Lampu Merah Paling Lama di Bandung

Dulu saya kira traffic light di perempatan Jalan Diponegoro -Jalan Dago-Jalan Sulanjana yang lampu merahnya paling lama di kota Bandung, eh ternyata ada lagi yang lebih lama. Di perempatan Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Kiaracondong (dekat kantor Samsat) tenyata lebih “gila” lagi lamanya.

Lampu merah di perempatan Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Kiaracondong

Lampu merah di perempatan Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Kiaracondong

Di perempatan ini hanya dipasang dua buah counter hitung mundur waktu nyala lampu merah, yang pertama dari arah barat Soekarno-Hatta dan yang satu lagi dari arah Terusan Kiaracondong. Nah, yang paling lama itu adalah dari arah Terusan Kiaracondong itu.

Saya iseng-iseng mengamati waktu hitung mundur itu. Pencacah waktu hitung mundur hanya dapat memperagakan tiga angka saja dan angka pertama hanya bisa angka 1. Jadi, angka tertinggi yang dapat diperagakannya adalah 199. Ketika lampu merah mulai menyala pencacah waktu menunjukkan angka 199. Bilangan di pencacah terus berkurang satu demi satu secara mundur: 199, 198, 197, …100. Anehnya, setelah mencapai angka 100, pencacah itu reset kembali menjadi 199. Wah, orang yang belum tahu tentang pencacah di Terusan Kiaracondong itu mungkin kaget atau kecele, sebab dikiranya terus mundur hingga menuju 0, tetapi mulai kembali dari angka 199. Jadi, setelah mencapai angka 100, pencacah memulai kembali hitung mundur dari 199 yaitu: 199, 198, 197, 196, … 100. Saya kira ketika mencapai 100 ia kembali reset menjadi 199, tetapi “untunglah tidak”, hitung mundurnya dilanjutkan menjadi 99, 98, 97, …, 4, 3, 2, 1, 0.

Jadi, pola hitung mundurnya adalah sebagai berikut: 199, 198, 197, …, 100, 199, 198, 197, …, 100, 99, 98, …, 3, 2, 1, 0. Dengan demikian, total waktu menunggu lampu merah dari arah Terusan Kiaracondong adalah 100 + 199 = 299 detik atau selama 5 menit kurang 1 detik! Wah, lama sekali, dan bikin rasa kesal menunggu. Namun dalam arah yang lain tidak selama itu.

Terlepas dari pengaturan lampu lintas berdasarkan volume kendaraan, menurut saya pencacah waktu hitung mundur itu memiliki kesalahan desain, yaitu tidak memperhitungkan kondisi menunggu lebih dari 199 detik. Jadi, kalau waktu nyala lampu merah lebih dari 199 detik, pencacah itu akan mereset waktu lebih dari satu kali seperti kasus di atas. Coba anda hitung, jika waktu tunggunya selama 7 menit, berapa kali alat itu melakukan reset ke 199?

Pos ini dipublikasikan di Seputar Bandung. Tandai permalink.

5 Balasan ke Lampu Merah Paling Lama di Bandung

  1. Albadr Nasution berkata:

    Di jalan depannya gerbang tol pasir koja kalau nggak salah, saya pernah lihat angkanya naik pak. Jadi kalau biasanya 100, 99, 98, … ini malah 100, 101, 102. Bukan countdown, countup gitu. Setelah naik ke angka tertentu baru turun lagi hingga nol.
    Kaget juga saya lihatnya… Mungkin aja saya salah lihat…

    Disitu memang perempatan ramai dan tempat ngetem bus. Kalau lampu hijau, busnya bukan jalan cepat-cepat, tapi tepat saja merayap. Sengaja masih nunggu penumpang sepertinya. Soalnya, kalau sudah masuk tol tidak ada kesempatan lagi.

  2. Awal tahun 90an, Bandung merupakan tempat paling nyaman baik buat liburan terlebih lagi buat kuliah..terutama jika tggl di kawasan Dago..dari pagi hingga pagi berikutx cuaca enaak banget..setelah 20 tahun sy menginjakkan kaki lagi di sana, oh…minta ampun,udah mulai panas, macet dimana2 ahhh…klo begini sama aja di Makassar…kuliah di UNHAS aja dah…

  3. Krisna berkata:

    Reblogged this on Krisna's Blog.

  4. Irfansyah berkata:

    Di perempatan sukajadi-surapati (pasteur) yang dari arah Istana Plaza ke Sukajadi, counternya hanya 2 digit, dan total waktu hijaunya 109 detik. Masalahnya, pas baru berubah dari merah ke hijau, angka yang tertulis cuma 09, akibatnya ya pengendara yg ga tau langsung klakson2 & ngebut2 karena angkanya yg dikit banget…

    Baru pas habis 00 jadi 99 lagi mereka nyadar lampu mereka justru yg paling lama di perempatan itu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s