“Ujian” dari Orangtua pada Saat Akhir Hayat

Saudara sekampung saya mempunyai ibu yang sudah lumpuh. Penyakit stroke yang menyerangnya membuat sang ibu sudah tidak berdaya lagi. Setiap hari ibunya hanya tergolek di atas kasur. Makan, mandi, ganti baju, pipis, dan BAB semua di atas kasur. Ibunya persis seperti dalam keadaan bayi kembali. Kehidupan ibunda sangat bergantung pada perhatian anaknya. Anak-anaknya yang sudah besar dan sudah berkeluarga tinggal di Jawa, mereka sekali seminggu datang bergantian ke Padang untuk merawat ibunya.

Alhamdulillah, mereka masih sabar merawat ibunya. Mereka harus setiap hari memandikan orantuanya, membersihkan kotorannya, menyuapinya makan, dan menjemurnya pada matahari pagi. Semua pekerjaan itu dilakukan setiap hari dan sudah bertahun-tahun, namun ibunya masih tetap diberi umur panjang sampai kini. Saya bisa membayangkan andaikata anak-anaknya tidak sabar, mungkin di dalam hati mereka pernah terbersit rasa kesal, bosan, menggerutu, dan sebagainya, atau yang paling ekstrim mungkin setan pernah membisikkan kenapa tidak berharap ibunya cepat mati supaya tidak terbebani lagi (hii, kejam ya). Mudah-mudahan saja mereka tetap diberi kesabaran, amiin.

Saya punya beberapa teman dengan kondisi orangtua stroke seperti di atas, atau punya orangtua yang sudah sangat tua renta dan pikun sehingga perangainya kembali seperti anak-anak (cerewet, sensitif sehingga mudah tersinggung, banyak maunya, dan sifat-sifat yang menjengkelkan). Ada teman yang saya nilai masih bisa bersabar menghadapi oranguanya, tetapi sekali dua saya pernah pernah mendengar gerutuan dan kekesalan yang diceritakan seorang teman terkait perangai orangtua mereka, atau keluhannya yang merasa sudah tidak sanggup merawat orangtuanya yang seperti bayi.

Saya menganggap bahwa semua kejadian di atas adalah ujian dari Allah SWT kepada seorang anak. Dengan kondisi orangtua yang sudah tidak berdaya, tua renta dan sakit-sakitan, Allah ingin menguji iman seorang anak sampai sejauh mana dia tetap sabar, sampai sejauh mana dia bisa menunjukkan bakti kepada orangtua di akhir hayatnya. Allah SWT ingin menguji apakah betul anda adalah anak yang sholeh, apakah kesholehan itu hanya sekadar slogan semata? Relakah anak mengurusi kotoran orangtuanya di atas kasur, sebagaimana dulu orangtuanya tidak pernah mengeluh membereskan kotoran anaknya ketika masih bayi? Allah SWT ingin melihat bukti kalau benar anda adalah anak yang berbakti.

Merawat orangtua pada saat akhir hayatnya adalah perbuatan yang mulia, sebab bernilai ibadah yang besar sekali pahalanya. Sepupu saya pernah bercerita betapa dia masih belum puas mengurus ibunya yang sakit dan tergolek di atas kasur selama berbulan-bulan sebelum akhirnya meninggal. Sengaja dia meninggalkan keluarganya selama beberapa bulan, pergi ke kampung untuk merawat ibunya. Dia mandikan, dia suapi makan, dia bersihkan kotorannya. Semua itu dilakukannya tanpa merasa keluh kesah, dengan senang hati dia lakukan yang terbaik untuk ibunya pada saat akhir hayatnya. Setelah ibunya wafat, dia masih merasa belum merasa cukup untuk berbakti, masih belum puas, kalau bisa masih lama lagi merawatnya, tetapi Tuhan lebih tahu yang terbaik untuk ibunya dan anaknya.

Begitu juga cerita seorang teman saya yang saya kenal sejak SMP. Dia punya karir bagus di Amerika, otaknya cemerlang, tapi dia belum berkeluarga. Ketika mendengar ayahnya sakit karena stroke, dia resign dari tempat kerjanya di Amerika, dia pulang ke Indonesia dengan satu niat: merawat ayahnya yang sakit. Selama tiga tahun dia memulai usaha di Jakarta sambil merawat ayahnya. Dia sengaja menunda menikah karena tidak ingin terganggu konsentrasinya untuk merawat ayahnya. Sampai ayahnya wafat, dia merasa sangat puas karena sudah menunjukkan baktinya yang terakhir dengan merawat ayahnya. Setelah ayahnya wafat, barulah dia menikah.

Begitulah cinta kita sebagai anak kepada orangtuanya. Sayangnya saya tidak mengalami kejadian-kejadian yang dialami teman dan sepupu saya di atas. Kematian kedua orangtua saya begitu dimudahkan oleh Allah SWT. Ibu saya ketika sudah tua pernah meminta keinginan kepada Tuhan agar kelak kalau dirinya mati tidak dalam keadaan merepotkan anak-anaknya, dia ingin meninggal begitu saja di atas kasur tanpa sakit berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Ibu saya tampaknya paham setelah melihat kondisi saudara kami sekampung yang saya ceritakan pada bagian awal tulisan. Dia tidak ingin bernasib seperti saudara sekampung kami itu. Rupanya Tuhan mengabulkan keinginan ibu saya, dia meninggal tiba-tiba saja di rumah tanpa sebab sakit atau suatu apa. Mudah-mudahan arwah almarhmah ibunda diberi tempat yang layak di sisi-Nya dan dimasukkan ke dalam syurga, Amiin.

