Foto Mahasiswa TH (Sekarang ITB) Tahun 1923, Ada Soekarno

Dari album lama yang saya pindai, di bawah ini adalah foto mahasiswa TH-Technische Hoogeschool (sekarang ITB) tahun 1923.

Mhs TH 1923

Baris belakang dari kiri ke kanan: Anwari, Soetedjo (Guru Besar ITB), Soetojo, SOEKARNO (Presiden pertama RI), Soemani, Soetono, Koesoemoningrat, Djokoasmo, Marsito.
Duduk: Soetono, Hoediono, Katamso

Semuanya orang Jawa/Sunda keturunan ningrat (hanya orang keturunan bangsawan yang bisa masuk sekolah Belanda pada zaman itu), semuanya berfoto pakai pakaian jarik.

Soetedjo melanjutkan karir di bidang pendidikan sehingga kelak menjadi Guru Besar ITB, sedangkan Soekarno (yang nilainya kurang bagus) terjun ke ranah politik. Yang lain-lain entahlah, mungkin menjadi pegawai Pemerintah atau perusahaan terkemuka di dalam maupun di luar negeri.

Pos ini dipublikasikan di Seputar ITB. Tandai permalink.

8 Balasan ke Foto Mahasiswa TH (Sekarang ITB) Tahun 1923, Ada Soekarno

  1. Zalfany berkata:

    Kenapa nama2nya (hampir) semua ber-“bau” Jawa ya Pak Rin?🙂

    • rinaldimunir berkata:

      Memang sejarahnya begitu, tahun 20-an TH baru dikenal oleh orang Jawa/Sunda. Semua orang dalam foto di atas adalah kaum pribumi, sebab mahasiswa TH ada juga orang Belanda atau Indo-Belanda.

  2. indri berkata:

    makasih atas post foto ini pak, kepake bgt buat kerjaan saya, salam.

  3. cucuganesha berkata:

    Pak, ada dua nama Soetono di sana… padahal salah satunya adalah Soetoto… bisakah minta tolong mencarikan informasi mana yg soetono mana yg soetoto? sayangnya tidak ada lagi saksi hidup yg mengenali mereka… saya sedang menyusun daftar nama alumni TH di wikipedia, mungkin bpk mau ikut berkontribusi?

    Salam
    cucuganesha

    • rinaldimunir berkata:

      Di buku yang saya pindai memang ada dua nama Soetono di sana. Saya juga tidak punya informasi apakah salah satunya Soetoto. Cucu Ganesha boleh datang ke kantor saya untuk melihat buku tersebut.

  4. cucuganesha berkata:

    bapak melihat dari buku yg punya Prof Goenarso, atau yg Adjat Sakri? masalahnya kedua buku itu saling berkaitan (dan keduanya salah ketik), perlu fatwa dari sepuh yg tersisa di ITB untuk menjelaskannya… oh ya ada satu buku lagi yg mencantumkan foto itu… klu tdk salah “dibawah bendera revolusi”

  5. cucuganesha berkata:

    Ya, saya tau buku yg anda maksud… Adjat Sakri (1979:20), atau Goenarso (1995:38) – keduanya diterbitkan ITB… lengkap cacat putih segitiga di sebelah kanan Soekarno…
    Ini salah satu “cacat sejarah” yg saya temukan… Buku yg satu merefer ke buku yg lebih tua tanpa mengkonfirmasi kesalahan ketik, sehingga ketika buku yg dijadikan acuan pertama salah, maka yg berikutnya pun ikut salah…

    Saya menemukan beberapa “salah ketik” di 2 buku yg saya sebut diatas:
    1. disebutkan Mahasiswa TH tahun 1923… sudah betul sih, karena tdk dituliskan “Mahasiswa TH angkatan 1923”, namun akan lebih tepat disebutkan “Foto Mahasiswa TH yang diambil pada tahun 1923” untuk memastikan waktunya & pembaca tdk salah kaprah dengan “angkatan”;
    2. pada periode itu ada mahasiswa pribumi yg bernama Soetono dan Soetoto, Soetoto berhasil menyelesaikan studinya menjadi Ir., sedangkan Soetono kurang beruntung, ia kemudian memilih mengikuti kursus Ijker 1926. SAYANGNYA, saya sampai saat ini belum dapat memastikan/mengkonfirmasikan mana Soetono, mana Soetoto di dalam gambar tersebut. Harapan saya gambar tersebut terlihat oleh salah satu sanak keluarganya atau para sepuh ITB yang bisa memastikan kedua nama tersebut sehingga “salah ketik” sejarah itu bisa diluruskan.
    3. Nama Hoediono — tidak pernah ada di TH, yg ada adalah Hoedioro Sontoyudo.

    Sekedar menambahkan informasi, baris belakang dari kiri ke kanan: Anwari (TH 1922; Ir. 1926), Soetedjo (Guru Besar ITB-TH 1921; Ir. 1926), Soetojo (TH 1921; kursus Ijker 1926), SOEKARNO (Presiden pertama RI-TH 1921, masuk kembali 1922; Ir. 1926), Soemani (TH 1922; Ir. 1928), Soetono (TH 1922; kursus Ijker 1926), Koesoemaningrat (TH 1922; Ir. 1927), Djokoasmo (TH 1921; hanya lulus tingkat II 1924, setelah itu DO), Marsito (TH 1922; Ir. 1927).
    Duduk: Soetono/Soetoto? (TH 1922; Ir. 1927), Hoediono – yg benar adalah Hoedioro (TH 1921; Ir. 1927), Katamso (TH 1920; hanya lulus tingkat I 1922, setelah itu DO).

    Dari 12 mahasiswa pribumi di foto tersebut – lebih tepat Jawa – delapan orang kemudian lulus sebagai civiel ingenieur, dua orang DO, dua orang lainnya kemudian mengikuti kursus Ijker (juru tera) – kursus yang dibuka juga di kampus Ganesha bersama kursus lainnya (kursus peniup gelas; kursus pembuat instrumen; kursus akta mengajar fisika & matematika untuk guru sekolah menengah). Mengapa saya sebut mahasiswa Jawa, karena pada saat yg sama sesungguhnya ada juga mahasiswa non Jawa yaitu dari Maluku & Minahasa – J.A.H. Ondang, H. Laoh, & L.N. Palar.

    Kelihatannya anda punya hobi sejarah ke-ITB-an nih, sama seperti saya…. kebetulan saya sedang menyusun artikel di wikipedia tentang sejarah TH-BKD-ITSR-STTB-FTWUvIB-FTUIB-ITB. Kalau berminat ikut berkontribusi dipersilahkan…

    Salam
    cucuganesha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s