Mencoba Istiqomah dalam Bersedekah

Apa yang sulit dalam hidup ini? Banyak. Salah satu jawabannya adalah berusaha tetap konsisten, atau dalam bahasa Islamnya adalah istiqomah. Istiqomah secara bebas artinya berketetapan hati dengan teguh, yaitu teguh dengan prinsip yang dipegang, teguh dengan keyakinan yang dianut, dan teguh dalam beramal sholeh.

Salah satu amal shaleh yang sederhana adalah sedekah. Sedekah sudah banyak dibahas manfaatnya oleh para ulama. Meskipun tidak punya uang atau harta, kita masih tetap dapat bersedekah dengan memberi senyuman, sebab kata Rasulullah senyum itu adalah sedekah. Orang yang pelit atau kikir diibaratkan oleh Al-Quran sebagai tangan yang terbelenggu. Tangan yang terbelenggu tentu tidak dapat berbuat apa-apa, apalagi memberi.

Nah, bagi orang yang mampu, bersedekah dengan uang atau harta adalah perkara yang mudah. Tinggal sumbangkan uangmu atau hartamu kepada kaum dhuafa, kepada anak yatim piatu, atau kepada masjid dan lembaga amal. Tidak ada yang sulit melakukannya selama “tanganmu tidak terbelenggu”.

Meskipun bersedekah itu mudah, namun yang sulit adalah mempertahankannya sebagai amal yang terus menerus. Bersedekah secara menerus sama artinya kita menyimpan amal pahala secara menerus ke dalam tabungan akhirat. Apalah yang kita bawa mati selain amal pahala sebagai teman kita di kampung akhirat nanti?

Saya pribadi mencoba membuat komitmen untuk istiqamah bersedekah setiap hari. Tidak besar memang, hanya Rp5000 rupiah per hari. Setiap hari saya niatkan memberi sedekah lima ribu perak (kadang-kadang kurang). Penerima sedekah saya bisa siapa saja, misalnya pengemis yang saya temui di jalan. Namun, tidak setiap hari saya menjumpai pengemis di jalan. Maksudnya orang yang benar-benar mengemis karena tidak mampu, bukan mengemis karena malas.

Saya paling sering menyedekahkan uang lima ribu perak itu pada lembaga amal melalui kotak-kotak amal yang sering kita temui di minimarket, toko-toko, maupun rumah makan. Insya Allah mereka lembaga amal resmi dari panitia pembangunan masjid atau pesantren, lembaga yatim piatu, lembaga amil zakat, dan lain-lain, seperti foto di bawah ini.

Kotak amal di rumah makan

Kotak amal di sebuah rumah makan

Lihatlah, ternyata ladang amal itu ada di mana-mana, kenapa kita tidak memanfaatkannya? Kenapa kita tidak menanam bekal di kampung akhirat di ladang itu? Amalan yang kecil namun terus menerus lebih bermakna daripada amalan besar namun hanya sesekali.

Marilah kita gemar bersedekah, dan yang paling penting selalu melakukannya setiap hari secara istiqomah. Mudah-mudahan Allah menjadikan amalan sedekah itu sebagai penyelamat kita baik di dunia maupun di akhirat. Amiin ya rabbal alamiin.

Pos ini dipublikasikan di Agama, Renunganku. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Mencoba Istiqomah dalam Bersedekah

  1. Citra Indah berkata:

    Subahanallah semoga dapet balesannya yang setimpal amin🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s