Yuuk Nonton Film “Habibie & Ainun”

Hari sabtu minggu lalu istri saya meminta nonton film Habibie & Ainun (H&A). Saya sendiri juga sudah berniat untuk menonton film tersebut. Jadilah kami menonton film H&A di BIP Bandung. Hampir saja kami tidak mendapat tiket sebab penontonnya membludak. Telat dua menit saja, apes deh, harus menunggu lagi pertunjukan jam berikutnya. Saya perhatikan kebanyakan yang menonton film ini adalah ibu-ibu yang memakai kerudung. Citra mantan Presiden Habibie sebagai tokoh yang islami dan kharismatis rupanya menarik kaum perempuan muslimah untuk menonton film H&A.

Habibie&Ainun2

Semula saya underestimate film ini akan laris sebab kisah biografi biasanya kurang menarik difilmkan. Tetapi sungguh mencengangkan ternyata film H&A menjadi box office. Jumlah penontonnya sudah menembus 2,5 juta orang (info dari sini). Film ini menjadi box office mungkin karena setting filmnya di tempat yang asli (sesuai kisah di dalam buku biografinya yang berjudul sama), mungkin karena aktornya yang ciamik memerankan Pak Habibie dan Bu Asri Ainun, atau jalinan ceritanya yang romantis, entahlah.

Menurut penilaian saya aktor Reza Rahadian sangat pandai memerankan profil Habibie, mulai dari gaya bicara, suara, gerakan tubuh, cara berjalan, dan lain-lain. Persis seperti Habibie yang asli. Cuma postur tubuh Reza Rahadian terlalu tinggi untuk ukuran Habibie. Kalau Bunga Citra Lestari yang memerankan Bu Ainun saya tidak bisa menilai, karena saya tidak punya referensi tentang karakter Bu Ainun.

Kata kunci penting di dalam film ini adalah Bandung, Jalan Ranggamalela, SMAK Dago, kota Aachen (Jerman) dan IPTN. Itulah tempat-tempat yang bersejarah dalam kisah biografi Habibie. Sayang ya ITB nggak disebut-sebut🙂, padahal B.J Habibie adalah alumnus ITB lho meskipun kuliahnya cuma satu semester saja di ITB sebelum pergi ke Jerman. Bahkan warga Batam juga kecewa karena film H&A tidak menceritakan kiprah Habibie dalam membangun Pualu Batam.

Saya tidak perlu menceritakan sinopsis film ini, silakan baca resensinya pada laman ini. Yang jelas anda perlu membawa saputangan atau tisu cukup banyak sebab film H&A menguras air mata (terutama buat para ibu-ibu). Saya sendiri juga sempat sembab dan berkaca-kaca pada beberapa adegan yang mengharu biru. Untunglah istri saya duduknya agak berjauhan (karena kami adalah dua penonton terakhir yang mendapat tiket namun duduk terpisah) jadi dia tidak melihat mata saya .

Komentar terakhir dari saya: film ini sangat bagus, layak untuk ditonton. Ada kisah tentang kesetiaan, kisah cinta, dan nasionalisme. Lima bintang deh buat film H&A.

Pos ini dipublikasikan di Gado-gado. Tandai permalink.

6 Balasan ke Yuuk Nonton Film “Habibie & Ainun”

  1. Mochammad berkata:

    Pengen banget nonton, tapi di Mataram tidak ada gedung bioskop…😦

    Salam,

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com
    http://piguranyapakuban.deviantart.com

  2. dhwan berkata:

    liat iklannya aja, saya agak kurang sreg pak, itu lo seperti foto yang bpk sebarkan disini. Maaf lo pak, apa tidak mempropagandakan pergaulan bebas lawan jenis tuh foto?
    lagian aktor ama aktrisnya bukan muhrim juga kan?
    entah lah kalo di film nya apa adegan yg tidak syar’i tersebut

    • rinaldimunir berkata:

      Film ini menurut saya masih “sopan”, tidak ada adegan yang aneh-aneh atau pergaulan bebas lawan jenis. Sebagian besar kisah di dalam film adalah masa setelah Habibie menikah dengan Ainun. Memang aktor-aktrisnya bukan mahram, tapi saya tidak mau menilai tentang ini, biarlah itu urusan aktor-aktris yang bersangkutan dengan Tuhannya. Saya fokus pada cerita sajalah ya.

  3. jtxtop berkata:

    Terima kasih atas konten dan info yg menarik dan menginspirasi….thk u

  4. setyobudianto berkata:

    Saya juga nonton Pak, memang sangat menginspirasi perjuangan suami istri dalam suka dan duka. Saya juga meneteskan air mata🙂

  5. Pitpit berkata:

    Film ini sungguh jelek…kesannya seperti balapan menyelesaikan biographies habibie..BCL cukup pas memerankan tokoh Ainun…tapi Habibie “palsunya”benar-benar gak pas. Pertama masalah make up..masa iya Habibie semuda itu.. Potongan rambutnya sih benar ikal..tapi Habibie Kan gak pernah gondrong.cara bicara;habibie kalo ngomong memang monyong-monyong bibirnya..tapi gak kemayu dan dibuat seperti itu. Selain itu dengan seting pakaian yang pas,habibie “palsu” bisa dibuat lebih gemuk…saya kecewa sekali..kekaguman saya pada habibie sebagai bapak teknologi indonesia serasa dikecewakan dengan film ini..benar-benar film yang terkesan dibuat murahan dan hanya memanfaatkan rasa penasaran orang pada nama besar habibie…kecewa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s