Berkunjung ke Kampus Universitas Brawijaya Malang

Saat ini saya sedang berada di kampus Universitas Brawijaya Malang dalam rangka sebuah acara workshop. Saya belum pernah berkunjung ke kampus UB (singkatan Universitas Barwijaya), selama ini hanya mendengar saja nama besar kampus itu. Jadi, inilah pertama kali saya masuk ke kampus Brawijaya.

Kampus UB berada di kawasan multi-kampus, sebab banyak kampus PT saling bersebelahan di sekitar sini. Ada kampus Universitas Negeri Malang (Unema), kampus Universitas Merdeka (Unmer), Politeknik Negeri Malang (Polinema), dan kampus Universitas Islam Negeri Malang (UIN). Berjalan agak jauh sedikit terdapat kampus Universitas Islam Malang (Unisma). Di perbatasan antara Kota Malang dan Kota Batu terdapat kampus Universitas Muhammadiyah Maang yang sangat megah. FYI, kota Malang memang dikenal sebagai kota pendidikan, sebab di kota ini terdapat banyak sekali sekolah dan perguruan tinggi mulai dari akademi hingga universitas. Padahal Malang bukan ibukota Provinsi Jawa Timur namun memiliki banyak lembaga pendidikan. Menariknya lagi, secara fisik dan penampilan kampus-kampus PT di Malang luas dan megah, berbeda jauh dengan kampus PT di Bandung yang tidak apa-apanya dibandingkan dengan kampus PT di Malang.

Kampus UB lumayan luas, sedikit lebih luas dari kampus Ganesha ITB. Semua fakultas terpusat di kampus ini. Kampus UB terletak antara Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Veteran, sehingga pengendara sering menggunakan jalan di tengah kampus sebagai jalan pintas dari Veteran ke Soekarno-Hatta. Mirip kondisinya seperti kampus Bulaksumur UGM dimana jalan raya melintasi dalam kampus.

Saya menginap di Hotel UB yang terdapat di dalam kampus. Menurut saya bagus juga ada hotel di dalam kampus sehingga tamu-tamu UB tidak perlu repot mencari penginapan di luar kampus. Hotel UB lumayan bagus dan termasuk kelas hotel berbintang tiga.

Hotel UB di dalam kampus.

Hotel UB di dalam kampus.

Di bawah ini foto tugu yang terletak di bunderan di tengah kampus, tugu apa namanya saya kurang tahu. Harus hati-hati melewati jalan di sekitar tugu, sebab banyak sekali pengendara lalu lalang di jalan di dalam kampus dengan kecepatan tinggi.

Tugu di tengah kampus

Tugu di tengah kampus

Di sebelah kanan tugu terletak gedung rektorat dengan halaman rumput yang luas. Kabarnya gedung rektorat baru akan segera dibangun.

Gedung Rektorat

Gedung Rektorat

Jalan-jalan di dalam kampus UB terlihat bersih dan resik, pepohonan hijau berderet sepanjang jalan. Pohon-pahon palem yang berjejer dan taman-taman menambah cantik kampus.

Deretan pohon palem dan jalan pedestarian yang lebar.

Deretan pohon palem dan jalan pedestarian yang lebar.

Taman-taman dan kolam yang adem.

Taman-taman dan kolam yang adem.

Taman tempat belajar

Taman tempat belajar

Gedung sebuah fakultas, kalau nggak salah Fakultas Pertanian

Gedung sebuah fakultas, kalau nggak salah Fakultas Pertanian

Ketika saya berkunjung ke sana, pembangunan fisik kampus terus berjalan. Hampir semua fakultas berlomba membangun gedung yang tinggi. Dengan lahan yang terbatas maka pembangnunan vertikal tidak dapat dielakkan.

Dari kejauahan tampak pembangunan gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang menjulang tinggi.

Dari kejauahan tampak pembangunan gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang menjulang tinggi.

Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (PTIIK) misalnya, saat ini sedang membangun gedung 12 lantai, kembar lagi. Saya diperlihatkan maket gedungnya yang… waaah… keren. Informatika ITB saja tidak sebesar itu gedungnya. Semua gedung yang baru memiliki kesamaan bentuk dengan gedung rektorat yang saya tampilkan di atas.

Saya sungguh kaget ketika diberitahu bahwa setiap tahun UB menerima mahasiswa baru dalam jumlah yang sangat besar. Tahun 2012 saja mereka menerima 16.000 orang mahasiswa baru, fantastis sekali jumlahnya. PTIIKsendiri menerima 1000 orang mahasiswa baru, diantaranya Prodi Informatika saja menerima 400 orang. Bandingkan dengan Prodi Informatika ITB yang hanya menerima 100 orang dari sekitar 400 orang mahasiswa fakultas STEI.