Sementara ayah saya lebih dulu wafat sebelum ibu, yaitu enam tahun sebelumnya. Ayah saya meninggal karena sakit kanker usus, tetapi baru ketahuan pada tahun terakhir kematiannya. Memang ayah saya bolak-balik ke rumah sakit untuk kontrol, dan pada saat sakitnya sudah akut, dia dirawat di rumah sakit. Hanya seminggu di rumah sakit, dan setelah itu dia pergi untuk selama-lamanya. Mudah-mudahan arwah almarhmah ayahanda saya diberi tempat yang layak di sisi-Nya dan dimasukkan ke dalam syurga, Amiin.

Begitulah renunganku hari ini. Bakti kita kepada orangtua diminta bukti oleh Allah SWT melalui serangkaian ujian yang diberikan-Nya disaat hari tua orangtua kita. Mudah-mudahan kita semua termasuk anak-anak yang sholeh, amiin.

Pos ini dipublikasikan di Renunganku. Tandai permalink.

56 Balasan ke “Ujian” dari Orangtua pada Saat Akhir Hayat

  1. alrisblog berkata:

    Saya salut tuh dengan teman Pak Rinaldi yang resign dari Amerika itu demi merawat bapaknya. Memang disinilah diuji kesabaran, ketabahan dan bakti terhadap orang tua.

  2. hercit berkata:

    saya baca renungan dari pak Rinaldi ini saat saya sedang istirahat makan siang dimeja kantor, dengan menu ayam bakar + perkedel kentang sambil denger lagu Tiar Ramon – Pasan Mande. selesai membaca, tersekat kerongkongan saya.. air mata jatuh kedalam.. kedua ortu saya alhamdulillah masih lengkap.. sehat.. namun jujur, kadang saya acap kali bertentangan dengan ayah saya.. (kadang juga ibu) yang memang sudah tua, jadi memang sekarang terasa sekali cerewet ny, bawelnya, pamberang pula.. (beda sembilan tahun dengan ibu) ya Allah.. menjerit batin ini.. dosa saya besar sekali.. ingin sekali rasanya siang ini langsung pulang kerumah dan sujud dihadapan mereka.. pak Rinaldi, tulisan Anda sangat menginspirasi.. terima kasih.

    • mangguang berkata:

      sanak her lah jauah mangko dakek taraso, itu lah baban awak di parantauan, taragak jo urang tuo tapi awak ba jauahan, jo komunikasi nan hangat lah nan jauah ko bisa taraso dakek, mudah mudah urang tua dunsanak di beri limpahan kesehatan oleh allah swt amin..

  3. pandabeautyblast berkata:

    ceritanya seperti kehidupanku, ibuku sudah 2 minggu ini sakit stroke, saya yang seharusnya kuliah diluar kota jadi pulang dan mengurus ibu saya…saya menyuapinya, mengganti popoknya, memandikannya, dan menuruti keinginannya dengan sabar dan ikhlas..alhamdulillah sampai saat ini saya tidak mengeluh karena setiap saya mengurus ibu saya, saya teringat saat beliau mengurus saya waktu kecil dulu…saya merasa senang bisa mempunyai kesempatan untuk mengurus ibu..rasanya saya seperti menjalani balas budi kebaikan dari seorang ibu, saya bangga tapi saya juga merasa sedih karena ayah saya suka emosi saat mengurusi ibu saya, saya tidak tahan jika dihadapkan situasi seperti itu, saya kasihan kepada ibu saya karena mendengar ayah saya yang selalu memarahi ibu saya…saya hanya bisa berdoa agar ayah saya diberikan kesabaran dan keikhlasan serta ibu saya semoga cepat sembuh dan bisa berjalan lagi…amiinn..pak Rinaldi, saya salut dengan tulisan anda…terima kasih…

  4. Likhah berkata:

    Cerita hidupnya seperti kisah q, ibu saya sakit struk dr saya smp sudah 13 th….kadang tatkala sifat kekanak2 beliau muncul…rasanya ada sdkt kejengkelan. Dengam membaca kisah ini saya serasa di pecut agar saya lebih baik, lebih baik dan lebih baik lg karena memang ini adalah ujian tuk seorang anak..

  5. efbe berkata:

    kalo saya binggung mas bro, ibu mertua 77th. ikut sy dengan kondisi renta, ya pikun, tapi masih bisa jalan …. yg saya kuatirkan, istri sy sdh mulai ngomel.. menggerutu.. bahkan sering bentak2 ibunya (sendiri)…kalo sy bilang ingat cashback dari Allah… sudah gak kepingin, jadi repot.. sy takut dilaknat Allah…. dekat dengan ibu tidak bisa melancarkan jalan ke surga.. malah bypass ke keburukan saya.

  6. Jo Iskandar berkata:

    benar sekali peristiwa di atas,merasa senang,merelakan jabatan (pekerja an),demi merawat orang tua kita.semoga di beri kemudahan dan kesabaran bagi anak yang sholeh

  7. efendi berkata:

    cerita ini senantiasa memberi inspirasi, bahwa memang seharusnya kita membayar seluruh kebaikan orang tua, meski tidak akan pernah mampu kita melunasinya. Semoga cerita ini akan memberikan pencerahan kepada saya dan kawan2 yg membacanya dan kepada kawan kami yang bercerita, maka mudah-mudahan Tuhan YME akan memberikan yang terbaik buat orang kepada tuanya dan anda sendiri. amin

  8. Farid berkata:

    Jasa orang tua kita tiada duanya….

  9. Bang Uddin berkata:

    KENAPA AKU DIUJI?
    Surah Al-Ankabut ayat 2-3
    Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.

    KENAPA UJIAN SEBERAT INI?
    Surah Al-Baqarah ayat 286
    Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
    ketika nikmat(ujian) Allah datang menghampiri kita.

    beruntunglah bagi seorang Muslim itu, jika diberi ujian ia bersabar dan jika diberi nikmat ia bersyukur

    BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA?
    Surah Al-Imran ayat 200
    Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.
    Surah Al-Baqarah ayat 45
    Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,

    APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?
    Surah At-Taubah ayat 111
    Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.

