bika ambon dan sirup markisa. Kalau bika ambon saya kurang suka tuh, bikin enek gitu. Namun saya juga tidak mau membeli sirup markisa brastagi yang banyak dijual di toko swalayan atau supermarket di Bandung. Harus cari sirup markisa yang home made. Untunglah tukang betor mengantarkan saya ke tempat pembuatan markisa yang buatan rumah tangga. Tempatnya di Jalan S.Parman Gang Pasir.

Barisan sirop buatan rumah di Gang Pasir

Si Ibu Lie Lie penjual sirop tidak hanya menjual sirop markisa saja, tetapi segala jus buah ada, mulai dari jus kedondong, jus mangga, jus jambu, jus sirsak, terong belanda, dan lain-lain. Harganya Rp15.000 per botol. Kalau sirop markisa dan terong belanda lebih mahal, harganya Rp30.000 per botol. Mahal ya? Tetapi ini sari buah asli tanpa campuran, hanya ditambah air dan gula pasir. Pembeli bisa mencoba dulu jus buah di sana. Bu Lie Lie mnyediakan es batu dan gelas kecil untuk mencoba semua jenis jus yang bisa dipadukan menjadi jus campuran dengan rasa yang unik. Saya borong deh enam botol.

Deretan botol-botol jus buah

Perburuan berikutnya adalah… bolu meranti di Jalan Meranti. Bolu meranti sebenarnya adalah bolu gulung dengan isi yang bervariasi, ada nanas, keju, dan coklat. Cara pembeliannya cukup cepat karena sudah computerized. Pembeli cukup menyebutkan jenis bolu gulung yang ada di gambar pajangan.

Pilihan rasa bolu meranti

Pegawai mengetik pilihan dan mentransfer datanya ke bagian kasir dan dapur. Kita bayar di kasir, lalu menunggu bolu. Dalam waktu tiga menit pesan bolu kita sudah datang. Cepat sekali.

Kasir

Waahhh… sudah lapar nih. Malam ini saya ingin mencoba nasi soto medan. Tempatnya tidak jauh dari hotel tempat saya menginap.

Kedai nasi soto medan di dekat Hotel Santika

Soto medan mirip dengan soto lamongan di Jawa Timur, pakai santan, dan lauknya bisa dipilih dari ayam, daging sapi, atau jeroan. Rasanya gurih dan hmmm… enak. Maklum lagi lapar berat nih.

Nasi soto medan. Hmmmm….

Wuiih… banyak benar sajiannya, ada nasi, soto, perkedel, sambal, dan jeruk nipis. Minumnya saya pilih jus terong belanda. Kalau di Jawa apa ya nama buah khas Sumatera ini?

Jus terong belanda nan menggoda (mirip seperti jus stoberi)

Alhamdulillah. Sudah kenyang, sudah capek jalan-jalan, sekarang saatnya tidur nyenyak di hotel. Besok siang saya sudah kembali ke Bandung dengan pesawat Lion Air langsung ke Bandara Husein. Enak ya, tidak usah cape-cape via Jakarta.

Pos ini dipublikasikan di Cerita perjalanan. Tandai permalink.

2 Balasan ke Berkunjung ke Kota Medan (Bagian 4): Jangan Lupa Oleh-oleh dan Makanannya

  1. Ping balik: Berkunjung ke Kota Medan (Bagian 3): Istana Maimun yang Indah | Catatanku

  2. Zainum bin Hamad berkata:

    Saya selalu juga disana tapi jus terong belanda tak ada yg perkenal kan pada saya…terong belanda itu yg macamana ya pak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s