Ketika Istri Tertinggal di Warung (Berita Mudik yang Geli dan Haru)

Pagi-pagi membuka Internet setelah mudik dari Bukittinggi, saya disuguhi berita ini. Berita yang sungguh menggelikan sekaligus mengharukan. Ya iyalah, istri mana yang nggak akan meraung-raung ketika ditinggalkan suaminya, di warung lagi. Istri sebesar itu saja bisa ketinggalan (lihat foto di bawah), apalagi anak kecil ya?

Ngomong-ngomong, apakah ada suami yang pernah ketinggalan?

Dikutip dari sini: <http://www.kabar-priangan.com//news/detail/10200

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

MUDIK Istri Ketinggalan di Warung

Ada peristiwa haru sekaligus menggelikan di tengah padatnya lalu lintas arus mudik di kawasan Lewo, Kecamatan Malangbong, Kab. Garut, Minggu (11/8) kemarin. Di tengah teriknya siang dan bisingnya deru suara kendaraan, tiba-tiba saja terdengar suara teriakan seorang wanita. Sambil mengenakan helm, ia berlari memanggil-manggil nama seorang pria. Setelah diselidiki ternyata, wanita tersebut ditinggal oleh suaminya pergi mengendarai sepeda motor ke arah Bandung.

Sambil terus terisak, Ny. Nur (35) —demikian nama wanita itu— mengaku warga Cilacap, Jawa Tengah. Ia baru saja pulang mudik dari kampung halamannya dengan dibonceng sepeda motor bersama anak dan suaminya, Edi Supriadi (40). Di kawasan Lewo Kecamatan Malangbong ia singgah dulu di sebuah warung pinggir jalan untuk sekedar beristirahat. Setelah cukup segar, lalu keluarga pedagang ini akan melanjutkan perjalannya menuju Tangerang, Banten.

Selain makan dan istirahat, rupanya Ny. Nur juga kebelet ingin buang hajat. Tanpa sepengetahuan suaminya, ia pun pergi ke kamar kecil tanpa bilang dulu. Begitu ke luar dari toilet, alangkah kagetnya ia saat mengetahui Edi bersama anaknya sudah tidak ada. Seketika itu juga ia meraung menangis dan berteriak-teriak memanggil suami dan anaknya sehingga mengundang perhatian para pemudik yang sedang beristirahat.

Oleh sebagian para pemudik ia disarankan untuk melapor ke petugas yang sedang melaksanakan pengamanan arus lalulintas. Beruntung, setengah jam berselang Edi muncul lagi ke tempat dimana Ny. Nur ditinggalkan.

Sambil menahan malu, Edi mengaku mengetahui istrinya ketinggalan sewaktu dia bertanya tapi tidak ada jawaban. Saat dilihat ke belakang, alangkah kagetnya, yang ada di boncengan itu hanya anak dan barang bawaannya.

“Tanpa pikir panjang, saya pun segera balik arah menuju ke warung dimana istri sayta tertinggal”, tutur Edi sambil menatap istrinya.

Diiringi senyuman para pemudik yang ada di warung, beberapa saat kemudian Ny. Nur, anaknya dan Edi suaminya, melanjutkan perjalannya menuju ke tempat mencari nafkah sebagai pedagang di kawasan Tangerang. Entahlah bagaimana cerita selanjutnya. Yang jelas, peristiwa itu pasti akan selalu dikenang oleh keduanya. (NANDANG HIDAYAT/”KP”).

Pos ini dipublikasikan di Gado-gado. Tandai permalink.

3 Balasan ke Ketika Istri Tertinggal di Warung (Berita Mudik yang Geli dan Haru)

  1. lazione budy berkata:

    Lagi rame tuh di twitter, istri ketinggalan di warung.
    Modus!
    Hehe..

  2. kebomandi berkata:

    di FB juga banyak banget yang nge-share. hahaha :p ada-ada aja si bapak bisa gitu ketinggalan istri. :p

  3. Brahmasta berkata:

    Sering banget saya lihat di jaringan sosial, tapi setiap kali membaca saya selalu ketawa sendiri. Bisa-bisanya…😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s