    Tetap semangat menghadapi kehidupan ini yaaa..!!

    • nunik berkata:

      Ya Allah..hamba ini penuh dosa…maaf kan hamba…saya seorang istri dan ibu 2 anak…ibu saya sakit struk dah setahun dan alhamdulillah perubahan tuk sembuh semakin terlihat walau blm maksimal…sejak ibu saya sakit,saya boyong suami n anak tinggal dirmh ibu untuk merawat ibu…awal ibu sakit semua terkendali karna ibu tak bs berbuat apa2..semua dilakukan di tempat tidur..alhamdulillah saya senang merawat ibu..tp ibu saya semakin hari menujukan perubahan tuk pulih semakin nyata..dan buat saya senang sekali namun di saat itu ibu sudah mulai kembali seperti sosok biasanya yg kuat, yg ga mau diatur krn ibu ku termasuk ibu yg berada…jd terkadang seperti mengendalikan saya suami dan anak2 saya…ya Allah aku bingung saya ingin kembali kermh saya hidup dng keluarga kecil saya…tp itu ga mungkin krn ibu saya tak ada yg merawat krn ade saya bekerja…walau di bantu dengan asisten rumah tangga tp tak bs maksimal krn asisten itu tugas nya merawat anak2 saya…banyak sekali perselisihan yg saya buat dengan ibu saya…dan terkadang saya harus meninggalkan tugas saya sebagai istri sebagai ibu demi ibu saya…bagaimana perasaan mereka terhadap saya?? Dan terkadang saya meninggalkan tugas saya sebagai anak krn harus menjadi istri dan mendampingi anak2..terus bagaimana perasaan ibu saya…ya Allah ku sayang semuanya…tp saya sedih saya masih dinilai ibu saya anak yg ga mau perduli anak yg ga mau membantu..disaat saya merasa lelah jenuh bnyk masalah tiba2 ibu memberikan muka sinis terhadap saya..ya Allah salah apalg saya….bagaimana dengan diri saya??? Hanya menangis itu yg bs saya lakukan…krn saya merasa anak yg berdosa tdk pandai merawat ibu..tdk pandai menjadi istri dan ibu…

  10. liana berkata:

    Saya juga punya ibu mertua yg stroke, sudah 8 tahun,sekarang tinggal dirumah kami, keadaannya sduah 8 tahun hanya ditempat tidur saja tidak bisa melakukan apa apa, dalam mengurus saya dibantu tetangga dkat rumah, suami saya anak tengah, punya kakak satu dan adik 2, tapi ,mereka semua tidak membantu kami mengurus orang tuanya, tidak membantun kebutuhan sehari hari , menelpon pun tidak, atau sekedar menengok hanya dilakukan saat lebaran, padahal rumahnya semuanada dijakarta, dari awal ibu mertua saya stroke masuk rumah sakit, tapi tidak ada yang memberikan biaya,hanya suami saya saja, semoga kami diberi kesabaran dalam mengurus, dan semoga anak anak yang lain diberikan hidayah untuk mengingat ibunya,

    • haryadi Dinomo berkata:

      Luar biasa anda..tapi kalau bisa stop di share disini saja …selebihnya Cukup Allah saja yang tahu kebaikan dan keistimewaan suami anda, percayalah tidak ada yang tertukar besar pahalanya kel. anda

  11. reny berkata:

    9 tahun ini bersama mama yg stoke dan bapak yg diabetes.. mohon doakan sya.. kuat dan di muahkan riski.. amin

    • eritra berkata:

      kita sama mbaa, ibu aku mulai stroke dari SMP kls8 dan sekarang aku udah SMA kls 3. sungguh sedih rasanya kalu mengingat2 dulu waktu ibu masih sehat, sedangkan sekarang sikap ibu berbeda ;(

  12. thaaa berkata:

    Saya juga mengalaminya, sudah 7 bulan ibu saya kena stroke sebelah, hanya saya yang merawat, bpk saya sudah sepuh, tak ada pembantu, saya kadang mengeluh kesah,walau sya tahu tak pantas saya seperti itU, .saya kadang mengeluh karena belum mendapat pekerjaan selama setahun lebih. Saya berniat mencari pekerjaan untuk membantu biaya ibu saya, tapi nanti siapa yang merawat ibu? Saya juga takut nanti saat saya bekerja ibu saya kenapa2 dan sy tak mau itU terjadi dan saya akn merasa sangat berSalah. Apa yang harus saya lakukan? Saya bingung. .

  13. Ayu berkata:

    Terimakasih, renungan ini juga mengingatkan saya pada bapak saya yg sekarang sudah pikun. Ibu saya sudah meninggal 1 tahun lalu, dan kepergian ibu membuat bapak merasa sangat kehilangan dan depresi. Ayah saya sangat menyayangi saya sebagai anak perempuan satu2 nya dan bontot. Sekarang bapak saya sudah tidak bisa beraktifitas untuk merawat dirinya sendiri sejak jatuh dan tulang panggulnya patah, ayah saya perlu bantuan atas kesehariannya, dan terkadang pun lupa dengan saya anaknya…yang menjadi ujian saya adalah, bapak saya sekarang pemarah dan kata2nya kasar, dan baru saja ia buang air besar dan kotorannya di garuk2 dan di peperi ke pakaian dan kasur,sambil marah2 karena kami terlambat datang ketika bapak memanggil malam2 jam 12. Ya Allah, hamba bersyukur Engkau memberikan ayah saya umur panjang, sehingga hamba bisa diberi kesempatan untuk berbakti…Hamba mohon ampun,terkadang hamba emosional dan membentak bapak, sungguh menyesal setelahnya…Ya Alloh ampuni dosa2ku, dan berilah hamba kesabaran, dan keikhlasan…Saya tau setiap kesulitan pasti ada kemudahan, dan Alloh tidak akan memberikan ujian kepada hambaNya yang tidak bisa memikulnya….insya Alloh saya akan berusaha memperbaiki diri…aamiin..

