Jalan-jalan ke Pulau Belitung (Bagian 3): Dijamu Pak Bupati Belitung

Ada catatan yang tersisa dari jalan-jalan ke Pulau Belitung. Catatan ini sekaligus menutup seri tulisan ini. Rupanya kehadiran kami di Pulau Belitung sampai juga ke telinga Bupati Belitung, Pak Darmansyah Husein. Kami dosen-dosen STEI-ITB diundang jamuan makan malam oleh beliau di rumah dinasnya (yang terletak disamping Rumah Adat Belitung yang saya ceritakan sebelumnya).

Rupanya Pak Bupati adalah alumnus ITB, yaitu dari Jurusan Planologi angkatan 1976.Kebetulan semasa kuliah dia juga aktif di Masjid Salman ITB sebagai alumni Lembaga Mujahid Dakwah (LMD) yang dibentuk oleh Bang Imad. Di antara dosen STEI-ITB ada yang dulu pernah menjadi aktivis Salman juga, jadi informasi kehadiran kami di Tanjungpandan mungkin berasal dari dosen STEI tadi.

Kami dihidangkan makan malam dengan menu masakan khas Belitung. Enak juga masakan orang sana, saya paling suka gulai ikannya. Setelah makan malam, Pak Bupati mempresentasikan pembangunan di kabupaten Belitung. Dia juga menceritakan kiprahnya selama 9 tahun (sudah dua kali periode) menjadi bupati di sana. Cerita dan presentasinya sangat menarik, sepertinya dia sangat menguasai persoalan.

Menjelang pulang, kami diberi suvenir kejutan, yaitu sebuah buku biografi tentang dirinya yang berjudul Utusan Negeri Serumpun. Sekarang memang zamannya para pejabat, pengusaha, dan orang terkenal membuat biografi dengan niat untuk mewariskan pengalaman hidup kepada generasi selanjutnya.

Biografi pak Bupati Belitung

Biografi pak Bupati Belitung

Setiba di Bandung saya membaca biografi tersebut sampai tuntas. Hmmm… menarik juga membacanya. Masa-masa kecilnya di Gantong, Belitung Timur, diceritakan dengan teliti, termasuk juga kisah dibangunnya SD Muhammadiyah Gantong yang menjadi tempat sekolah Andrea Hirata (penulis novel Laskar Pelangi). Rupanya ayah Pak Bupati inilah yang merintis sekolah itu bersama pengurus Muhammadiyah ranting Gantong. Hmmm… baru tahu saya.

Bagian paling menarik dari buku biografi Pak Darmansyah adalah suka dukanya kuliah di Bandung, yaitu di ITB. Saya jadi tahu seperti apa suasana belajar di ITB tahun 70-an dan kisah mahasiswa perantauan di Bandung. Juga dikisahkan tentang Asrama Mahasiswa Belitung di Jalan Supratman. Hampir setiap hari saya melewati asrama itu karena lokasinya persis di pinggir jalan besar, ternyata usia asrama tersebut sudah lama juga ya.

Bagian selanjutnya yang menarik perhatian adalah kisah pembentukan Propinsi Babel yang melepaskan diri dari propinsi induknya, Sumatera Selatan. Inilah propinsi baru pertama pada masa reformasi. Pak Darmansyah adalah ketua Pokja pembentukan Propinsi Babel kala itu karena dia pernah menjadi anggota DPR dari fraksi PBB mewakili daerahnya, Belitung.

Pak Bupati sedang memberi tanda tangan pada buku biografinya

Pak Bupati sedang memberi tanda tangan pada buku biografinya

Bagian akhir bukunya tidak antusias lagi saya baca, karena isinya melulu karir politiknya yang berpindah partai ke PAN serta presentasi tentang keberhasilannya membangun infrastruktur di Belitung. Ha..ha.., kalau ini sih sudah politis, sehingga saya baca sepintas saja. Mungkin Pak Darmansyah ingin mengadu peruntungan untuk menjadi calon Gubernur Babel atau siapa tahu menjadi menteri bila Pak Hatta Radjasa terpilih menjadi capres atau wapres? Wallahu alam, hanya beliau yang tahu.

Pos ini dipublikasikan di Cerita perjalanan. Tandai permalink.

4 Balasan ke Jalan-jalan ke Pulau Belitung (Bagian 3): Dijamu Pak Bupati Belitung

  1. Willy Permana berkata:

    Mungkin Pak Darmansyah ingin mengadu peruntungan untuk menjadi calon Gubernur Babel

    Tentu saja sudah dicoba di pilgub terakhir, walaupun targetnya cuma wagub. Makanya itu biografi diterbitkan.
    Dan tentu saja, kalah telak di putaran pertama😀

  2. Pulau Tidung berkata:

    Cerita jalan- jalannya kok beda ?
    salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s