Penggulingan Mursi dan Krisis Ekonomi

Tadi pagi saya membaca berita yang mengejutkan. Presiden Mesir, Mohammad Mursi, akhirnya digulingkan oleh rakyatnya sendiri dengan dukungan intervensi rezim militer. Padahal Mursi terpilih lewat Pemilu yang demokratis tahun 2012 yang lalu. Namun baru satu tahun berkuasa, akhirnya dia pun jatuh. Kekuatan massa (people power), apalagi jika didukung oleh militer, memang sulit untuk dilawan.

Secara logika, penggulingan Mursi itu memang membingungkan. Dulu rakyat Mesir bersatu padu menggulingkan rezim militer (Husni Mubarak), sekarang mereka berbalik mendukung rezim militer. Memang tiada musuh yang abadi, yang ada hanyalah kepentingan sesaat. Kebetulan kelompok anti-Mursi bersesuaian kepentingan dengan kelompok militer yang mengalami post power syndrom sejak tergulingnya Mubarak (seorang militer)

Apa kesalahan Mursi? Saya tidak tahu persis. Yang saya tahu, sejak dia terpilih menjadi Presiden, Pemerintahannya selalu digoyang demo oleh kelompok oposisi yang kalah dalam Pemilu pasca kejatuhan Presiden Husni Mubarak. Kelompok oposisi selalu digambarkan sebagai kaum sekuler atau liberal, sedangkan Mursi sendiri didukung oleh kelompok islamis.

Menyederhanakan masalah Mesir sebagai pertentangan ideologis (islamis vs liberal) sepertinya bukan jawaban yang memuaskan. Memang ada masalah ideologis di situ, tetapi saya yakin pasti ada alasan lainnya. Gerakan massa anti-Mursi jumlahnya melebihi pemilih partai-partai liberal yang kalah dalam Pemilu. Ini berarti penentang Mursi dalam gerakan people power yang terjadi sejak 30 Juni yang lalu tidak melulu dari kelompok sekuler liberal saja, tetapi juga dari rakyat kebanyakan yang merasakan ketidakpuasan kepada Mursi.

Sejak kejatuhan Huni Mubarak, perekonomian Mesir anjlok ke titik terendah. Rakyat Mesir merasakan krisis ekonomi yang membuat kehidupan mereka menjadi tambah sulit. Pada zaman Mubarak perekonomian Mesir berada dalam keadaan stabil, namun karena Mubarak terlalu lama berkuasa, rakyat Mesir pun mulai muak dengan Mubarak yang tampak seperti Firaun yang otoriter. Fenomena Arab Spring (yang dimulai dari Tunisia) menjalar ke Mesir. Rakyat Mesir melakukan gerakan massa untuk menggulingkan Mubarak. Mubarak jatuh, Mursi naik ke tampuk kekuasaan melalui Pemilu yang dramatis.

Satu tahun Mursi berkuasa tidak tampak perbaikan perekomonian Mesir. Anda bisa paham jika selama setahun perekonomian sulit, orang pasti merasa gelisah. Urusan perut tidak bisa ditunda-tunda, rakyat Mesir tidak sabar menunggu lama. Rasa gelisah memuncak menjadi amarah, dan bila digabungkan dengan orang-orang lain yang bernasib sama, maka timbullah gerakan massa yang tidak terbendung. Itulah yang terjadi di Mesir saat ini.

Berkaca pada kasus Indonesia 1998, apa yang terjadi di Mesir saat ini mirip dengan yang terjadi di Indonesia. Kejatuhan Soeharto juga disebabkan oleh krisis ekonomi. Bedanya, Soeharto jatuh setelah 32 tahun berkuasa, sedangkan Mursi baru satu tahun. Jadi, kesulitan ekonomi adalah alasan paling mungkin yang menggerakkan massa untuk menentang Mursi. Karena itu tidak tepat memandang Mesir sebagai pertentangan antara kelompok Islam dan kelompok sekuler semata.

Pos ini dipublikasikan di Dunia oh Dunia. Tandai permalink.

2 Balasan ke Penggulingan Mursi dan Krisis Ekonomi

  1. peta berkata:

    hmm analisis yg bagus, moga bisa diterima dg akal sehat oleh pendukungnya..🙂

  2. daniel berkata:

    saya sendiri sudah tahu sifatnya orang mesir seperti apa,, dulu saya pernah tinggal sama orang mesir selama dua tahun didalam dua tahun itu saya tak pernah damai dengan dia, tidak perempuan atau laki-laki sama aja, bisanya memfitnah orang, dia maunya dihargai orang tapi dia sendiri tidak bisa menghargai orang lain.orang mesir keras kepala maunya senidiri dalam mengerjakan apa saja maunya yang cepat secepat mungkin agar cepat selesai pekerjaannya tapi walaupun pekerjaannya sudah selesai hasilnya tidak baik,
    begitulah sifatnya orang mesir, saya bukan ngada tapi ini semua fakata.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s