    • Ayuni Rahmawati berkata:

      Masya Allah mbak, mulia sekali sudah dihadapkan dengan kondisi orang tua yang seperti itu, tapi masih mau berdoa minta kesabaran, semoga dapat pahala setimpal yang entah bagaimana bentuknya hanya Allah yang Maha Tahu

  14. Agus Sulistiyo berkata:

    Assalamualaikum, saya hanya memiliki 1 orang ibu yg sdh tua & lemah (hanya duduk di kursi roda), saya anak terakhirnya, abang laki saya ada 3 dan kakak perempuan saya ada 3. baru saya dan abang tertua saya yang mau memikirkan kebutuhan ibu yang lainnya hanya jika diperintah baru mau mengurus ibu, mereka lebih memikirkan keluarganya masing-masing. (hanya tinggal 2 abang laki saya yang belum berkeluarga).
    Pertanyaan:
    “Bagaimana menanamkan dalam pikiran mereka bahwa tanggung jawab mengurus ibu ada pada semua anak-anaknya tanpa terkecuali?”
    Wassalam. terimakasih kepada semua teman atas segala ilmu yg telah dibagikan.

  15. willymilanisti berkata:

    Saya pribadi merasakan hal seperti di atas.. sampai saat ini saya masih merawat ayah saya karna memang saya lah anak tunggal beliau… ayah saya sudah 2.5 th kurang lebih terkena stroke… sebagai keluarga yg memang tidak begitu berkucukupan sy tidak bisa membawa ayah saya untuk berobat… 2tahun lalu sy menikah karna memang sy ingin ayah sy menyaksikan sy menikah dah mempunyai cucu dari anak semata wayang nya… dan alhamdlah semua itu terwujud… jujur selama ini sy sgt sering menggerutu sendiri… krn sy merasa beban ini berat terlebih sy adalah anak tunggal sy tak ada tempat curhat… kadang sy merasa sgt stresss dengan keadaan ini kerja pun selalu kepikiran krn ayah sy sendiri di rumah karna istri bekerja sementara anak di rumah mertua.. sudah sebulan ini keadaan ayah sy semakin menurun, banyak luka di tubuh nya, dan badan nya pun sudah sangat kaku… sy gk tega dengan keadaan ayah sy saat ini… sy gk tw harua berbuat apa???

    • andyswam berkata:

      Saya senasib dengan anda…sy anak tunggal dan saya blon menikah
      sy mengurus ibu saya seorang diri tanpa bantuan siapapun karena tidak punya siapa”
      Kalau sy kerja, sy titipkan kepada tetangga..kalau waktunya ada sy berusaha pulang dulu untuk melihat keadaan ibu sy.
      yg bisa sy lakukan hanya pasrah dan sabar…meskipun itu sangat berat sekali..cuman tidak ada pilihan lain.
      semoga ayahnya cepat sembuh dan kita yg mengurusnya diberi kesehatan dan rejeki…amin

      • willymilanisti berkata:

        Sehari setelah saya menulis di atas Allah memanggil Ayah saya pulang kedalam pangkuan nya… hilang sudah penderitaan beliau.. walaupun sedih namun ini adalah takdir saya harus ikhlas… semoga mas andy bisa kuat dan selalu sabar dalam ujian ini Allah tidak tidur dan akan selalu mendengarkan doa2 kita dan semoga mas andy selalu diberi rejeki yg cukup. Amin… salam kenal mas andy…

      • andyswam berkata:

        Innaa lillahi wainnaa ilahi rajiun..Semoga Allah mengampuni segala dosa dan menerima amal ibadah ayah mas willy dan memberi kesabaran dan ketabahan bagi yg di tinggalkan..
        terima kasih mas atas doanya..sy juga berdoa supaya mas willy dan keluarga dan semua orang di forum inu di beri kesehatan dan rejeki yg barokah..amin
        salam kenal juga mas willy
        ini alamat email sy..siapa tau bisa sharing andyswam75@gmail.com

  16. teguh aw berkata:

    sudah 3 thn Ibu saya sakit stroke n pikun, n sudah hampir 1,5 thn ini aq beserta istri yg merawatx namun sering kali emosi ini tak dapat aq kendalikan. jika malam tiba rasa sesal menyelimuti pikiran, terkadang sambil ku pijit kakix aku ucapkan permintaan maafq. lwt ini aq ucapkan trime kasih pd istriq tercinta n bagi pembaca mohon doax agar kami n tmn2 sprti aq diberi kesabaran, keikhlasan n ketabahan. amin

  17. Franz berkata:

    Saya memiliki seorang ayah yang sudah tua yang sudah benar2 sudah susah melakukan apa2 sendiri, dan 2 orang saudara, ibu sudah almarhum, kebetulan saya tinggal di rumah mertua, dan saudara tertua saya satu rumah dengan ayah, adik saya sedang menjalani program magang di luar kota selama setahun, seminggu sekali kadang kalau tidak terlalu lelah saya datang ke rumah untuk melihat kondisi ayah, memandikan, memotong kukunya, membelinya makan, mengganti popoknya, nyebokin, membantu meminumin obat2nya, kalau pas hari2 kerja ayah saya diurus sama saudara tertua saya yang sengaja berhenti kerja buat urus beliau,.kadang saudara tertua saya ini suka membandingkan pengorbanan dia yg rela berenti kerja buat urus ayah saya, jujur, saya pribadi risih mendengarnya, saya bagaimana mau berenti kerja, tagihan2 nanti bagaimana bayarnya, karena itulah saya hanya punya waktu pas weekend ke rumah ayah saya,.beda dengan dia yang tergantung kepada tabungan ayah saya,.apakah di sini ada juga yang mengalami masalah seperti saya, karena saya sudah sakit hati sekali kalau saudara tertua saya ngomong kaya gitu,.

