Nasib PKS, Karena Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat ini sedang mengalami masalah yang sangat dahsyat. Presidennya, Luthfi Hasan Ishaq (LHI), ditangkap oleh KPK karena diduga menerima suap dari PT Indoguna terkait impor daging sapi. Memang baru “diduga” dan belum terbukti bersalah, namun di era media sosial yang masif seperti saat ini, berita besar penangkapan pucuk pimpinan partai Islam –yang selama ini dikesankan bersih dari korupsi– dengan cepat menyebar dan menimbulkan reaksi yang beragam. Umumnya reaksi mayarakat yang muncul di media adalah hujatan dan kecaman kepada partai ini. Bagaimana tidak, sebagai parpol berbasis agama yang seharusnya mengedepankan moralitas, ternyata para politisinya terjerat sangkaan melakukan perbuatan yang dibenci rakyat Indonesia: yaitu korupsi.

Korupsi di Indonesia memang sudah menjadi perbuatan yang sistemik. Kalau yang melakukan korupsi itu politisi dari partai nasionalis masyarakat masih bisa memaklumi, tetapi jika yang melakukan parpol berbasis agama (Islam) maka masyarakat tidak bisa menerimanya. Jelas masyarakat menjadi jengkel dan marah sebab ajaran agama yang seharusnya suci menjadi ternoda karena ulah oknum politisi partai tersebut. Masyarakat menilai partai yang membawa embel-embel agama ternyata sama saja dengan partai yang non-agama. Akhirnya masyarakat menjadi apatis dengan parpol termasuk partai yang membawa nama agama, toh perilaku elitenya sama buruknya dengan koruptor dari parpol lain.

Sayangnya reaksi politisi PKS justru menimbulkan masalah baru. Anis Matta, Presiden PKS yang baru, malah menuding penangkapan LHI itu sebagai bagian dari konspirasi untuk menghancurkan PKS. Padahal publik, termasuk saya, masih lebih percaya kepada KPK daripada tuduhan PKS, publik masih yakin bahwa KPK tetap independen dalam bekerja. Karena itu, alih-alih membantu KPK dalam menyelesaikan kasus LHI, PKS malah membuat blunder dengan pernyataannya sendiri tentang tuduhan konspirasi dan keterlibatan zionis. Saran saya, orang-orang PKS sebaiknya lebih banyak diam, tidak usah memberikan komentar yang menimbulkan masyarakat menjadi antipati.

Hari-hari ini PKS menjadi sasaran empuk media massa. Tahukah anda bahwa penghakiman oleh media justru lebih “kejam” daripada diadili oleh pengadilan resmi. Media, terutama media elektronik dan media online, dapat mengubah persepsi publik terhadap PKS. Partai yang selama ini dicitrakan sebagai partai dakwah dan bersih ternyata tidak seperti yang dikesankan. Masyarakat dibuat menjadi antipati dengan partai ini, dan jika benar terbukti LHI menerima suap maka hancurlah kepercayaan masyarakat khususnya umat Islam kepada PKS.

Saya yakin kasus penangkapan LHI akan berpengaruh terhadap raihan suara PKS pada pemilu 2014. Kalau para kader partainya (yang militan) mungkin tidak akan lari meninggalkan PKS, tetapi para voters PKS, yaitu massa mengambang yang selama ini menjadi simpatisan dan memilih PKS karena reputasinya yang baik, saya yakin akan meninggalkan PKS. Mereka akan menjadi goncang setelah melihat PKS sudah ternoda. Sungguh kasihan para kader PKS yang bekerja secara ikhlas di tataran akar rumput, namun perilaku elit partainya telah merusak perjuangan mereka.

Menurut saya, yang rugi tidak hanya PKS sendiri, tetapi parpol berbasis Islam seperti PPP, PKB, dan PAN akan terkena getahnya. Masyarakat menjadi tidak percaya lagi kepada parpol Islam, dan kemungkinan yang terjadi hanya ada dua: mereka akan golput atau memilih partai nasionalis. Jika itu yang terjadi, maka kerugian juga buat umat Islam sendiri, sebab aspirasi mereka tidak terwakili lagi di parlemen oleh parpol berbasis agama, disebabkan para calon legislatifnya banyak yang gagal masuk parlemen. Memang dilematis, tetapi masyarakat tidak bisa juga disalahkan dikarenakan tidak memilih parpol berbasis Islam, yang perlu disalahkan adalah perilaku elit parpol tersebut yang tidak bisa menjaga perbuatan dengan ideologi yang mereka anut. Benar kata sebuah peribahasa, karena nilai setitik rusak susu sebelanga.

Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

15 Balasan ke Nasib PKS, Karena Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga

  1. Agoenk berkata:

    Assalamualaikum.. Saya setuju dan turut menyayangkan juga penangkapan presiden PKS yang dituduh menerima suap. Tapi saya juga tetap berhusnudzan sesama saudara seiman. Apalagi belum terbukti benar dan saya juga tetap yakin kepada profesionalitas PKS sebagai Parpol. Anyway isu mengenai ada konspirasi untuk menjatuhkan PKS juga harus diselidiki kebenarannya. Soalnya ada ayat juga dalam Al-Quran yang berbunyi bahwa Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah berhenti berusaha sampai umat islam mengikuti cara-cara mereka. Wallahu alam..
    Siapakah yang perkataannya lebih benar daripada Allah Zat Yang Maha Mengetahui..

    • seprianto berkata:

      alhamdulillah masih ada saudara saya yng percaya terhadap perjuangan partai da’wah ini…. ya saya setuju atas komentar bapak diatas… saya yakin 100% bahwa ada unsur ketidak senangan dari pihak luar atau musuh2 allah….

    • syukurjungku berkata:

      Tak ada satupun didunia ini yg luput dari dosa, karena itu bertobatlah carilah jalan keselamatan ( semua orang telah berdosa dan telah hilang kemuliaan dari Allah ) keselamatan hanya ada didalam ISA ALMASIH.

  2. Rio berkata:

    walah Yahudi lagi Yahudi lagi ( plus Nasrani, Amerika, JIL, atau apalah segala macam kambing hitam) yg disalahin, kapan mau maju Indonesia kalau orang2xnya seperti ini, ngga mau ber-introspeksi, selalu menyalahkan pihak lain. Jangan2x orang2x malah bersimpati kepada Zionis Israel, karena di-tuduh yg ngga2x. Kalau soal blockade Jalur Gaza, okelah caci maki mreka, lha ini urusan LHI dengan daging sapi-nya, ngapain juga Israel sampe cape2x cawe2x, mbok akal sehatnya dipakelah…

    • seprianto berkata:

      menurut saya ada benarnya juga ada anggapan seperti itu…. ketahuilah…. misi utama PARTAI PKS adalah ingin menjadikan NEGARA INDONESIA INI yng dikenali sebagai negara kafir menjdi negara MUSLIM… kalau kita teliti dengan cermat… mengapa kasus ini terjdi pada saat memdekati pemilu kepresidenan…?? nah ini kan menjadi suatu pertanyaan besar dalam hati kita… bisa jdi ini adalah menjdi misi orng2 yahudi dan nasrani untuk menjatuhkan nama baik partai PKS… tujuannay apa…?? agar partai PKS tidak dapat mencapai tujuannya menjadikan negara kafir ini menjadi negara islam…. saya yakin… suatu saat nanti ALLAH pasti membuka kebenarannya dihadapan kita semua… ketahuilah… WALANTARDHO ANKAL YAHUUDU WALANNASORO HATTA TATTABI’AMILLATAHUM… tidak akan pernah senang orng2 yahudi dan nasrani terhadap islam sebelum kita mengikuti langkah2 mereka… nah sekarang mereka tertawa menyaksikan betapa senangnya hati mereka telah sukses misi mereka tuk mengadu domba ummat muslin itu sendiri…

    • ary aprilio berkata:

      Ko jadi nasrani yg jadi masalahnya kan yang brbuat dari PKS ko yg disalain yahudi / nasrani.? kita diindonesia sob tau pancasila dong (toleransi). mereka juga manusia boss bukan binatang..

  3. Raosan berkata:

    Maaf Pak, saya tidak setuju dgn perkataan “Kalau yang melakukan korupsi itu politisi dari partai nasionalis masyarakat masih bisa memaklumi, tetapi jika yang melakukan parpol berbasis agama (Islam) maka masyarakat tidak bisa menerimanya”

    Apakah Bapak sendiri berpikir begitu?

    Seharusnya siapapun yg melakukan korupsi harus kita pandang sama. Kenapa yg nasionalis dimaklumi? apa tidak ada ajaran utk tidak korupsi di partainya? masa pakai standar ganda? betul tidak?😀

    • rinaldimunir berkata:

      Betul, kita semua anti korupsi, apapun partainya, tetapi lihatlah fenomena yang terjadi. Masyarakat kita punya ekspektasi yang tinggi pada politisi dari partai agama, jauh lebih tinggi daripada politisi dari partai nasionalis.

