eKTP yang Tidak Boleh Difotokopi

Aneh-aneh saja Kemendagri ini, eKTP tidak boleh difotokopi sebab dapat merusak chip di dalamnya. Kalau pun difotokopi hanya boleh sekali saja, lalu kalau memerlukan fotokopi lagi cukup memfotokopi hasil fotokopi yang pertama tadi. Baca ini: Ingat, e-KTP Hanya Bisa Sekali Difotokopi dan Fisik KTP Elektronik Jangan Difotokopi, Cip Bisa Rusak. Ini dia surat edaran Mendagri tentang larangan fotocopi eKTP itu. Selain tidak boleh difotokopi, eKTP juga tidak boleh dihekter, hi..hi..hi.

eKTP tidak boleh dihekter, oke ini bisa dimengerti. Saya kira hanya orang bodoh saja yang meng-hekter eKTP. Saya belum pernah mendengar ada orang yang menghekter kartu kredit atau kartu ATM. Namun kalau chip di dalam eKTP rusak karena difotokopi saya baru kali ini mendengarnya. Saya sudah kurang paham tentang fisika, pertanyaan saya adalah apakah intensitas cahaya dari mesin fotokopi dapat merusak chip di dalam kartu? Atau, apakah panas yang dihasilkan cahaya dari mesin fotokopi sedemikian tinggi sehingga bisa merusak fungsi chip? Sebegitu burukkah kualitas chip di dalam eKTP tersebut? Pengalaman orang yang memfotokopi kartu kredit (yang juga ada chip di dalamnya) menyatakan bahwa kartu kredit tidak masalah bila difotokopi. Kartu mahasiswa (KTM) pun sekarang sudah elektronik (eKTM) dan tidak ada laporan rusak meskipun berkali-kali difotokopi.

Saya membayangkan betapa ribetnya eKTP ini jika tidak boleh difotokopi. Coba hitung berapa banyak kebutuhan administrasi yang memerlukan fotokopi KTP. Melamar pekerjaan, membuka akun tabungan, membuat SIM atau STNK, meminjam uang dari lembaga perbankan, beli obat di rumah sakit Pemerintah, bahkan membeli tiket pun memerlukan fotokopi KTP. Nah, jika eKTP tidak boleh difotokopi kebayang kan betapa repotnya. Kalaupun memfotokopi master fotocopi yang pertama, tidak setiap orang ingat untuk selalu membawa master fotokopi eKTP di dalam dompetnya.

Sebenarnya salah satu manfaat eKTP itu adalah untuk membuat kepraktisan. Dengan eKTP pengguna tidak perlu repot menuliskan data KTP seperti nama, NIK, tempat dan tanggal lahir, dan lain-lain. Data di dalam eKTP cukup dibaca oleh pembaca kartu (card reader). Masalahnya, apakah semua tempat publik mempunyai pembaca kartu?

Namun ada masalah lain yang lebih krusial lagi ketimbang urusan duit untuk membeli pembaca kartu. Di dalam eKTP tersimpan data privat pemiliknya seperti tanggal lahir, sidik jari, dan retina mata. Nah, sejauh mana data privat tersebut bisa diakses oleh card reader yang tersedia di tempat publik? Bagaimana teknis pembaca kartu dalam membaca data di dalam chip? Jangan-jangan data privat itu jatuh ke pihak lain yang mungkin saja menyalahgunakannya untuk kepentingan jahat.

Moral dari cerita ini adalah kepraktisan eKTP ternyata berbenturan dengan kebutuhan, dan kebutuhan belum pas bertemu dengan teknologi. Mungkin larangan memfotokopi eKTP itu adalah joke of the year.

Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

3 Balasan ke eKTP yang Tidak Boleh Difotokopi

  1. chaidir berkata:

    Tanda2 bahwa ada korupsi lg di pengadaan chip…. buka aib sendiri tuh…….

  2. irwan berkata:

    emang rusak g dpt garansi? sampe skrg gw msh belum paham fungsi rekam retina dan sidik 10 jari dlm kependudukan. apakah untuk sensus menggolongkan yg bermata biru, coklat atau hitam?

  3. Seseorang berkata:

    Bukankah rusak tinggal lapor lagi untuk memperoleh penggantian e-KTP yang baru, sebagaimana KTP biasa yang rusak bisa dimintakan penggantian lagi di kantor yang berwenang menerbitkannya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s