Membuat Soal Ujian Tak Semudah Memeriksanya

Minggu depan mahasiswa ITB memasuki pekan Ujian Akhir Semester (UAS). Itu artinya saya dan semua dosen lain harus bersiap-siap membuat soal ujian. Setiap kali akan ada ujian (UTS atau UAS), saya mengalokasikan waktu yang cukup lama untuk membuat soal. Jangan dikira membuat soal ujian itu satu jam sudah selesai, pengalaman saya membuat soal ujian bisa seharian bahkan lebih.

Membuat soal ujian yang berkualitas itu tidak mudah lho. Saya kurang suka membuat soal ujian yang sifatnya hafalan, misalnya soal tentang menjelaskan definisi sesuatu seperti: apa yang dimaksud dengan anu, jelaskan definisi anu, dan sebagainya. Soal semacam itu sama sekali tidak menguji kemampuan kognitif mahasiswa. Definisi, konsep, dan teori sudah terdapat di dalam buku, mengapa harus ditanyakan lagi dalam ujian? Memang hafalan juga penting, tetapi tidak perlu menjadi soal ujian, cukup ditanyakan di dalam kelas kuliah saja dengan memilih mahasiswa secara acak untuk menguji pemahamannya tentang materi kuliah yang sudah lalu. Saya menilai dosen yang membuat soal ujian hafalan semacam itu hanya ingin praktis saja, mungkin karena ia sibuk dan tidak punya waktu maka akhirnya buat soal yang “menjelaskan”, “apa yang dimaksud”, dan yang semacam itu.

Mata kuliah yang saya ampu seluruhnya berorientasi problem solving, maka soal ujian yang saya buat adalah yang mengerahkan kemampuan analisis mahasiswa dalam menjawabnya. Semua definisi, konsep, dan teori sudah terdapat di dalam bahan ajar, ujian berisi soal yang mengaplikan semua konsep di atas dalam bentuk persoalan yang harus dicari solusinya.

Beberapa hari sebelum ujian saya sudah sibuk browsing Internet untuk mencari referensi soal-soal ujian. Soal-soal ujian dari kampus perguruan tinggi ternama di luar negeri seperti dari MIT, Standford University, dan lain-lain sering saya jadikan referensi. Saya ingin soal ujian yang saya buat setara dengan soal ujian dari kampus-kampus terkemuka itu. Saya ingin kemampuan mahasiswa saya juga tidak kalah dengan kemampuan mahasiswa perguruan tinggi yang prestisius itu.

Jangan khawatir, tidak semua soal ujian yang saya buat sulit-sulit kok (sebenarnya soal ujian itu mudah, yang sulit itu jawabannya he..h..he), satu dua soal pasti ada yang sedang dan mudah. Yach, minimal jika tidak mampu menyelesaikan soal yang sulit, soal yang relatif sedang atau realtif mudah lumayan untuk “membantu” mahasiswa mendapatkan skor supaya nilainya tidak hancur-hancur amat.

Setelah ujian selesai, maka memeriksa lembar jawaban mahasiswa membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun karena saya sudah menyiapkan standard jawabannya maka memeriksanya tidak terlalu sukar, hanya butuh kesabaran dan konsistensi saja dalam memeriksanya. Dengan jumlah mahasiswa sebanyak seratusan dan soal ujian lima atau enam buah, maka waktu yang dibutuhkan bisa berhari-hari dan terputus-putus karena diselingi pekerjaan yang lain.

Selamat ujian dan semoga anda sukses.

Pos ini dipublikasikan di Pendidikan, Seputar Informatika. Tandai permalink.

2 Balasan ke Membuat Soal Ujian Tak Semudah Memeriksanya

  1. otidh berkata:

    Maaf pak, koreksi sedikit. Bukan Standford, tapi Stanford.😀

  2. febrish berkata:

    ijin share ya Pak…
    makasih… dan
    salam kenal dari Palembang…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s