      Jika yang melakukan korupsi adalah politisi dari partai nasionalis, masyarakat paling-paling hanya ngomel-ngomel, ,tetapi tidak heboh seperti yang terjadi pada PKS ini. Tetapi jika pelaku korupsi dari partai agama, masyarakat mencibir, marah, geram, yang seharusnya memberi contoh baik ini malah merusak ajaran agamanya sendiri.

      Ini pengamatan saya di masyarakat, memang betul masyarakat kita punya standard ganda dalam menilai perlikau politisi dari partai agama maupun dari partai nasionalis. Contoh lainnya ketika ada politisi PDIP terlibat skandal video porno, reaksi masyarakat kita tidak seheboh ketika Arifanto dari PKS tertangkap kamera membuka video porno dari ponselnya.

      • Raosan berkata:

        Maka dari itu Pak, saya berharap Bapak sbg “public speaker” untuk membantu mengubah pola pikir masyarakat kita ini, minimal org2 sekitar kita lah terutama kami-kami yg masih cupu ini, supaya punya pola pikir adil, tidak standar ganda. Pasti omongan bapak akan lebih didengar daripada omongan saya.😀

      • dimas berkata:

        setuju pak, saya sendiri punya ekspektasi lebih kepada PKS, saya sudah respek dengan partai ini sejak pemilu 2004, tapi karena saya belum punya hak pilih saat itu maka saya baru memilih partai ini pada pemilu 4 tahun selanjutnya.. tapi setelah itu saya kecewa bukan main karena perilakunya tidak jauh beda dengan partai2 yang lain..alangkah baiknya PKS mendukung upaya pemberantasan korupsi, kalau salah satu kadernya terlibat ya minta maaf, dan melakukan perubahan… bukan malah menyerang balik.. tapi itu kalau korupsinya individu, kalau sistemik ya wajar kalau dibela mati2an

    • Yud berkata:

      Kalau saya sih yakin, masyarakat sekarang (khususnya yang bisa baca blog ini), sudah jauh lebih pintar daripada yang Anda bayangkan. Gak perlu kuatir dengan pernyataan pak Dosen.

  4. wariadi berkata:

    aww, Saya sebagai muslim, menanggapi hal tersebut secara proposional. Pertama kalau memang tuduhan itu benar-benar terbukti, maka hal itu sangat disayangkan karena berdampak luas terhadap pencitraan partai (apalagi yang melakukan pimpinan partai), dan opini publik dengan cepat akan berubah, dan yang lebih parah akan menjadi santapan empuk orang-orang non Islam untuk menghantam. Namun apabila hal tersebut tidak terbukti, opini sudah begitu menggurita, maka hal itu menjadi fitnah yang sangat kejam dan menyakitkan, serta membunuh karakter umat Islam. PKS harus lebih ketat dalam seleksi calon-calon wakil rakyatnya. Seleksi mana wakil rakyat yang benar-benar akan mendakwahkan dan menghidupkan Islam, dan mana yang hanya sekedar mencari kehidupan dari Islam (PKS). Akhirnya saya hanya menyerahkan urusan ini kepada Alloh yang Maha Mengetahui, dan Maha Bijaksana, Apa sebenarnya yang terjadi. Alloh Maha Pembalas terhadap hambanya. wasalam

  5. susilo yudoyance berkata:

    slogan partai dakwah adalah bullshit, sepanjang org masih doyan duit dan kemewahan dr dunia politik maka slogan berpolitik utk dakwah adalah kata2 munafikun kelas berat.

  6. Mukhlis berkata:

    Yaa Allah,,, percepatkan dan perjelaskanlah yg BENAR itu BENAR, dan yang SALAH jelas SALAH

  7. Panas berkata:

    Tulisan pak Rinaldy substansinya saya setuju.Setiap manusia akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Allah, itu keyakinan saya. Demikian pula LHI dan saya. Tapi sekali lagi berpartai masih merupakan jalan terbaik bagi yang menginginkan perubahan di negeri ini. PKS hancur? Bisa saja. Namun yang mungkin lebih penting kita sadari bahwa PKS sebagaimana kesaksian BSH (barisan sakit hati) didirikan untuk tujuan memperbaiki negeri, apakah kasus LHI akan menghentikan orang-orang yang memperbaiki negeri? Saya yakin tidak. Yang penting dimana kita saat negeri ini butuh perbaikan? Mengamati, menyendiri, mengasingkan diri, mengomentari, atau berperan serta? Semuanya mengandung resiko, dan resiko yang terbesar adalah berperan serta. Karena pasti kita akan berhadapan dengan keburukan yang sudah menyelimuti bangsa ini selama berpuluh tahun. Wallahu alam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s