Tips Ketika akan Mengambil Program S3

Beberapa kali saya mewawancarai calon mahasiswa program S3 (program Doktor) di ITB, beberapa kali itu pula saya menemukan bahwa banyak calon mahasiswa S3 yang tidak siap dengan judul penelitian yang akan menjadi riset disertasinya nanti. Ada yang masih mencari-cari judul atau masih meraba-raba, dan ada yang sudah punya judul tapi masih belum yakin. Dalam pandangan saya calon mahasiswa S3 seperti itu sebenarnya belum siap, tetapi mememaksakan diri ikut.

Kalau anda belum punya topik penelitian yang pasti namun anda dinyatakan diterima menjadi mahasiswa S3, maka saya yakin akan banyak waktu terbuang untuk mencari judul penelitian. Selama setahun menjelang ujian kualifikasi, anda masih berkutat membaca banyak paper sampai menemukan judul yang mantap. Sayang toh, sebab masa studi S3 itu hanya 3 tahun, jika waktu setahun habis untuk mencari judul penelitian, maka waktu yang tersisa untuk menyelesaikan penelitian tinggal dua tahun. Kalau mau berlama-lama S3 memang masih boleh maksimal 5 tahun (di ITB), tetapi anda tentu mengeluarkan tenaga, waktu, dan uang yang lebih besar lagi. Kebanyakan biaya S3 adalah dari jalur beasiswa, dan beasiswa hanya diberikan selama 3 tahun sesuai masa studi S3. Jika anda S3 selama lima tahun, maka dua tahun selanjutnya anda harus membiayai sendiri, syukur-syukur kalau beasiswa bisa diperpanjang.

Saya sendiri ketika mengambil S3 di ITB mengalami hal di atas. Ketika melamar S3 saya belum mantap dengan judul penelitian yang akan saya lakukan. Selama setahun saya masih mencari-cari judul yang pasti, rugi waktu selama setahun, dan akhirnya saya tidak bisa menyelesaikan S3 tepat waktu. Nah, saya tidak ingin pengalaman saya terulang kembali pada calon mahasiswa S3, maka saya berbagi dua tips ini.

Tips pertama, kalau anda mau mengambil S3 sebaiknya anda sudah mempunyai judul penelitian yang sudah jelas. Jangan datang melamar S3 dengan “tangan kosong atau berharap judul penelitian dari dosen anda. Anda seharusnya sudah menyiapkan apa yang menjadi research question anda, sehingga ketika seleksi wawancara anda dapat menjawab dengan mantap apa yang menjadi persoalan yang akan anda teliti. Ini penting sebab pada seleksi S3 anda diminta mempresentasikan rencana penelitian andan, nah pada sesi presentasi itu pertanyaan yang selalu ditanyakan penguji kepada anda adalah salah satu dari dua hal berikut:
a. Apa yang menjadi research question anda?
b. Kontribusi baru apa atau kebaruan apa yang akan anda hasilkan dari penelitian anda?

Research question itu sangat penting, dan kebanyakan calon mahasiswa S3 yang saya wawancara tidak dapat mendeksripsikan apa masalah penelitian yang dia angkat. Kurang meyakinkan dan sering bingung sendiri, padahal presentasinya demikian semangat menceritakan topik penelitian yang akan dia kerjakan.

Tips kedua, sebaiknya anda sudah melakukan studi dan riset mandiri selama setahun sebelum anda melamar S3. Penelitian selama setahun itu sudah memberikan hasil-hasil pendahuluan (preliminary results) yang menjadi “modal” untuk dikerjakan pada tahap selanjutnya. Jadi, ketika anda sudah diterima menjadi mahasiswa S3, anda tinggal melanjutkan saja riset pendahuluan tadi. Ini dapat membuat penelitian anda menjadi lebih fokus dan dapat mempercepat waktu studi S3 anda. Hasil riset pendahuluan juga bermanfaat untuk meyakinkan anda bahwa riset yang anda kerjakan sudah menampakkan arah yang jelas.

Mudah-mudahan dua buah tips di atas berguna bagi anda yang akan menempuh S3, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

31 Balasan ke Tips Ketika akan Mengambil Program S3

  1. Argun berkata:

    terima kasih Pak Dosen..saya ex alumni Sadang Serang 26..insya Allah bermanfaat

  2. Döel Hanan berkata:

    salam kenal,
    sy alumni s2 itb (sappk) baru diwisuda april 2014…saya mau nanya pak..bagaimana jika preliminary result yang diperoleh merupakan hasil tesis s2 kita?apa boleh digunakan untuk menyusun proposal s3?
    terima kasih

  3. marsya berkata:

    klo boleh tau research question itu apa yah pak??