    • rinaldimunir berkata:

      Banyak-banyak bersabar saja, Mas Franz, semua ada hikmahnya. Yang penting ikhlas, karena (jika anda muslim) maka apa yang anda dan kakak tertua lakukan itu adalah amal sheleh.

  18. Sri Edi Suwito berkata:

    saya jg sedang mengalaminya,,malah sering terjadi perdebatan dan permusuhan dalam kluarga.

  19. mardiah bago berkata:

    ya,benar cerita ini memang menyentuh hati saya.insya allah saya akan berikan yang terbaik kepada kedua orang tua saya

  20. Rudi berkata:

    saya anak bungsu, dan saya tinggal serumah dengan orang tua saya, istri dan anak saya..saya membuka usaha dirumah namun saya jengkel karena orang tua saya (Bapak) selalu ikut campur dalam urusan usaha saya. dan selalu bertentangan. saya sangat kesal dengan hal itu..tapi setelah saya membaca kisah diatas dan kisah teman2.. saya jadi lebih tegar dan berfikir mungkin itulah ujian buat saya, saya yakin jika saya lulus akan ada balasan dari Allah SWT..amin.. doa’kan saya bisa lulus dalam ujian ini…amin

  21. Akhirnya Saya menemukan orang2 yang senasib dg Saya. Ibu saya stroke yang ke3 dan sudah 2 bln ini tak bs ngapa2in, selain tergolek di t4 tidur. Mlm ini kali ke2 beliau ngamuk minta pulang ke rumahnya yang skr ditunggu kk tertua saya dikampung, minggu lalu saya penuhi permintaanya utk pulang, saya antar beliau ke rmh nya namun setibanya dirumah, yang jaraknya 165km, belum beberapa jam, ibu saya minta kembali ke rmh saya. Dan barusan beliau minta antar pulang lg, semua pakaiannya sdh dipacking rupanya td siang dia nyuruh bibi cuci packing. Kesabaranku rasanya mau habiss, karena diantara ber8 saudara, hanya saya yang sanggup merawat ibu saya baik fisik maupun financial, saudara saya yang lain semua menyerah tk mau menerima kedatangan ibu saya, saya sedih mesti bagaimana, sementara beliau sangat ingin pulang dn tinggal dirumahnya sendiri, sementara saudara saya dan istrinya tk mau menerima kepulangan ibu saya, sedangkan saya harus kerja untuk memenuhi semua biaya pengobatan dan terapi beliau jd tidak mungkin saya tinggal dirumah yang jauh dri t4 kerja saya.

    • avk depok berkata:

      Ternyata saya blom apa2 di bandingkan kesabaran anda…..

    • Nomed Numit berkata:

      Mungkin saudara y tgl d rmh ibu disuruh nyari kontrakan aja kali ya biar gak mau enaknya aja n anda cari org bayaran yg bs ngerawat ibu (sebaiknya yg msh ada hubungan keluarga). Atau saudara yg tgl di rmh sekalian diberi gaji. Mgkn dia khawatir akan terbebani biaya perawatan klu ibu diantar plg. Soal rejeki asalkan diniatkan untuk biaya perawatan ibu insya Allah ada aja jalannya. Yang penting jangan berputus asa dlm berbakti kekuat dan semampu yg kt bs, selebihnya Allah yg menentukan. Apapun yg diberi, itulah yg terbaik buat kita. Selalu minta pd Allah agar diberi kekuatan, kemampuan dan kesabaran utk berbakti pd ortu dan dijauhi dari mjd anak durhaka. Ingatlah karma pasti akan berlaku, anak kt akan memperlakukan kt spt kt memperlakukan ortu kt. Lakukan semua dg ikhlas… insya Allah bebannya akan terasa berkurang. Biarlah saudara yg lain gak peduli, yg penting tanggung jawab n bakti kt pd ortu mrpk kewajiban kt pribadi dan akan dibalasi Allah dg seadil-adilnya. Alhamdulillah sy sdh buktikan. Sy selalu meminta kpd-Nya agar diberi kesabaran, kesempatan dan rejeki yg cukup untuk merawat dan membeli obat-obatan ibu. Alhamdulillah tetap diberi-Nya kelapangan smp saat ini. Sayapun 8 org bersaudara, hanya 3 org anak yg perhatian sama ibu, namun saya py tanggung jawab fisik dan finansial yg paling berat krn tmp tgl sy yg paling dekat dg ibu. Kakak perempuan dan keluarganya yg tadinya tgl bersama di rumah ibu saya suruh nyari kontrakan karna kelakuan mereka membuat ibu jd depresi. Sekarang ibu tgl bersama kerabat yg sy gaji dan setiap malam saya pulang melihat keadaan ibu.

    • devi berkata:

      semoga Allah memberi kemudahan kepada kita semua dalam mengurus orang tua. saat letih datang wajarlah kalau hati menggerutu….tp itu tidak mengurangi rasa kasih sayang kita kepada orang tua….saya baru seminggu mengurus ibu sakit….itu saja kadang suka merasa lelah sedih…apalagi saya masih punya anak 2 orang yg balita….semuanya butuh perhatian saya. semoga kita semua bisa sabar tabah dan ikhlas merawat orang tua….aamiin…

  22. Lisanah berkata:

    terimakasih kata2 nya mnyentuh menyadarkan hatii,, kebetulan saya juga sedang merawat ibu saya yang terkena kanker usu,, dan sekarang tergulai lemah di atas kasur,, saya meras masih belum maximal merawat nya karna tidak setiap saat saya bisa bersama ibu,, karna sudah berkeluarga dan bekerja,, saya tidak bisa seharian penuh menunggui nya,, tapi saya harus tetap bekerja untuk membantu biaya pengobatan nya,,

  23. sang amiella berkata:

