Tidak Suka Terlalu Sering Libur

Pak Beye, Presiden kita, dihadapan kaum buruh pada tanggal 1 Mei yang lalu memberikan janji manis: Pemerintah akan menjadikan tanggal 1 Mei (Hari Buruh sedunia) sebagai hari libur nasional. Jadi, mulai tahun 2014 nanti setiap tanggal 1 Mei akan menjadi tanggal merah.

Wew!, berarti hari libur nasional di negara kita semakin banyak saja, diluar hari Sabtu dan Minggu. Selain tanggal-tanggal merah, hari libur juga sering diadakan bila tanggal merah itu jatuh pada hari “kejepit” (harpitnas), yaitu hari Selasa dan Kamis. Jadi, jika tanggal merah jatuh pada hari Selasa maka hari Senin diliburkan, begitu juga jika tanggal merah jatuh pada hari Kamis maka hari Jumat diliburkan. Memang tidak semua hari kejepit diliburkan, tetapi hanya pada tanggal-tanggal tertentu saja.

Pertambahan hari libur bagi sebagian orang bukan berarti penghematan anggaran belanja keluarga, tetapi sebaliknya hari libur adalah pertambahan biaya pengeluaran. Tentu hari libur tidak bisa diisi hanya duduk-duduk saja di rumah, sebab anak-anak mereka pasti minta jalan-jalan atau makan-makan di luar. Nah, hal itu berarti tambahan biaya keluarga, bukan?

Bagi orang yang berpenghasilan tebal tentu tidak masalah mengeluarkan banyak uang untuk rekreasi, jalan-jalan dan makan-makan di luar. Tetapi, jumlah pekerja di negara kita yang masuk kelompok seperti itu persentasenya kecil, sebagian besar pekerja tergolong berpenghasilan menengah ke bawah. Dengan penghasilan yang pas-pasan, mereka harus berhitung biaya tambahan jika memenuhi keinginan anak untuk rekreasi ke luar. Ingat juga bahwa sebagian buruh ada yang digaji berdasarkan jumlah hari kerja. Jadi jika ada hari libur maka mereka tidak mendapat upah atau gaji mereka berkurang karena dipotong hari libur.

Memang hari libur tidak baik selalu diukur dengan uang. Toh uang yang dicari untuk keluarga juga, bukan? Bisa saja hari libur diisi dengan bersantai bersama keluarga di rumah, atau berkebun (jika punya kebun atau pekarangan luas), membersihkan rumah, olahraga, dan sebagainya. Namun, kalau hari libur terlalu sering dan tidak kemana-mana (tidak jalan-jalan keluar) ya bosan juga. Bingung di rumah mau apa lagi yang dilakukan, sebagian orang merasa lebih produktif jika masuk kerja. Libur itu ya sewajarnya saja, bila terlalu sering juga tidak baik.

Pos ini dipublikasikan di Gado-gado. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s