Dengan jumlah mahasiswa yahng sangat besar itu, tidak heran bisnis kos-kosan sangat menarik di kota Malang. Tidak hanya kosan, bahkan apartemen pun bermunculan di sekitar kampus UB, yang katanya banyak diisii oleh mahasiswa.

Sebuah apartemen di samping kampus UB.

Sebuah apartemen di samping kampus UB.

PTIIKsendiri adalah embrio dari sebuah fakultas teknologi informasi/komputer. Saat ini PTIIKbelum menjadi fakultas, tetapi masih berupa Program setingkat fakultas. Prodi di dalamnya merupakan penggabungan Ilmu Komputer di FMIPA dengan sub-jurusan komputer/teknologi informasi di Teknik Elektro. PTIIKmemiliki tiga Program Studi yaitu Informatika, Sistem Informasi, dan Sistem Komputer.

Pak Sutrisno yang menjadi Ketua Program menjelaskan bahwa dengan mahasiswa yang banyak itu (1000 orang per tahun) tentu sebaran kualitas mahasiswanya beraneka ragam. Untuk meningkatkan daya saing lulusannya dibandingkan lulusan PT lain, maka strategi menutupi kekurangan kualitas mahasiswa adalah dengan memberikan nilai plus kepada mahasiswa berupa bekal sertifikasi. Setiap mahasiswa mengikuti ujian sertifikasi seperti java, CISCO, Oracle, dan lain-lain. Sertifikasi seperti ini adalah nilai kelebihan lulusan PPTIK UB. Saya pikir ini ide yang bagus juga untuk diterapkan pada mahasiswa PT lain agar mahasiswanya tidak “kalah” bersaing dengan lulusan PT ternama.

Pos ini dipublikasikan di Cerita perjalanan. Tandai permalink.

17 Balasan ke Berkunjung ke Kampus Universitas Brawijaya Malang

  1. Maaf, pak ada sedikit koreksi untuk nama PPTIK UB seharusnya Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (PTIIK UB).🙂 Matur Nuwun.

  2. garien (agus) berkata:

    Pak Rinaldi, dahulu sy kuliah di Mesin FT-UB (82-87) tapi Kampus UB dan Fakultas/Prodinya belum selengkap sekarang. Supaya ITB bisa menambah daya tampung mhs baru setiap tahunnya ya sebaiknya (mungkin) segera dibangun Kampus ITB di Walini yang 1000 hektar.

  3. Irfan Septiadi berkata:

    Wah saya sering mencari referensi karya bapak dan ternyata bapak baru sekali datang ke kampus saya🙂
    Salam hangat pak dari mahasiswa UB (kebetulan saya mahasiswa PTIIK)🙂

  4. Ridwan N berkata:

    Wah banyak sekali mahasiswa barunya sampai 16000 orang. Lebih banyak dari UI dan UGM nih.

  5. sepertinya yang di tepi jalan 2 jalur itu fakultas kedokteran (bukan pertanian) y

  6. arif r fachrudin,MT berkata:

    Foto yang dijalan itu fakultas kedokteran pak..

  7. Saran untuk Dosen Kampus UB, Begitu pesat perkembangan kampus UB yang luas dan megah sehingga namanya pun terdengar harum hingga sampai ke Kota Jakarta. Namun demikian, janganlah lengah …. . Perkembangan kampus UB yang luas dan megah dari sudut pandang Arsitektur bangunan harus diikuti dengan kualitas/mutu pendidikan di UB dan perlunya terdapat instrument-instrument internal yang mampu menjamin mutu pendidikan di UB sehingga dengan demikian UB akan mampu sejajar dengan perguruan tinggi di tingkat ASIA maupun EROPA.

  8. Saran untuk dosen TE-UB lebih aktif dalam kegiatan riset yang nantinya hasil riset Anda di presentasikan didalam forum internasional dan publikasi dalam journal – journal internasional.

    Contoh yang sekarang telah berhasil di presentasikan didalam forum internasional dan publikasi dalam journal – journal internasional oleh ALUMNI ITB yang sekarang sedang bekerja di Amerika Serikat, yaitu:

    A microwave plasma system based on microstripline technology is created and implemented for the experimental investigation of miniature size plasmas. Plasmas are generated across a wide range of input parameters, including pressure variation from below 1 Torr to 1 atm, microwave power at 2.45 GHz from 1 to 30 W, and a variety of discharge sizes and shapes. Data are measured for the discharge power density as a function of discharge pressure, input power and size. The power densities for discharges of diameters in the range 2-0.45 mm vary from 10 to 1000 W cm-3. Basic characteristics of the plasmas such as the electron temperature, plasma density and gas temperature are measured using probe diagnostics and optical emission spectroscopy (OES). In the range of one to 10 Torr, the electron temperatures are 1.9-2.3 eV, gas temperatures range from 600-1200 K and the plasma densities are in the range of 1012-1015 cm-3.