    Saya seorang ibu rumah tangga dengan 3 orang anak, baru baru ini ayah saya divonis sakit diabetes dan dah dua kali masuk rumah sakit, berhubung saya berada dibali dan ayah ibu berada dijawa maka saya pulang untuk menengok beberapa hari saja, karena anak saya yg pertama tidak bisa ikut mendekati ujian klas 3 smp, yg kedua tk nol besar, yg ketiga baru 8 bln, dijawa ada adik dan kakak yg merawat ayah dan ibu, keduanya juga perempuan, akan tetapi mereka seakan2 menuntut sy untuk merawat bpk karena sy dianggap anak yg paling disayangi, sy sangat bingung harus bagaimana karena kondisi sy yg jauh, dan dibalipun kondisinya masih kos, apa yg harus sy lakukan atas kemauan kakak dan adik saya, sedangkan sy pernah membahas dg ibu, dan ibu kurang setuju kalo sy pulang kampung, karena kalo dikampung sy masih bingung mau buka usaha apa, sedangkan anak dah memerlukan biaya besar, yg sy dan ibu khawatirkan nanti dikampung malah tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga yg ada malah jd beban orang tua…

  24. dian febrianti berkata:

    aku punya bude, dia terkena struk sudah 1thn, tpi dia tu orangnya rewel, bnyk permintaan,
    terkadang tidak ingat waktu..
    anak2nya tidak da yg sanggup untuk mengurusnya..
    termasuk saya,, tpi rasa merasa kasian ma bude saya,,
    tpi dia orgnya tdk pernah bersyukur..

  25. Endeso berkata:

    Hi semua saya sempat ngalamin itu merawat ibu saya sendiri selama 3 bulan di RS dan akhirnya aĺlah memilihkan jalan yg terbaik untuk ibu saya. Tapi saya suka binggung sama temen saya yg orang tuanya notabennya masih sehat walafiat segar bugar mereka suka ngambek kalo di tegur padahalkan mereka menegur bukan semata mata basabasi. Sampai sampai teman saya ada yg gedek banget sama orang tuanya lebaran bukannya minta maaf malah nongkrong sama kita2 ada teman yg bercanda malah kesel ya itu sih terseeah dia tapi saya sampe parnah sewot lo engga ngerasain kaya gw si saya bilang nanti kalo udah kaga ada kaya orang linglung lo. pokoknya susah mau ngapa ngapain. Hampir saya injek2 tuh kalo engga di pisahin abis tuhh… si bangsat… tapi ya udah lah udah gw bilang juga ngapain ambil pusing… mau gw sih hormatin orang tua jaga kalo masih ada sehat kalo udah kaga ada ribet dan nyesel linglung pula…

  26. Eko berkata:

    Ingatlah selalu dan doakan selalu orang tuamu hingga akhir hayatmu.

  27. Gedafiandri berkata:

    Sangat bermanfaat

  28. No name berkata:

    Ibu dan bapak saya mengalami juga merawat bapak dari ibu saya (kakek saya) yang terkena stroke, selama 3 tahun ibu beserta bapak saya merawat dengan penuh kesabaran. Padahal kakek saya kalau kambuh stroke setelah di rawat dan pulang dari rumah sakit ingatannya ngawur karena tidak ingat masa sekarang yang ada ingatan masa lalu sehingga suka ngamuk jika ke inginannya tidak di penuhi, ibu saya beserta adik-adik saya sudah kenyang yang di pukul pakai tangan, tongkat untuk membantu jalannya, di ludahi tapi saya beserta ibu, bapak dan adik saya sudah tahu kalau kakek saya berbuat seperti itu karena faktor dari otak yang terganggu. Ibu saya mempunyai 7 saudara sebagian rumahnya bertetangga. 5 orang rumahnya sangat dekat cuma melangkah hanya 39 detik sampai, 1 orang jarak 10 menit dengan motor sampai sedangkan 1 lagi 1 jam pakai motor sampai. Yang masih mau membantu mengurus kakek saya adalah yang rumahnya sekitar 1 jam sampai kalau yang lainnya cuma sekedarnya saja. Menjelang akhir hayatnya kakek saya di rawat di rumah sakit itupun pada tidak ikhlas menjaga orang tuanya, pada berhitung waktu untuk mengurus orang tuanya. Sedangkan kalau warisan pada ribut, cuma ibu saya saja yang tidak mau ribut mempermasalahkan pembagian warisan yang tidak adil karena ibu saya mengatakan tidak berkah kalau sudah tidak mengurus orang tua tapi harta pada ribut.
    Semoga amal orang tua saya menjadi penyelamat di akhirat kelak dan semoga orang tua saya di berikan kesehatan maupun kebahagiaan dunia dan akhirat.
    Aaaamiin

