Datang Lebih Awal pada Resepsi Pernikahan

Ada fenomena menarik yang saya amati pada setiap resepsi (walimah) pernikahan yang saya datangi di Bandung. Umumnya resepsi diadakan di gedung dan di dalam undangan resepsi pernikahan tercantum waktu resepsi dari jam 11.00 – 14.00 siang. Meskipun rentang waktunya tiga jam, namun tamu-tamu lebih banyak datang sekitar jam 11 hingga 12.30 siang. Di atas jam 12.30 sudah sedikit tamu yang datang, dan setelah jam 13.00 hanya sekitar satu dua orang saja. Pasangan pengantin yang tadinya sudah capek berdiri karena menerima ucapan selamat dari para tamu, setelah jam satu siang mereka sudah dapat duduk dengan nyaman, bahkan setengah jam sebelum resepsi berakhir pengantin sudah menikmati santap siang di meja makan yang disediakan khusus untuk keluarga pengantin.

Karena datang hampir bersamaan pada waktu “prime time” (11.00 – 13.00), maka yang saya saksikan adalah suasana desak-desan para tamu mengantri pada stan-stan makanan. Bagi yang tidak mau antri, mereka berebutan mengambil makanan atau minta dilayani lebih dulu oleh penjaga stan. Jam 13.00 ke atas sebagian besar stan makanan sudah mulai kosong sebab makanannya sudah habis. Sate sudah tidak ada ayamnya, bakso cuma tinggal kuahnya, batagor cuma tinggal sisa potongan jeruk sambel, nasi cuma tinggal kuah sop saja.

Saya pernah datang ke acara resepsi setelah jam satu siang, apa yang saya temukan? Stan-stan sudah kosong padahal acara resepsi belum berakhir, masih setengah jam lagi. Penjaga stan terlihat sedang bersih-bersih dan mengemasi aneka baskom, mangkuk, dan panci makanan. Ketika saya tanya masih ada nggak makanannya, mereka bilang sudah habis. Akhirnya saya mendatangi hidangan prasmanan yang cuma ada nasi, sayur, dan kerupuk. Benar-benar habis bis bis bis! Kok bisa? Kok sudah berkemas-kemas? Padahal di dalam undangan tertera acara resepsi sampai jam 14.00.

Ternyata kedatangan tamu yang membludak pada jam-jam awallah penyebab makanan sudah habis duluan. Hampir semua tamu undangan berpikir serupa: datang lebih awal supaya masih kebagian makanan. Rupanya hampir semua tamu pernah mempunyai pengalaman tidak enak sebelumnya, yaitu kehabisan makanan. Oleh karena itu, para tamu memilih datang duluan supaya tidak kehabisan. Oalaaahh…

Pos ini dipublikasikan di Pengalamanku. Tandai permalink.

2 Balasan ke Datang Lebih Awal pada Resepsi Pernikahan

  1. cuddlymath berkata:

    hha,, betul pak,, beda dengan di ranah minang ya pak,, sampai malam pun masih ada makanan, bahkan kebanyakan tamu lebih suka datang malam,,😀

  2. Catra berkata:

    Beda dengan di Padang pak, yang rata-rata resepsi di rumah saja. kehabisan makanan seringkali dianggap sebagai aib bagi tuan rumah, mereka sebisa mungkin menjaga agar makanan tidak habis.

    Kalau di Bandung/Jkt saya lihat pada gak care soal beginian. Hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s