    Jadi, kalau melakukan riset jangan ambil tema FPGA, Robot Gedek atau Mikrokontroler ambil tema yang sesuai dengan perkembangan teknologi di Amerika Serikat. kalau anda ambil tema FPGA, Robot Gedek, PID, Sistem Penghitung Jumlah Kendaraan Berdasarkan Pengolahan Data Video, Evaluasi Dan Perencanaan Jaringan Listrik Gedung Teknik Elektro Universitas Brawijaya, Penerapan Kontrol Kecepatan Tanpa Sensor Pada Motor DC Menggunakan State Feedback Dan State Observer, Implementasi Metode Elemen Hingga Pada Pemodelan Medan Elektromagnetik Menggunakan Komputasi Pararel itu ilmu ketinggalan jaman alias jadul.

    CONTOH LAGI RISET YANG SESUAI DENGAN KEADAAN ALAM DI INDONESIA KHUSUSNYA DI JAWA TIMUR, YAITU:

    Monitoring and understanding aquatic environments is critical to water sustainability. The goal of this award is to establish a theoretical framework and provide an enabling technology for robust underwater collaborative sensing with small, inexpensive robots. Inspired by the source-seeking behavior of live fish, computationally efficient algorithms are developed for cooperative tracing of the gradients of environmental fields, and their robustness is analyzed in the presence of localization error and changing communication topology. The algorithms are experimentally validated in thermal source seeking and tracing with a group of energy-efficient and highly maneuverable gliding robotic fish, which are enhanced in this project with optical communication and localization capabilities. Advanced controllers are developed for these robots to realize three-dimensional maneuvering and to track reference paths planned through collaborative sensing algorithms. This award offers fundamental understanding of limits and robustness properties of collaborative sensing by resource-limited robots, and contributes to the knowledge base in underwater communication and ranging for small robots. It enables technological advances for persistent sampling of versatile aquatic environments including coastal waters, lakes, and rivers, with a myriad of applications such as oil spill response, ecological monitoring, and port and drinking water security.

    OKE MAS BRO…. SEKIAN DULU SAMPAI JUMPA LAGI

  9. senang sekali rasanyaa bisa v=berkunjung di blog ini🙂 jujur, ada kesan tersendiri ketika saya membaca serat urut dan runtut,… penggambaran tntang kampus UB, yg menarik n sederhana…

  10. aang berkata:

    gedung hijau tersebut adalah gedung fakuktas kedokteran, bukan gedung pertanian. maaf sebelumnya, terima kasih

  11. Dadang berkata:

    Sekedar info, UB memang PT yang menerima mahasiswa baru terbanyak se-Indonesia. Namun dengan kebijakan daya tampung maba yang banyak tersebut justru membuat kualitas UB menurun. Terbukti pada tahun 2014 lalu akreditasi institusi UB turun dari A ke B, yang diindikasikan karena rasio jumlah dosen dan mahasiswa yang sangat tidak seimbang. Tetapi kini akreditasi UB telah dinaikkan kembali menjadi A setelah mengajukan proses akreditasi ulang….

  12. Parange berkata:

    Universitas Negeri Malang (UM), Bukan Unema… dan di sekitar UB juga ada kampus ITN Malang…

  13. purnomo berkata:

    saya S1 di UB dan S2 di ITB, sempat bekerja di UB. jadi cukup merasakan perbedaan antara keduanya. kesimpulannya, saya pribadi prefer ke ITB. krn 1) kualitas pendidikan bukan cuma di gedung. Prioritas UB yg dibangun adalah gedung, agar mningkatkan pendaftar jumlah mahasiswa, dan itu terbukti berhasil. Sayangnya, tuk fakultas sains, pembangunan gedung dan jumlah mahasiswa tidak di imbangi pengembangan fasilitas Lab. Praktikum sering sampe malam hari karena kekurangan alat dan ruang. 2) Di UB anda bisa ketabrak sepeda motor ktk mnyeberang jalan, karena semua kendaraan mahasiswa bisa masuk. Parkir kadang sampe di trotoar. Di ITB ganesha, kita bisa jalan dgn tenang, krn kendaraan mahasiswa dibatasi masuk. 3) Suasana akademik ITB lebih kondusif daripada UB.
    Saya bersyukur dapat studi di UB dan ITB. Tapi, UB peringkat 6 dan ITB peringkat 1 di Indonesia versi ristek dikti, tentu ada bedanya🙂

  14. Akira Suda berkata:

    Sekarang UB naik ke peringkat 5 versi Kemenristek Dikti 2016

  15. Ping balik: 9 Tempat Angker di Malang Yang Bagus Untuk Menguji Nyalimu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s