  29. Hendra Gomar berkata:

    Semua manusia pasti diberikan cobaan, entah mudah ataupun sukar. Perihal ujian / cobaan yang diberikan menyangkut merawat orang tua sakit, saya sampai sekarang mengalaminya. Sepintas bercerita, saya sampai saat ini masih tidak menyangka bahwa almarhum ayah saya telah pergi meninggal kan kami , walaupun saya sempat mengurus beliau semala kurang lebih sebulan sebelum beliau wafat 12 tahun yang lalu.
    Mengingat hal itu saya merasa sangat sangat berdosa, menyesalkan beberapa tindakan saya yang mungkin terlambat dilakukan karena keterbatasan ekonomi, faktor ini salah satu yang menyebabkan kami tidak bisa melakukan hal apapun disaat ayah saya menderita sakit, hingga akhirnya mengalami komplikasi dan baru dibawa ke rs setelah terkumpul dana dari family untuk periksa ke rs. Namun apa daya waktu yang menentukan, kami terlambat dan akhirnya sia sia.
    Setahun belakangan ini ibu saya drop kondisinya karena komplikasi diabetes yang sudah diderita lebih dari 7 tahun, Alhasil saya beserta adik merawat beliau bergantian sampai sekarang.
    Rasa sesal saat dulu membiarkan ayah wafat terus mengerayangi pikiran saya, saat ini saya harus melakukan yang terbaik buat ibu, itu pikir saya, walaupun saya sekarang tidak bisa disebut bergelimang harta , kemanapun berobat harus kami pergi asal ibu saya dapat sembuh. Namun Tuhan berbicara lain , sampai saat ini belum ada perbedaan yang signifikan atas penyakitnya, malah cenderung melemah.
    Berulang kali kami harus mengeluarkan dana yang cukup lumayan untuk menyembuhkan komplikasi yang dideritanya, sampai atap kami berteduh pun harus rela saya pindah tangankan kepada orang lain.
    Namun saya dan keluarga tak mau menyerah. Ibu saya harus bahagia, entah sampai usia berapapun,
    Setiap minggu kami mengajaknya berjalan jalan keluar rumah, wisata ke bali pun beliau ikut pada saat saya honeymoon, dan beruntungnya saya mempunyai istri yang pengertian sekali, singkat kata saya percaya bahwa semua ini pasti ada baiknya.
    Kepada semua teman teman yang mengalami ujian ini , mari kita berdoa bersama, agar dimudahkan. Yakin dan percaya kawan, jangan menyerah dan ikuti kata hati.
    Harta dapat dicari, namun orang tua takkan terganti.
    Salam semangat!!!

  30. Meirisa berkata:

    terima-kasih saya menemukan halaman ini, ini menjadi hikmah ….semoga saya pun diberi ketabahan dan kesabaran menghadapi dan mengurus ibu saya berumur 70 tahun………juga ibu saya diberi keluasan hati mengampuni saya selama mengurus beliau …..

    • riza aditya berkata:

      Sangat mnginfirasi sekali. Semoga saya tetap diberi kesabaran dan ketabahan sekarang dalam merawat ibu saya yg sdh lanjut usia.

  31. riza aditya berkata:

    Sangat mnginfirasi sekali. Semoga saya tetap diberi kesabaran dan ketabahan sekarang dalam merawat ibu saya yg sdh lanjut usia.

  32. Nunik berkata:

    Sedih banget aq baca ini… Jadi inget almarhumah mama, sampai akhir hayat gak pernah menyusahkan anak2nya…sakitnya hanya seminggu, gak mau dirawat di rs dan benar2 gak nyangka langsung pergi selamanya… Bener2 masih menyesal sampai sekarang, gak sempet merawat almarhumah mama dan berbakti. Semoga Allah memberikan tempat penantian dan tempat akhir yg terbaik utk mama.
    Sekarang ini ayahku lagi sakitnya, kami sekeluarga bergantian merawatnya, kondisinya spt ibu di cerita paling atas. Semoga kami bisa menjadi anak2 yg sholeh dan tidak mengeluh. Mohon bantu doa ya temen2

  33. Rudi Zakaria berkata:

    Ayah saya juga stroke sudah hampir 1 thn , saya anak lelaki satu2nya dan sudah berkeluarga, 3 saudara saya semuanya perempuan, ketiganya gak ada yang mau membersihkan kotoran Ayah, begitu juga ibu, jadi hanya saya harapan Ayah.Rumah saya sekitar 1km dari rumah Ayah, setiap ayah BAB ibu pasti telpn saya, kadang saya kesal karna saya juga pya usaha photo copy di rumah, apalagi klo nelpn nya berkali2 saat saya sedang sibuk, biasanya saya selangkan waktu sekitar 1/2 jam utk membereskan/merapikan bapak, kadang istri saya pun kesal karna harus jaga toko selama saya ke rumah ayah, berdua aja repot jaga toko, apalagi sendiri.membaca postingan diatas saya jadi sadar, mungkin ini cobaan buat saya, karna mungkin derajat saya lebih tinggi dari 3 saudari saya, YA Allah beri kesabaran padaku dan juga Istriku, agar aku bisa mengurusi ayah sampai akhir hayatnya.Aamiin.

    • mangguang berkata:

      mas rudi yang sabar mas, kita bisa berbakti dan memberi arti kepada orang tua, ketika beliau masih ada, kalau sudah tiada maka akan sangat akan terasa kehadiran beliau ketika ada. mudah mudahan dalam merawat ayahanda bisa menjadi ladang amal bagi mas, jangan pernah menyerah, kita bawa pun orang tua bolak balik mekah 7 kali jasa orang tua tak kan terbalas, dan apa yang kita lakukan sekarang akan kita panen nantinya, nanti kita kan tua juga, proses alamiah, klw kita berbuat banyak insyaallah nanti kita bakalan dirawat juga oleh anak2 kita, semoga ayahanda mas sehat selalu.., semaga mas di beri kekuatan untuk merawat dan berbakti pada ke dua orang tua.. amin..

  34. santi berkata:

    ya allah semoga allah memberikan kesabaran, keikhlasan bagi hamba dalam mengurus mama mertua, mama mertua memutuskan tinggal dirumah kami dan saya awalnya sangat merasa senang bukannya mertua juga sama dengan orang tua kita. seiring berjalan waktu tapi mengapa saya tidak menemukan kedamaian dan kenyamanan tinggal bersama beliau banyak sekali sifat, sikap yang berbeda yang terkadang menimbulkan perasaan tidak enak mulai dari kata2 sifat dan perilaku beliau ya allah hamba juga bukan manusia sempurna tapi hamba sudah berusaha untuk berbakti kepada beliau disaat sakit maupun sehat dan hamba bersyukur allah masih mengaruniakan kesehatan kepada beliau sehingga beliau masih dapat beraktifitas seperti biasa ya allah karuniakan kesabaran, keikhlasan dan kekuatan jiwa raga kepada hamba dan orang-orang yang berbhakti kepada orang tuanya mohon doanya yah amin……………

  35. Ipunk Tas berkata:

    Ya Alloh …
    aku terharu baca artikel ini. Menyadarkan aku…. Skrg aku juga lagi Mengurus Ibuku yang sakit stroke…. udah jln 4bln. Mudah2an Ibuku cpt sembuh… walo kdg ada tak sabarku… Tapi Aku sangat sayang Ibu…. I love U Makkk…..

