Bangsa yang Mengalami Krisis Kepercayaan

Negara dan bangsa ini sudah berkali-kali mengalami berbagai krisis. Beberapa waktu lalu kita mengalami krisis bawang putih dan bawang merah. Sebelumnya pernah pula mengalami krisis kedele, krisis cabe, krisis listrik, dan sebagainya.

Semua krisis yang disebutkan di atas adalah krisis ekonomi. Masalah ekonomi menyangkut hajat hidup orang, maka dampak krisis ekonomi menimbulkan efek domino ke mana-mana. Kalau sudah menyangkut urusan perut siapa orang yang bisa tahan lama-lama?

Namun, krisis ekonomi itu masih belum apa-apa dibandingkan krisis yang lebih parah, yaitu krisis kepercayaan (trust). Krisis kepercayaan itu tidak berbentuk, tetapi kalau kepercayaan saja sudah hilang, mau kemana lagi kita berharap?

Marilah saya ambil beberapa contoh saja. Pertama adalah hilangnya kepercayaan adalah terhadap hukum. Aparat hukum yang seharusnya menegakkan hukum malah terlibat hukum. Sudah berapa banyak oknum hakim, jaksa, polisi, dan pengacara, yang ditangkap karena memperjualbelikan hukum. Kasus suap yang melanda aparat penegak hukum telah memperburuk citra mereka dihadapan masyarakat. Orang jadi malas dan takut berhubungan dengan mereka, karena kalau sudah masuk ke dalamnya maka urusan tidak bisa lepas dari duit.

Terhadap wakil rakkyat di parlemen kita juga mengalami krisis kepercayaan. Wakil rakyat yang terhormat, yang digaji dengan uang dari rakyat, mereka malah memberikan contoh yang buruk. Bolos dalam sidang, menghambur-hamburkan uang negara untuk kunjungan ke luar negeri, terlibat skandal korupsi dan asusila, adalah contoh-contoh buruk anggota parlemen. Mereka yang seharusnya memperjuangkan nasib rakyat ternyata sibuk memperkaya diri sendiri.

Partai politik pun begitu. Partai nasionalis maupun partai berbasis agama sudah tidak ada bedanya. Hampir semua partai politik terlibat skandal korupsi. Slogan partai bersih tinggal semboyan belaka, masyarakat menjadi skeptis dengan partai politik. Rakyat merasa Parpol hanya membutuhkan suara mereka ketika Pemilu, sesudah itu mereka tidak dibutuhkan lagi.

Dalam bidang pendidikan kita juga mengalami krisis kepercayaan. Pendidik yang seharusnya menjadi contoh teladan malah dirusak oleh oknum mereka. Sudah banyak diberitakan kasus kecurangan sistemik dalam Ujian Nasional yang melibatkan oknum guru, kepala sekolah, dan pejabat Dinas Pendidikan. Nilai kejujuran yang ditanamkan sejak dini kepada anak didik menjadi hancur berantakan. Sudah banyak pula kasus oknum pendidik melakukan kekerasan kepada murid, baik kekerasan verbal maupun kekerasan fisik, bahkan berbuat asusila terhadap anak didik.

Terhadap Pemerintah kita juga kehilangan kepercayaan. Korupsi menjerat pejabat Pemerintah mulai dari level bawah hingga setingkat menteri (bahkan mungkin bisa mencapai level Wakil Presiden/Presiden). Itu baru kasus korupsi. Pemerintah sebagai pengayom masyarakat terlihat seperti melakukan pembiaran terhadap konflik kekerasan horizontal. Ketika terjadi konflik kekerasan negara seolah-olah tidak hadir.

Kalau mau disebutkan satu per satu masih banyak lagi kasus-kasus yang menebabkan hilangnya kepercayaan (trust) masyarakat. Multidimensi. Semua krisis bermula dari mental manusianya. Mental manusianya buruk, maka buruklah sistem yang menauinginya. Butuh satu generasi untuk memulihkan kepercayaan itu. Generasi yang akan datang harus belajar dari kesalahan manusia di masa lalu.

Kalau dipikirkan lebih dalam hilangnya kepercayaan yang multidimensi itu membuat orang menjadi skeptis terhadap apapun. Rasa skeptis membuat orang-orang akhirnya lebih memikirkan dirinya sendiri dan keluarganya ketimbang memikirkan orang lain. Orang hidup nafsi-nafsi, urusan lu urusan lu, urusan gue urusan gue. Buruk akibatnya, bukan?

Untunglah masih ada harapan. Masih banyak orang-orang yang peduli terhadap bangsa ini. Sesungguhnya orang yang bermental baik masih lebih banyak daripada yang bermental buruk. Mereka-mereka inilah yang diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk membuat bangsa dan negara ini menjadi lebih baik.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke Bangsa yang Mengalami Krisis Kepercayaan

  1. Sudrajat Martadinata berkata:

    Saya mhnkan data pribadi pemilik blog ini. Saya sangat tertarik dengan isinya. Saya ingin diskusi lebih banyak. Terima kasih, semoga berkenan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s