Portal Berita di Internet Tidak Aman Buat Anak-Anak

Membaca berita-berita terkini dari situs berita di Internet sudah menjadi kebutuhan orang-orang kelas menengah saat ini. Apa yang terjadi di belahan dunia sana dengan cepat dapat diketahui oleh semua orang di dunia ini. Peristiwa bom maraton di kota Boston baru-baru ini misalnya, beberapa menit kemudian kita sudah tahu beritanya. Kemudahan mengakses internet lewat gadget seperti ponsel, smart phone, dan komputer tablet membuat penyebaran berita menjadi sangat masif dan cepat.

Di Indonesia portal berita yang paling banyak pengunjungnya adalah Detik.com lalu disusul Kompas.com. Beberapa portal berita lainnya yang juga banyak pengunjung adalah Vivanews.com, Okezone.com, Republika.co.id, Tempo.co, dan Inilah.com. Situs Detik.com adalah pionir portal berita, setiap kali orang mengakses internet dan ingin mengetahui berita terbaru maka orang biasanya membuka laman Detik. Karena juara dalam perolehan hit pengunjung, maka situs Detik kebanjiran iklan. Kadangkala iklan itu sangat mengganggu sebab menutupi artikel yang akan kita baca. Tapi ya mau bagaimana lagi, media hanya bisa hidup dari iklan-iklan.

Saat ini portal berita tidak hanya menyajikan berita hard news saja, tetapi sudah menjelma menjadi portal gaya hidup yang sangat lengkap, yang memuat berbagai artikel seperti kesehatan, olahraga, fashion, film, feature, blog, travelling, dan … informasi seksual. Yang saya sebutkan terakhir adalah trik portal berita untuk menjaring pengunjung sebanyak-banyaknya. Informasi tentang se*sual pasti menimbulkan rasa penasaran dan ingin tahu manusia normal, maka artikel tentang se*s itu pasti banyak pengunjungnya.

Portal berita seperti Detik.com, Okezone.com, Kompas.com, dan Inilah.com adalah empat portal yang sangat gamblang menyajikan artikel tentang se*s dengan judul-judul yang “provokatif” sehingga menggoda pengunjung untuk membukanya. Artikel seputar hubungan suami istri dan seputar alat kelam*n (maaf) adalah yang paling sering dimuat secara rinci lengkap dengan visualisasinya yang asosiatif. Artikel tersebut juga dipromosikan melalui laman utama portal. Meski berdalih sebagai informasi edukasi se*s, tetapi sukar untuk menyatakan bahwa artikel yang mereka tulis itu mengarah ke muatan pornografi, dan menurut saya dapat melanggar UU Pornografi dan UU ITE. Tetapi, siapa yang peduli dengan hal ini? Who care?

Masalahnya begini, portal berita di Internet tidak hanya bisa diakses dari komputer meja atau komputer jinjing, tetapi juga dapat diakses oleh siapa saja yang memiliki ponsel, termasuk oleh anak-anak sekolah. Anak-anak sekolah dari SD hingga SMA saat ini sudah umum memiliki ponsel sendiri. Orangtua zaman sekarang “memanjakan” anak-anak mereka dengan membelikan ponsel yang bisa Internet, padahal sadar atau tidak ponsel atau gadget canggih itu adalah sarana penyebaran konten pornografi yang dahsyat. Siapa yang bisa menjamin anak-anak itu tidak mengakses konten orang dewasa dari Internet melalui ponsel mereka? Mereka mungkin mencuri-curi waktu dan kesempatan dari perhatian guru atau orang tua untuk membaca konten orang dewasa dari ponsel mereka, termasuk membaca artikel se*ual dari portal berita yang saya sebutkan di atas.

Saya pribadi sering jengah ketika membaca judul-judul artikel se*sual yang muncul di halaman utama Detik.com. Ketika menelusuri berita dari atas ke bawah, kiri ke samping, eh ada artikel tentang hubungan suami istri yang judulya asosiatif. Jujur saja kadang-kadang saya membacanya, namun setelah membacanya saya merasa malu sendiri dan merasa jengah, kok tulisan semacam itu berseliweran dengan bebas di sebuah portal yang menamakan dirinya portal berita? Kalau dibaca oleh anak-anak, misalnya anak saya sendiri, bagaimana? Dimana tanggungjawab pengelola portal itu terhadap anak-anak?

Pornografi atau materi konten dewasa seperti di portal-portal berita itu memang sukar dibendung dari Internet. Semakin disensor situsnya malah semakin banyak saja jelamaannya yang muncul. Sulit kita mencegahnya karena dunia maya itu memang dunia bebas yang tidak berbatas dan tidak punya aturan. Sekarang bergantung pada diri kita masing-masing, khususnya orangtua dalam mengawasi dan mendidik anak-anaknya agar anak-anak kita tidak cepat dewasa sebelum waktunya.

Menurut penilaian saya hanya portal berita Republika.co.id yang aman untuk dibaca anak-anak, kalau Tempo.co.id agak amanlah (kadang-kadang ada juga berita yang menjurus “ke situ”). Kepada pengelola portal berita di Indonesia, saya hanya berpesan kepada anda, apakah anda mempunyai kepedulian terhadap anak-anak? Apakah anda sadar bahwa informsi se*sual yang anda tulis dapat berpengaruh tidak baik bagi ana-anak yang suka mengakses Internet? Mengapa anda tidak berubah saja menjadi portal esek-esek daripada berlindung sebagai portal berita?

Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku, Pendidikan. Tandai permalink.

2 Balasan ke Portal Berita di Internet Tidak Aman Buat Anak-Anak

  1. Hon Book Store berkata:

    Salam kenal!!
    Info postingan yang sangat bagus bagi orang tua yang memiliki anak di rumah.

    Sebagai penunjang, kami juga menyediakan buku berjuduil “Awas!! Internet Jahat Mengintai Anak Anda”m dapatkan bukunya hanya di : honbookstore.com

    Silahkan kunjungi dan pilih2 buku berkualitas lainnya di : honbookstore.com
    Dapatkan diskon gede2an hingga 15%.😀

    Jangan lupa silahkan tinggalkan jejak alias komen di : Hon Book Store🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s