  4. Rudijawa berkata:

    mau tanya pak,
    kalau s2 dari informatika/ilmu komputer swasta akreditasi C tapi penelitiannya sudah ready boleh s3 di ITB ga pak?

  5. Agung Soetopo berkata:

    mau tanya pak, saya ambil s2 sudah cukup lama tahun 1997 bidang transportasi (t sipil), saya ingin melanjutkan ke S3 sekarang….di itb yang sesua dengan materi yang ingin saya lakukan penelitian ada transportasi di sappk…apa ini bisa dikatakan sebidang keilimuan karena tidak di t sipil lagi…tks

  6. ahmad sugiyanto berkata:

    Izin brtnya.. pa rinaldi
    Bagamn adakah perbedaan mendasar Standard kualifikasi proposal riset antra s2 dgn s3 ?
    Jika realitanya mngikuti perkembangan teknologi kekinian dg obeyek yg sm dg model Yg berbda Dr peneltian s2, apakh dibolehkan?
    Dozen promotor apakah Bisa ditemui langsung?
    Terimakasih

    • rinaldimunir berkata:

      Jelas berbeda pak. Riset S2 adalah pengembangan metode yang sudah ada, sedangkan riset S3 adalah menemukan metode/ilmu baru. Baca tulisan saya ini pak: https://rinaldimunir.wordpress.com/2013/04/24/perbedaan-s1-s2-dan-s3/#comment-21459.

      Tanya: Jika realitanya mngikuti perkembangan teknologi kekinian dg obeyek yg sm dg model Yg berbda Dr peneltian S2, apakah dibolehkan?
      Jawab: Bisa saja pak, yang penting ada kontribusi baru yang dihasilkan dari riset tersebut.

      Tanya: Dozen promotor apakah Bisa ditemui langsung?
      Jawab: memang sebaiknya komunikasi dengan calon promotor, mungkn bisa janjian via email, dan lebih baik ketemu langsung. Di ITB syarat untuk mendaftar S3 adalah sudah punya calon promotor.

  7. raihan berkata:

    permisi..mau bertanya pak..
    saya S1 T.Informatika, S2. Elektro-Telekomunikasi (Peminatan Network Engineering)..
    apakah bisa lanjut S3 di STEI ITB, bidang yang menjadi peminatan saya kriptografi dan coding theory..
    mhn penjelasannya pak..terima kasih

  8. afni zulkifli berkata:

    Terimakasih sekali infonya. Sangat bermanfaat sekali buat saya

  9. afni zulkifli berkata:

    Sekalian saya mau nanya Pak. S1 saya Administrasi Negara, S2 Ilmu Pemerintahan. Karena saya seorang jurnalis, penelitian saya tak jauh-jauh dari media massa dalam tataran bernegara. Rencananya saya mau ambil S3 Ilmu administrasi/ Ilmu pemerintahan. Inginnya masih melanjutkan penelitian tentang media massa dalam konsep negara. Hanya saja saya kurang percaya diri, karena pernah ada dosen saya (Prof) nyeletuk saat ujian tesis: kamu ini cocoknya ambil ilmu komunikasi…..menurut Pak dosen bagaimana? Terimakasih.

    • rinaldimunir berkata:

      Bapak perlu mendengar second opinion dari Profesor kedua🙂

      Menurut saya bapak terus saja, karena pilihlah bidang studi S3 dan riset disertasi yang sesuai dengan passion kita, karena kita yang lebih tahu di mana minat kita.

  10. mohamad sobirin berkata:

    salam sejahtera buat bapak,,yang budiman,,,mhn saranya,,saya sudah lulus s2 manajemen proyek di universitas tama jagakarsa Jakarta,,,kampus klasifikasi C,,apakah saya bisa kuliah di ITB.
    mohon saran nya, Tesis saya berjudul ‘PENGARUH MANPOWER, MATERIAL DAN METODE KERJA TERHADAP MUTU SUATU BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT DI JAKARTA,
    Apakah tesis saya dapat di lanjutkan di S3 ?
    terima kasih

  11. Dhea berkata:

    Selamat malam, saya ingin bertanya… Apabila seseorang telah menyelesaikan masa teori (pada saat studi doktoral) di Universitas A, namun dikarenakan sesuatu hal tidak bisa melanjutkan hingga disertasi di selesai di universitas tersebut (dan harus mengundurkan diri–karena rentang waktu telah habis) , apakah memungkinkan apabila ia melanjutkan untuk disertasinya saja di Univ. B, misalnya (dengan kasus bahwa ke2 univ tsb merupakan Univ. Negeri di Indonesia)? Apakah transfer transcript dapat berlaku?
    Mohon maaf apabila pertanyaan kurang berhubungan dengan topik blog post, saya hanya ingin tahu saja, apakah dengan sepengetahuan Bapak sudah pernah ada kasus seperti ini sebelumnya.?Terimakasih.

