Bajigur dan Kacang Rebus Aki Jupri

Hampir setiap hari di depan rumah saya lewat pedagang bajigur yang sudah aki-aki (bahasa Sunda, artinya kakek-kakek). Sambil mendorong gerobak kecilnya dia meneriakkan dagangannya, bajiguuurrr….bandreeekkk… kacang rebuuuus…. Terdorong karena rasa iba saya pun memanggilnya, sekalian ingin membeli dagangannya itu.

Gerobak bajigur dan bandrek Aki Jupri

Gerobak bajigur dan bandrek Aki Jupri

Pak Jupri namanya, tapi karena sudah aki-aki saya memanggilnya aki Jupri saja. Dia pedagang keliling di kawasan Antapani. Setiap pagi dia menjajakan dagangannya, tidak hanya bajigur dan bandrek, tetapi juga jajanan sehat lain yang serba rebus atau kukus, seperti ketimus, lepet pisang, singkong rebus, pisang rebus, dan kacang rebus.

Aki Jupri dan dagangannya.

Aki Jupri dan dagangannya.

Ketimus, lepet pisang, kacang rebus, pisang rebus, singkong rebus, semua ada di dalam gerobak bajigur aki Jupri

Ketimus, lepet pisang, kacang rebus, pisang rebus, singkong rebus, semua ada di dalam gerobak bajigur aki Jupri

Semua jajanan itu harganya murah meriah, hanya seribu rupiah per buah, sedangkan bajigur atau bandrek dua ribu rupiah per gelas besar. Hmm… rasa bajigurnya enak sekali. FYI, bajigur adalah minuman khas Bandung, terbuat dari campuran santan dan gula merah ditambah daun pandan. Rasanya yang manis lebih enak diminum dalam keadaan panas panas. Lebih enak lagi minum bajigur sambil ditemani makan jajanan tadi, seperti singkong, kacang rebus, dan lepet. Sedangkan bandrek adalah minuman hangat rasa jahe, terbuat dari air gula merah ditambah jahe dan ramuan lainnya. Bandrek lebih nikmat diminum pada hari dingin atau malam hari untuk menghangatkan badan.

Saya membeli dagangan aki Jupri cukup banyak dengan niat melariskan dagangannya. Ketimus, kacang rebus, singkong, lepet, dan segelas besar bajigur saya borong. Kalau pun tidak akan habis sendiri, pembantu di rumah bisa menghabiskan🙂.

Aki Jupri sedang mengambilkan segelas bajigur

Aki Jupri sedang mengambilkan segelas bajigur

Ini jajanan aki Jupri yang saya beli

Ini jajanan aki Jupri yang saya beli

Tahukah anda, pedagang bajigur seperti aki Jupri ini masih banyak berjualan di Bandung. Mereka umumnya sudah tua-tua seperti aki Jupri. Gerobak dorongnya sangat khas, ya seukuran seperti pada gambar di atas. Mereka berdagang pada pagi hari atau sore hingga malam hari. Meskipun saat ini jajanan modern dan serba instan menyerbu toko-toko dan warung-warung, namun penggemar jajanan tradisionil masih ada.

Saya bertanya kepada aki Jupri, berapa umurnya sekarang. Betapa kaget saya, aki Jupri umurnya ternyata sudah 81 tahun! Dia sudah mengalami tiga zaman, yaitu zaman Belanda, zaman Jepang, dan zaman kemerdekaan sekarang. Aki Jupri sudah berdagang bajigur selama 31 tahun, yaitu sejak tahun 1982. Semua dagangannya itu dikerjakannya sendiri, mulai dari membeli bahan di pasar, mengolahnya, merebusnya, hingga menjajakannya. Semua bahan yang dia olah adalah dari kualitas nomor satu. Gulanya dari gula kawung, singkongnya singkong madu, pisangnya juga dari pisang yang bagus. Meskipun begitu, dia tetap menjualnya murah, hanya seribu rupiah per butir.

Aki Jupri dengan latar belakang gerobaknya

Aki Jupri dengan latar belakang gerobaknya

Aki Jupri mempunyai banyak anak, cucunya saja sudah 17 orang. Salah seorang anak aki Jupri adalah lulusan ITB. Dengan anak-anak yang sudah mapan, sebenarnya aki Jupri bisa hidup tenang di rumah, sebab secara materi anak-anaknya sering mengirimkan uang. Kata aki, anak-anaknya sudah melarang aki untuk tidak berdagang lagi, kasihan, kata anak-anaknya, biar aki istirahat saja di rumah. Namun bagi aki Jupri, justru kalau duduk-duduk saja di rumah malah membuatnya sakit. Memang, orang kalau biasa bergerak lalu disuruh berhenti justru penyakit yang datang. Saya perhatikan badan aki Jupri terlihat sehat, mungkin hal ini karena efek berjalan kaki sambil mendorong gerobak yang dilakukannya setiap pagi. Memang yang terbaik buat aki adalah terus berjualan sampai dia sudah tidak mampu lagi berjalan.

Bagi aki Jupri, berjualan bajigur bukan lagi untuk mencari nafkah, tetapi untuk menjaga kondisi tubuhnya agar tetap sehat. Sekarang saya jadi pelanggan aki Jupri. Mudah-mudahan aki Jupri selalu diberi kesehatan oleh Allah YMK, agar saya tetap bisa membeli bajigurnya seringkali.

Pos ini dipublikasikan di Romantika kehidupan. Tandai permalink.

3 Balasan ke Bajigur dan Kacang Rebus Aki Jupri

  1. mama adi dan ian berkata:

    makanan spt ini yang saya kangeni Da… di Sby tidak ada.. padahal kesukaan saya.. hiks… Dulu sewaktu masih tinggal di Bdg.. seriiing banget beli.. kalau dulu langganan saya pakai pikulan… hmm… malem2 yg dingin nyruput bandrek plus lepet pisang.. mak nyus tenan😀

  2. keysha berkata:

    Di Malang, di Pasar Minggu Juga ada Pak, penjual kacang ting-ting yang sudah sepuh seperti beliau, saya selalu terharu melihat beliau berjualan, hanya sedikit orang yang mau membeli dagangan beliau karena kebanyakan orang sudah tidak meminati jajan tersebut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s