    • Rida berkata:

      Ternyata komentar2 terus berlanjut sampai skrg. Saya sering baca ulang komentar2 disini untuk menguatkan hati kala rasa lelah mendera. Smg Allah terus memberi kesabaran dan kekuatan iman bagi kita semua yg sedang berjuang melawan syetan2 penggoda yg ingin agar kita tidak lulus dlm ujian merawat orang tua kita yg sakit. Aamin YRA

  36. Meilani berkata:

    Sy seorng prmpuan yg telah berkeluarga meimiliki 2 anak batita.Sy tinggal brsama mertua sedagkan ayah saya sdh tdk bisa apa2 tinggal brsama adik2 sy yg blm berkeluarga.Ayah sy u/dudukpun harus dbantu,bak dan bab sering dt4 tidur.Alhamdulillah adik2 yg menjaga ayah sy dgn ikhlas walau ada satu adik sy yg kdang menjengkelkan pdhal adik sy itu tdk kerja dan tinggal drmh tpi kurang memperhatikan kebutuhan ayah kami.Seperti makan dan bak/bab nya.Sy sendiri bekerja jadi setiap jam istirahat sy sempatkan membawakan ayah sy mkn dan menyuapinya walau jarak rmh dn kantor sy lumayan jauh.Karena sy tdk ingin mengulang kesalahan yg sama wktu ibu sy sakit, sy tdk memberikan perhatian penuh hingga ajal menjemputnya.Bgitupun jika pulng kantor sy sempatkan melihat ayah dulu baru pulng kerumah.Ada rasa kasian pd anak2 ku yg sering kutinggal tapi insya Allah..Allah melindungi mereka.

  37. ali usman berkata:

    ternyata Allah memang tak membiarkan kita sndirian dlm menerima cubaan.salut dan angkat topi stinggi2nya buat teman2 yg masih kuat merawat ortunya

  38. iLLa berkata:

    hanya ingin sedikit memberikan masukan bagi teman2 yang orang tua nya terkena stroke,,,,
    semoga lebih sabar dan iklas,,, semua itu bisa kita lakukan dan tidak akan terasa berat apabila dilakukan dengan dasar sayang dan tanpa pamrih,,,, ingatlah betapa besar kasih sayang orang tua kita kepada anak nya yang tanpa mengharap imbalan,,,,,
    dan hal tersebut jika dilakukan dengan iklas tidak akan terasa seperti beban,,,,,
    ( semua berdasarkan pengalaman saya,,,, ibu dan bapak saya terkena stroke… alhamdullilah ibu sudah bisa berjalan kembali namun belum sempurna sedangkan ayah saya sudah empat tahun stroke,,, saya tidak ingat sudah berapa lama bpk tidak hanya di tempat tidur saja yang pasti alhamdullilah sampai saat ini bpk masih sehat,,, tp sayang badannya kurus sekarang,,,, pekerjaan seperti mengganti pempes saat poop maupun pipis itu, tidak seberat yang dibayangkan kok,,, ^^)

  39. iLLa berkata:

    hanya ingin sedikit memberikan masukan bagi teman2 yang orang tua nya terkena stroke,,,,
    semoga lebih sabar dan iklas,,, semua itu bisa kita lakukan dan tidak akan terasa berat apabila dilakukan dengan dasar sayang dan tanpa pamrih,,,, ingatlah betapa besar kasih sayang orang tua kita kepada anak nya yang tanpa mengharap imbalan,,,,,
    dan hal tersebut jika dilakukan dengan iklas tidak akan terasa seperti beban,,,,,
    ( semua berdasarkan pengalaman saya,,,, ibu dan bapak saya terkena stroke… alhamdullilah ibu sudah bisa berjalan kembali namun belum sempurna sedangkan ayah saya sudah empat tahun stroke,,, saya tidak ingat sudah berapa lama bpk hanya di tempat tidur saja yang pasti alhamdullilah sampai saat ini bpk masih sehat,,, tp sayang badannya kurus sekarang,,,, pekerjaan seperti mengganti pempes saat poop maupun pipis itu, tidak seberat yang dibayangkan kok,,, ^^)

  40. Nunu berkata:

    Assalammu’alaikum….salam kenal semuanya….

    Saya menangis membaca artikel ini…saya anak tunggal, perempuan….ibu saya sakit lumpuh dan di kursi roda sejak saya remaja dan saat ini saya berusia 31 tahun….alhamdulillah saya bs bekerja di rumah sehingga bs tetap menjaga ibu….namun beberapa waktu terakhir ini, ada hal yang membuat saya bingung….saya diajak menikah….saya sudah bicarakan dengan ibu…beliau bilang ikhlas dan ridho jika saya menikah karena katanya saya sudah menghabiskan masa hidup saya untuk menjaga beliau selama ini…..hanya saja, saya harus ikut suami nantinya karena pekerjaannya tak bisa ditinggal, ia di sumatera, saya di jawa barat…..untuk menjaga ibu, ada saudara2 saya yang berkekurangan secara materi, dan mereka bersedia menjaga ibu tentu saja dengan sama2 pengertian, saya membantu biaya kehidupan mereka…..hanya saja saya bingung, merasa diri egois, tapi panggilan hati untuk menikah juga menggebu…..saya pikir, saya mandiri finansial jadi tidak akan merepotkan suami jika ingin menengok ibu sebulan atau dua bulan sekali dengan biaya saya sendiri……oiya bapak ada, sehat, hanya saja sudah sepuh dan tidak kuat mengangkat/memindahkan ibu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s