    • rinaldimunir berkata:

      Disertasi yang belum selesai di Universitas A dapat saja dilanjutkan di Universitas B apabila disetujui oleh promotor baru dan lolos seleksi masuk program S3 di universitas B.
      Apakah harus memkulai lagi dari awal semua perkuliahan di universitas B atau alih transkrip (SKS) bergantung pada aturan di perguruan tinggi B.

  12. dani berkata:

    Assalamu’alaikum,
    barakallahu fiik Pak, semoga selalu dalam keadaan berkah. Artikel Bapak sangat bermanfaat. Saya punya pertanyaan yang semoga bapak bisa menjawabnya, Saya Sarjana pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, selepas kuliah tsb saya lanjut program persiapan bahasa Arab 2,5 tahun di PTS. Sangat ingin melanjutkan pendidikan s2 dengan menggunakan wasilah LPDP. Jurusan yang saya ingin ambil, Pendidikan Pengajaran Bahasa Arab untuk Orang Asing (semacam TESOL untuk bahasa Arab). Apakah ini bisa saya lakukan pak dan diterima oleh pihak LPDP? ilmu pendidikan saya dapat pada strata 1 saya, dan bahsa Arab saya dapat dalam kuliah persiapan saya. Mohon bantuan Bapak, semoga Allah memudahkan Bapak dalam setiap aktivitasnya.

  13. imanlukmanulhakim berkata:

    Menarik dan inspiratif..
    jadi ingin S3 meski hanya pedagang biasa.

  14. Budiyono berkata:

    Pak Rinaldi,
    Saya sdh daftar S3 di TMI ITB gel. 2, 2016 ini, namun saat akan seleksi diminta utk ditunda sd thn 2017, karena usulan proposal saya blm ada promotor nya….
    Utk itu mohon bantuannya pak… bagaimana cara mendapatkan promotor hingga dapat persetujuan dari usulan proposal penelitian yg diajukan.
    Trima kasih, salam.

    • rinaldimunir berkata:

      Aturan baru sejak tahun lalu, setiap calon mahasiswa S3 wajib sudah mempunyai calon promotor. Cara mendapatkan promotor adalah dengan kontak langsung ke promotor tersebut (bertemu langsung, via email, dll).

  15. Assalamu alaykum pak…
    Saya rencana ingin melanjutkan kuliah s3, tapi sampai sekarang saya belum tau topik yang akan saya jadikan riset pak.
    S1 dan S2 saya lebih ke material struktur jalan, sedangkan saya ingin beralih ke sistem transportasi sehingga road map saya dimulai dari nol…
    apa yang sebaiknya saya lakukan pak, mohon bantunnya

    terima kasih

    • rinaldimunir berkata:

      Sebaiknya topik S3 masih nyambung dengan S1/S2 karena ada passion. Jika mengambil topik yang berbeda jauh, perlu belajar banyak lagi. Jika anda mampu, silakan saja, dan mulailah banyak membaca paper tentang transportasi untuk menemukan topik penelitian.

  16. Pak, saya mengambil s1 pendidikan ekonomi.. s2 nya ambil ilmu ekonomi sama s3 ilmu ekonomi juga bisa jd proffesor pak?

  17. mrpasolo berkata:

    Iya pak benar. Terkadang, pendidikan doktoral ini yang menjadi faktor pendorong bukan karena ingin mengembangkan ilmu atau menemukan metode atau ilmu baru dalam bidang yang digeluti. Tetapi lebih karena dorongan instansi atau lembaga apalagi jika instansi pendidikan. Tenaga pengajar didorong untuk menempuh pendidikan doktoral, demi kebutuhan instansi. Saya seringkali di dorong dengan kalimat, “mumpung masih muda, cepatlah sekolah lagi. Kalau sudah tua. Susah, sekolah lagi.” Disisi lain saya merasa setelah lulus s2 saja saya merasa penelitian saya (tesis) masih jauh dari ideal, bahkan tidak puas dengan hasilnya.

    Gimana tanggapan bapak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s