H2C Penerimaan Siswa Baru SMP Negeri di Kota Bandung

Anak saya yang nomor dua tahun ini akan masuk SMP. Pilihan jatuh ke SMP negeri sebab di Bandung SMP negerinya lebih banyak yang bagus ketimbang SMP swasta. Anak yang pertama tidak bisa masuk SMP negeri karena hanya bisa bersekolah di sekolah inklusi. Jadi, inilah pengalaman pertama saya memasukkan anak ke sekolah negeri (SD-nya di swasta, sekolah Islam.

Penerimaan siswa baru di kota Bandung menggunakan sistem kluster, dan satu-satunya alat seleksi adalah menggunakan nilai UN semata. Ada tiga kluster yaitu kluster satu, dua, dan tiga. Sistem kluster itu pada hekekatnya mirip dengan dengan kasta. Kluster satu diasumsikan masyarakat sebagai SMP rangking atas (SMP favorit) dan passing grade nilai UN sebagai syarat masuknya tergolong tinggi. Kluster dua dan tiga dianggap sekolah kurang favorit. Favorit atau tidak favorit berhubungan dengan soal kualitas, ya kualitas sekolah ya kualitas inputnya (siswanya). Jamaknya masyarakat, mereka cenderung memasukkan anak ke sekolah favorit karena berbagai alasan, utamanya soal gengsi.

Saya juga ingin memasukkan anak yang nomor dua itu pada sekolah yang disebut sekolah favorit tadi, namun bukan karena alasan gengsi, tetapi agar anak saya terpacu semangat belajarnya jika berada pada sekolah dengan iklim kompetitif dalam belajar. Selain itu juga karena faktor jarak, beberapa sekolah di dalam kluster satu itu jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah dan dapat ditempuh dengan satu atau dua kali naik angkot. Ke SMP 2 atau SMP 5 misalnya, cukup satu kali naik angkot dari Antapani.

Sekolah SMP yang termasuk kluster satu dan banyak “diburu” orangtua siswa adalah SMP 2, SMP 5, SMP 7, dan SMP 14. Setiap tahun passing grade masuk ke sekolah-sekolah itu tergolong tinggi, yaitu di atas 27 dan 28. Saingannya sangat banyak. Namun tahun ini saya harus berhitung-hitung kembali bila memasukkan anak saya salah satu sekolah itu. Nilai UN anak saya ternyata tidak seperti yang diharapkan semula, nilainya berada di antara 26 dan 27. Parahnya lagi, tahun ini nilai UN siswa SD di Bandung sebagian besar menumpuk di antara 25 dan 27. Siswa yang memiliki nilai di atas 29 tidak ada sama sekali, antara 28 dan 29 hanya 500 orang saja, antara 27 dan 28 sekitar 2500 orang, sedangkan antara 26 dan 27 sekitar 14.000 siswa.

Sebaran nilai UN SD tahun 2013 di kota Bandung (Sumber: koran PR)

Sebaran nilai UN SD tahun 2013 di kota Bandung (Sumber: koran PR)

Melihat komposisi nilai seperti itu, persaingan keras masuk ke SMP kluster satu akan terjadi pada kelompok nilai di antara 26 dan 27 itu. Wah, saya agak pesismistis anak saya bisa masuk ke salah satu SMP 2, SMP 5, SMP 7, dan SMP 14. Saingannya pasti sangat banyak. Oleh karena itu, saya harus realistis juga dengan melirik SMP lain di kluster dua dan tiga.

Seminggu ini saya akan sering mempelototi pergesaran angka-angka passing grade sementara dan pendaftar di SMP melalui situs PPDB kota Bandung. Pendaftaran siswa SMP sudah dimulai dari tanggal 1 sampai tanggal 6 Juli 213. Kebanyakan orangtua yang galau menahan diri untuk mendaftar pada tanggal-tanggal awal, mereka baru mendaftarkan anaknya pada saat-sata terakhir (hari Sabtu 6 Juli 2013), yaitu setelah mengamati jumlah pendaftar dan passing grade sementara di sekolah yang dituju. Keputusan akhir baru dibuat pada jam-jam terakhir menjelang penutupan. Jadi harap maklum, banyak orangtua siswa, termasuk saya sendiri, yang H2C (harap-harap cemas) dari tanggal 1 hingga pengumuman penerimaan tanggal 8 Juli 2013. Selebihnya hanya bisa berdoa, Ya Allah, semoga anakku bisalah masuk ke salah satu sekolah yang saya sebutkan tadi.

Pos ini dipublikasikan di Pendidikan, Seputar Bandung. Tandai permalink.

6 Balasan ke H2C Penerimaan Siswa Baru SMP Negeri di Kota Bandung

  1. Dian berkata:

    Grafik yang dari koran PR dan data dari artikel di PR juga tidak sinkron, untuk nilai 28 di grafik ada 2000 orang, sedangkan di artikel ada 500 orang, yg mana yg benar ? Berharap yg terbaik saja🙂

  2. cecep Emha berkata:

    Anak saya hanya dapat nilai 24,900 dari ujian nasional “yang jujur “. Mengapa saya katakan “yang jujur’? karena di Bekasi, sudah menjadi rahasia umum, para guru di berbagai sekolah membocorkan jawaban soal UN dengan maksud agar sekolahnya dianggap bagus dan dengan demikian bisa memasang harga kursi masuk lebih tinggi.
    Bocoran dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menempel jawaban di wc, ada yang di kantor guru dll. Sekolah anak saya termasuk yang strict. Kata anak saya, ada anak yang bebal dan pernah tidak naik kelas, pada kelas 6 awal dia pindah ke sekolah lain. Pada hasil akhir UN dia menjadi anak yang memperoleh nilai UN terbaik di sekolah itu. Guru anak saya sampe menyindir “jaman sekarang banyak mu’jizat ya?”
    Kalau sudah begini, kami merasa hidup di dunia yang aneh. seperti orang jujur di dunia pencuri
    Nasib jadi orang Indonesia, nasib jadi orang Bekasi

  3. Ping balik: Pengalaman PPDB 2013 Kota Bandung yang Mendebarkan | Catatanku

  4. Melly Eka Melania berkata:

    Saya sama sekali tidak punya bayangan tentang mekanisme pendaftaran sekolah di “kota”. Karena dari TK samapai SMA saya habiskan di sekolah milik perusahaan di sebuah kota kecil di Kalimantan Timur. Dan setelah menetap di Bandung saya mulai was2 memikirkan nanti harus berjibaku untuk mendaftarkan anak saya ke sekolah yang diinginkan.

    Sekarang karena pernikahan, saya yang seorang ibu dari putra – putri usia balita… mendadak jadi punya jagoan usia pra abg. Saya yang belum punya pengalaman mendaftarkan anak ke SD, tiba – tiba harus menghadapi riweuhnya usaha pendaftaran anak ke SMP🙂 Berbekal cerita dari teman – teman kantor yang lebih senior, dan gugling sana sini saya mencoba mengira – ngira step2 dan strategi yang harus diambil.

    Posting ini lumayan mencerahkan untuk saya, mengingatkan kembali..bahwa saya punya banyak teman seperjuangan yang sama H2C nya dengan saya🙂

  5. Ping balik: PPDB Kota Bandung 2016 yang “Unpredictable” | Catatanku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s