Beda Awal Puasa Ramadhan, Tapi Lebaran Sama (2013)

Tahun ini perbedaan awal puasa Ramadhan terjadi lagi. Muhammadiyah jauh-jauh hari telah mengumumkan awal puasa Ramadhan 1434 H jatuh pada tanggal 9 Juli. Tadi malam Pemerintah bersama-sama ormas Islam lain (diluar Muhammadiyah) resmi mengumumkan awal puasa Ramadhan jatuh pada tanggal 10 Juli. Sedangkan untuk Hari Raya Idul Fitri 1434 H kemungkinan jatuh pada hari yang sama. Jadi, warga Muhammadiyah akan berpuasa selama 30 hari sedangkan umat Islam lain berpuasa selama 29 hari. Saya pribadi memilih mengikuti penetapan awal puasa dari Pemerintah yaitu tanggal 10 Juli itu.

Bagi orang Islam Indonesia, perbedaan awal puasa Ramadhan dan lebaran Idul Fitri sudah sering kali terjadi. Kejadian tersebut ditanggapi biasa-biasa saja, artinya semua orang sudah saling paham satu sama lain. Yang berpuasa duluan silakan, yang berpuasa belakangan, monggo. Silakan diyakini dan diikuti mana yang paling benar menurut keyakinan masing-masing. Paling-paling orang hanya bisa mengurut dada melihat perbedaan yang begitu sering ini.

Awal puasa boleh berbeda, tetapi lebaran Idul Fitri sebaiknya sama, begitulah kira-kira pendapat yang saya amati dari banyak orang. Hal ini karena perayaan Idul Fitri sudah menjadi tradisi turun temurun, sudah menjadi budaya, dan sudah mengakar di kalangan umat Islam Indonesia. Sangat tidak elok ada yang sudah merayakan lebaran duluan, tetapi tetangganya masih berpuasa. Namun, kalaupun Idul Fitrinya berbeda hari, tetap ditanggapi biasa-biasa saja. Apakah itu artinya umat Islam di Indonesia sudah “dewasa”?

Selama ormas-ormas Islam di Indonesia tidak mau bersatu, percayalah tidak akan pernah terjadi penyatuan kalender hijriyah sampai akhir zaman. Selama ego ormas dikedapankan ketimbang ukhuwah islamiyah, sangat sulit umat Islam di Indonesia ini sama-sama mengawali puasa pada hari yang sama dan sama-sama berlebaran pada hari yang sama pula.

Pos ini dipublikasikan di Agama. Tandai permalink.

3 Balasan ke Beda Awal Puasa Ramadhan, Tapi Lebaran Sama (2013)

  1. danee berkata:

    Kenapa setiap tahun jadi rutin ky gini ya??? Kenapa ga ikutin Arab aja??? Apa karena kita merasa lebih pintar dalam menghitung “derajat”???
    Padahal para zamannya Nabi dulu belum ada teknologi2 itu!! Jika arab duluan berpuasa dan duluan Idul Fitri lantas bagaimana kita?? Haram hukumnya berpuasa jika sudah ada yg “ber-lebaran”..bisakah pemerintah bertanggung jawab akan hal ini?
    Dengan mudahnya Islam kini Terpecah2,yg di dlmnya terdapat kepentingan pribadi/golongan..walau kita menjalani apa yg kita yakini,sekarang apakah anda yakin pemerintah lah yg benar atau arab yg benar? Jika pertanyaannya bukan menentukan siapa yg benar,lantas apa yg kita yakini jika melihat perkara ini??

  2. arfive gandhi berkata:

    punten pak, yg kalimat ini “Jadi, warga Muhammadiyah akan berpuasa selama 30 hari sedangkan umat Islam lain berpuasa selama 30 hari”, kalau tidak salah hitung, yg terakhir bukankah harusnya “29 hari”?
    *CMIIW

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s