Suasana Kampus yang Menumbuhkan Iklim Belajar

Dua hari yang lalu seorang dosen dari perguruan tinggi yang jauh (Indonesia Timur) datang ke kampus ITB untuk berkunjung. Dia tidak datang sendiri, tetapi membawa seorang mahasiswanya. Saya ajaklah dia keliling-keliling kampus, melihat-lihat lab, perpustakaan, dan fasilitas lain di dalam kampus. Tidak lupa saya ajak makan ke kantin gedung bengkok yang terkenal dan ramai itu.

Setelah puas melihat-lihat kampus saya bertanya kepadanya, apa yang berkesan baginya? Ternyata yang membuatnya berkesan adalah aktivitas mahasiswa ITB dalam mengisi waktu kosong di kampus. Beda sekali suasananya dengan kampus saya, kata dia, di ITB meskipun pada jam-jam kosong tidak ada kuliah mahasiswa tetap saja beraktivitas, ada yang berdiskusi, mengerjakan tugas baik sendiri maupun berkelompok, mencari bacaan di Internet, memprogram, dan sebagainya. Tidak ada kursi dan meja, ngampar di lantai pun bolehlah. Bahkan di kantin pun sambil makan mereka tetap mengerjakan tugas atau apapunlah sembari tidak lupa saling bercanda atau bersenda gurau. Kalau tidak mengerjakan tugas, sebagian mahasiswa sibuk di unit-unit kegiatan untuk berlatih.

ngampar

Kalau di kampus saya, lanjut tamu tadi, mana ada mahasiswa yang begitu, biasanya kalau tidak ada kuliah mereka duduk-duduk rariungan , berkumpul sambil mengobrol ngalor ngidul, ketawa-ketiwi, bergosip, main gitar, sambil sesekali merokok. Jarang ada yang berkumpul untuk mendiskusikan bahan kuliah atau mengerjakan tugas.

Fenomena mahasiswa negara kita yang banyak menghabiskan waktu kosong untuk kongkow-kongkow dan mengobrol sering saya lihat di beberapa kampus perguruan tinggi (saya sudah mengunjungi beberapa kampus di tanah air). Sayang saja sih menurut saya, waktu di kampus dibuang percuma untuk hal-hal yang kurang penting. Tujuan ke kampus adalah untuk belajar, maka gunakanlah waktu untuk memperdalam ilmu, mengasah ketrampilan. Tentu ada waktu di kampus untuk sedikit bersenang-senang dan bercengkerama, tetapi jika sebagian besar waktu kosong digunakan hanya untuk having fun, ya sayang sekali.

Alhamdulillah, yang membuat saya terharu (sekaligus bangga) di kampus Ganesha ini adalah suasana yang kondusif untuk belajar. Dosen dan mahasiswa sama-sama sibuk belajar, meneliti, dan mengerjakan sesuatu yang bermanfaat. Suasana akademik di dalam kampus menjadi hidup. Tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. Suasana akademik seperti itu membuat siapa pun di kampus ini termotivasi untuk belajar. Maka, pemandangan para mahasiswa yang tetap sibuk mengerjakan tugas, berdiskusi, mengakses Internet, atau membaca pada jam-jam kosong adalah pemandangan sehari-hari di kampus ITB.

Suasana seperti itu yang sukar saya temukan di kampus lain. Sebenarnya di kampus lain pun banyak mahasiswa yang rajin dan tidak ingin sia-sia membuang waktu untuk hal yang kurang berguna, namun suasana di kampusnya tidak kondusif untuk mengekspresikan semangat dan jiwa belajar yang rajin itu. Akhirnya dia larut dan ikut dalam pergaulan teman-temannya yang lebih senang kongkow-kongkow daripada belajar.

Moral dari cerita ini, lingkungan di kampus sangat menentukan suasana belajar. Lingkungan belajar itu bisa diciptakan, misalnya dengan menghidupkan diskusi-diskusi kelompok. Tidak ada waktu yang sia-sia, semua bermanfaat. Bukan berarti tidak boleh bermain, bermain pun penting. Bagaimana membuat belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar, dua-duanya bisa dicapai sekaligus.

Pos ini dipublikasikan di Seputar ITB. Tandai permalink.

5 Balasan ke Suasana Kampus yang Menumbuhkan Iklim Belajar

  1. Ismail Sunni berkata:

    Efek dari tugas bejibun pak. Lagian, ngobrol, “bergosip”, ketawa-ketawa-nya dilakukan sembari ngampar itu tadi🙂

  2. toyib berkata:

    Subhanallah… menginpirasi sekali…
    Andaikata pas baca tulisan ini 10 thn lebih muda
    Tentu agak bagusan dikitlah nasib awak hahahaha

  3. TPB berkata:

    emang ada bener juga sih
    tapi coba kalo ke perpustakaan khususnya saat siang (istirahat makan siang)
    cukup banyak mahasiswa-mahasiwa yang tidur di bangku, bahkan di sofa
    well emang mereka lelah mengikuti pelajaran yang berat ditambah beberapa ada yang tidur larut malam jadi terpaksa tidur disitu😀

  4. Sekarang masih banyak yang nongkrong di himpunan gak? Dulu 60% waktu nongkrong di sana sambil ngeliatin anak-anak main basket……belajar atau ngerjain tugas sih jarang….hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s